<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Covid-19 Wake up Call Dunia soal Pentingnya Investasi</title><description>Negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280741/sri-mulyani-covid-19-wake-up-call-dunia-soal-pentingnya-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280741/sri-mulyani-covid-19-wake-up-call-dunia-soal-pentingnya-investasi"/><item><title>Sri Mulyani: Covid-19 Wake up Call Dunia soal Pentingnya Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280741/sri-mulyani-covid-19-wake-up-call-dunia-soal-pentingnya-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280741/sri-mulyani-covid-19-wake-up-call-dunia-soal-pentingnya-investasi</guid><pubDate>Minggu 20 September 2020 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/20/320/2280741/sri-mulyani-covid-19-wake-up-call-dunia-soal-pentingnya-investasi-BGAjVWvcgu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/20/320/2280741/sri-mulyani-covid-19-wake-up-call-dunia-soal-pentingnya-investasi-BGAjVWvcgu.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghadiri rangkaian pertemuan internasional mulai dari Pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) dan Menteri Kesehatan G20, Pertemuan Menteri Keuangan serta Gubernur Bank Sentral ASEAN+3, dan Sidang Tahunan Asian Development Bank (ADB) pada 16-18 September 2020.
Peran aktif Indonesia dalam berbagai kerjasama internasional akan terus digunakan untuk mendorong tercapainya tujuan mulia bagi kemanusiaan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Diprediksi Resesi, Faktanya Jokowi Masih Punya Harapan&amp;nbsp;
Adapun, negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi.
&amp;ldquo;Pandemi Covid-19 merupakan wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons menghadapi pandemi,&quot; ujar Sri Mulyani di Jakarta, Minggu (20/9/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Ancaman Resesi, Sri Mulyani Kesulitan Susun Kebijakan Ekonomi 2020
Kata dia, pemerintah terus melakukan penguatan sektor kesehatan dalam rangka memastikan akses bagi setiap orang terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Di sisi lain, Indonesia juga melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk UMKM dan dunia usaha.
&quot;Langkah-langkah penanganan tersebut tentunya membutuhkan alokasi anggaran yang besar, yang menuntut dilakukannya penajaman prioritas anggaran serta tetap menjaga keberlangsungan fiskal,&amp;rdquo; katanya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak ada negara yang telah sepenuhnya siap untuk menghadapi pandemi yang menyebar secara cepat dan berdampak besar pada kehidupan. Masih terdapat ketimpangan (gap) atas kapasitas pandemic preparedness, baik pada level nasional maupun level global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada level nasional, kesenjangan kapasitas tersebut pada umumnya  terletak pada kapasitas sistem surveillance pandemi yang belum kuat,  sistem kesehatan yang terbatas, koordinasi antarlembaga yang belum  efektif, dan komunikasi publik yang belum optimal. Sedangkan pada level  global, kesenjangan kapasitas mencakup pada kemampuan untuk melakukan  proses surveillance and prevention yang terbatas, kapasitas sistem  kesehatan dan supply chain yang masih lemah, koordinasi global  leadership yang belum optimal dan koordinasi research and development  yang belum kuat.
Peran G20 bersama lembaga pembangunan multilateral dan organisasi  internasional, termasuk WHO, sangat penting dalam upaya mengendalikan  Covid-19 dan mendorong pemulihan perekonomian global. Para Menteri  Keuangan dan Menteri Kesehatan G20 menegaskan pentingnya prinsip adil,  merata dan terjangkau (fair, affordable and equitable) bagi semua negara  di dunia atas akses terhadap peralatan medis dan obat-obatan yang  dibutuhkan, termasuk vaksin Covid-19. Dalam mendukung hal tersebut, G20  mendorong aksi global melalui inistiatif Covid-19 Tools Accelerator  (ACT-A) dan COVAX Facility, serta mendukung voluntary licensing of  intellectual property. Sementara itu, lembaga pembangunan multilateral  didorong untuk meningkatkan dukungan mereka bagi pemenuhan kebutuhan  pembiayaan bagi negara-negara yang membutuhkan. Negara-negara G20 akan  melanjutkan implementasi kebijakan untuk melindungi nyawa, menjaga  lapangan pekerjaan dan pendapatan, mendukung pemulihan ekonomi global,  serta meningkatkan ketahanan sistem kesehatan dan sistem keuangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghadiri rangkaian pertemuan internasional mulai dari Pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) dan Menteri Kesehatan G20, Pertemuan Menteri Keuangan serta Gubernur Bank Sentral ASEAN+3, dan Sidang Tahunan Asian Development Bank (ADB) pada 16-18 September 2020.
Peran aktif Indonesia dalam berbagai kerjasama internasional akan terus digunakan untuk mendorong tercapainya tujuan mulia bagi kemanusiaan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Diprediksi Resesi, Faktanya Jokowi Masih Punya Harapan&amp;nbsp;
Adapun, negara-negara G20 menyepakati untuk terus melakukan aksi global bersama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya terhadap kesehatan, sosial dan ekonomi.
&amp;ldquo;Pandemi Covid-19 merupakan wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons menghadapi pandemi,&quot; ujar Sri Mulyani di Jakarta, Minggu (20/9/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Ancaman Resesi, Sri Mulyani Kesulitan Susun Kebijakan Ekonomi 2020
Kata dia, pemerintah terus melakukan penguatan sektor kesehatan dalam rangka memastikan akses bagi setiap orang terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Di sisi lain, Indonesia juga melakukan upaya pemulihan ekonomi dengan memberikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk UMKM dan dunia usaha.
&quot;Langkah-langkah penanganan tersebut tentunya membutuhkan alokasi anggaran yang besar, yang menuntut dilakukannya penajaman prioritas anggaran serta tetap menjaga keberlangsungan fiskal,&amp;rdquo; katanya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak ada negara yang telah sepenuhnya siap untuk menghadapi pandemi yang menyebar secara cepat dan berdampak besar pada kehidupan. Masih terdapat ketimpangan (gap) atas kapasitas pandemic preparedness, baik pada level nasional maupun level global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada level nasional, kesenjangan kapasitas tersebut pada umumnya  terletak pada kapasitas sistem surveillance pandemi yang belum kuat,  sistem kesehatan yang terbatas, koordinasi antarlembaga yang belum  efektif, dan komunikasi publik yang belum optimal. Sedangkan pada level  global, kesenjangan kapasitas mencakup pada kemampuan untuk melakukan  proses surveillance and prevention yang terbatas, kapasitas sistem  kesehatan dan supply chain yang masih lemah, koordinasi global  leadership yang belum optimal dan koordinasi research and development  yang belum kuat.
Peran G20 bersama lembaga pembangunan multilateral dan organisasi  internasional, termasuk WHO, sangat penting dalam upaya mengendalikan  Covid-19 dan mendorong pemulihan perekonomian global. Para Menteri  Keuangan dan Menteri Kesehatan G20 menegaskan pentingnya prinsip adil,  merata dan terjangkau (fair, affordable and equitable) bagi semua negara  di dunia atas akses terhadap peralatan medis dan obat-obatan yang  dibutuhkan, termasuk vaksin Covid-19. Dalam mendukung hal tersebut, G20  mendorong aksi global melalui inistiatif Covid-19 Tools Accelerator  (ACT-A) dan COVAX Facility, serta mendukung voluntary licensing of  intellectual property. Sementara itu, lembaga pembangunan multilateral  didorong untuk meningkatkan dukungan mereka bagi pemenuhan kebutuhan  pembiayaan bagi negara-negara yang membutuhkan. Negara-negara G20 akan  melanjutkan implementasi kebijakan untuk melindungi nyawa, menjaga  lapangan pekerjaan dan pendapatan, mendukung pemulihan ekonomi global,  serta meningkatkan ketahanan sistem kesehatan dan sistem keuangan.</content:encoded></item></channel></rss>
