<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 6 Fakta Resesi di Depan Mata, Nomor 2 Tantangan Besar</title><description>Tekanan ekonomi yang timbul akibat pandemi Covid-19 membuat perekonomian Indonesia diprediksi tercebur ke jurang resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280458/6-fakta-resesi-di-depan-mata-nomor-2-tantangan-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280458/6-fakta-resesi-di-depan-mata-nomor-2-tantangan-besar"/><item><title> 6 Fakta Resesi di Depan Mata, Nomor 2 Tantangan Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280458/6-fakta-resesi-di-depan-mata-nomor-2-tantangan-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280458/6-fakta-resesi-di-depan-mata-nomor-2-tantangan-besar</guid><pubDate>Minggu 20 September 2020 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/19/320/2280458/6-fakta-resesi-di-depan-mata-nomor-2-tantangan-besar-AzumXL8SAA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/19/320/2280458/6-fakta-resesi-di-depan-mata-nomor-2-tantangan-besar-AzumXL8SAA.jpg</image><title>Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tekanan ekonomi yang timbul akibat pandemi Covid-19 membuat perekonomian Indonesia diprediksi tercebur ke jurang resesi pada kuartal III-2020. Krisis itu pun akan menyulitkan pemerintah dalam mendesain skema pemulihan ekonomi.

Okezone pada Minggu (20/9/2020) merangkum sejumlah fakta terbaru terkait ancaman resesi yang akan menimpa Indonesia. Berikut rangkuman ulasannya :

1. Sri Mulyani Akui Kesulitan Desain Pemulihan Ekonomi Nasional

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku dalam menyusun kebijakan ekonomi dalam menghadapi covid-19 sangat sulit. Apalagi, di kuartal kedua Indonesia sudah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup dalam yakni minus 5,32%. Ekonomi Indonesia di ambang resesi jika kuartal III-2020 kembali minus.

&quot;Dalam mendesain kebijakan fiskal di tahun 2020 sangat sulit karena masih adanya ketidakpastian yang dibayangi covid-19,&quot; ujar Menkeu dalam diskusi virtual, Jumat (18/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Diprediksi Resesi, Faktanya Jokowi Masih Punya Harapan&amp;nbsp;
2. Pemulihan Ekonomi Tak Bisa Dilakukan Selama Masih Ada Covid-19

Bendahara negara itu menilai pemulihan ekonomi Indonesia tidak bisa dilakukan jika covid-19 masih ada. Adapun kebijakan ekonomi yang dibuat tidak akan berguna jika belum bisa mengatasi pandemi covid-19.

&quot;Kebijakan ekonomi masih tidak akan berguna jika covid-19 belum bisa diatasi,&quot; kata Sri Mulyani.
&amp;nbsp;
3. Dibutuhkan Kebijakan yang Luar Biasa

Sri Mulyani menambahkan dengan adanya pandemi covid-19 ini bakal membuat defisit ekonomi akan melebar. Hal ini lebih parah dibandingkan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.

&quot;Defisit akan melebar yang mana kita pernah mengalaminya di tahun 1998. Jadi kita butuh kebijakan luar biasa dalam menghadapi virus covid-19,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
4. BI Terus Memperkuat Sinergi Ekspansi Moneter

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya terus memperkuat sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

&quot;Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi,&quot; kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

5. Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus hingga 3%

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, perekonomian Indonesia masih akan terkontraksi hingga akhir tahun. Diprediksi pertumbuhannya berkisar -1,5% sampai -3% secara year on year (yoy).

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun yakni kuartal III dan kuartal IV diprediksi masih akan negatif tapi lebih dangkal dibanding kuartal II,&amp;rdquo; kata Faisal dalam diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).

6. Pemerintah Harus Fokus Menanganani Covid-19

Dia meminta agar pemerintah fokus menangani pandemi secara baik. Hal ini bisa memulihkan kondisi perekonomian secara cepat ketika negara sudah terkena resesi.

&quot;Negara-negara yang lebih cepat menangani pandemi dapat terhindar dari resesi dan bisa lebih cepat rebound jika sudah terjadi resesi,&quot; ujarnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tekanan ekonomi yang timbul akibat pandemi Covid-19 membuat perekonomian Indonesia diprediksi tercebur ke jurang resesi pada kuartal III-2020. Krisis itu pun akan menyulitkan pemerintah dalam mendesain skema pemulihan ekonomi.

Okezone pada Minggu (20/9/2020) merangkum sejumlah fakta terbaru terkait ancaman resesi yang akan menimpa Indonesia. Berikut rangkuman ulasannya :

1. Sri Mulyani Akui Kesulitan Desain Pemulihan Ekonomi Nasional

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku dalam menyusun kebijakan ekonomi dalam menghadapi covid-19 sangat sulit. Apalagi, di kuartal kedua Indonesia sudah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup dalam yakni minus 5,32%. Ekonomi Indonesia di ambang resesi jika kuartal III-2020 kembali minus.

&quot;Dalam mendesain kebijakan fiskal di tahun 2020 sangat sulit karena masih adanya ketidakpastian yang dibayangi covid-19,&quot; ujar Menkeu dalam diskusi virtual, Jumat (18/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Diprediksi Resesi, Faktanya Jokowi Masih Punya Harapan&amp;nbsp;
2. Pemulihan Ekonomi Tak Bisa Dilakukan Selama Masih Ada Covid-19

Bendahara negara itu menilai pemulihan ekonomi Indonesia tidak bisa dilakukan jika covid-19 masih ada. Adapun kebijakan ekonomi yang dibuat tidak akan berguna jika belum bisa mengatasi pandemi covid-19.

&quot;Kebijakan ekonomi masih tidak akan berguna jika covid-19 belum bisa diatasi,&quot; kata Sri Mulyani.
&amp;nbsp;
3. Dibutuhkan Kebijakan yang Luar Biasa

Sri Mulyani menambahkan dengan adanya pandemi covid-19 ini bakal membuat defisit ekonomi akan melebar. Hal ini lebih parah dibandingkan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.

&quot;Defisit akan melebar yang mana kita pernah mengalaminya di tahun 1998. Jadi kita butuh kebijakan luar biasa dalam menghadapi virus covid-19,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
4. BI Terus Memperkuat Sinergi Ekspansi Moneter

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya terus memperkuat sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

&quot;Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi,&quot; kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

5. Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus hingga 3%

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, perekonomian Indonesia masih akan terkontraksi hingga akhir tahun. Diprediksi pertumbuhannya berkisar -1,5% sampai -3% secara year on year (yoy).

&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun yakni kuartal III dan kuartal IV diprediksi masih akan negatif tapi lebih dangkal dibanding kuartal II,&amp;rdquo; kata Faisal dalam diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).

6. Pemerintah Harus Fokus Menanganani Covid-19

Dia meminta agar pemerintah fokus menangani pandemi secara baik. Hal ini bisa memulihkan kondisi perekonomian secara cepat ketika negara sudah terkena resesi.

&quot;Negara-negara yang lebih cepat menangani pandemi dapat terhindar dari resesi dan bisa lebih cepat rebound jika sudah terjadi resesi,&quot; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
