<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pulihkan Ekonomi Asia, ADB Gelontorkan Dana Rp296,7 Triliun</title><description>ADB akan memberikan dukungan pembiayaan bagi negara berkembang di Asia  dan Pasifik untuk mengatasi Covid-19 dan dan pemulihan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280757/pulihkan-ekonomi-asia-adb-gelontorkan-dana-rp296-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280757/pulihkan-ekonomi-asia-adb-gelontorkan-dana-rp296-7-triliun"/><item><title>Pulihkan Ekonomi Asia, ADB Gelontorkan Dana Rp296,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280757/pulihkan-ekonomi-asia-adb-gelontorkan-dana-rp296-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/320/2280757/pulihkan-ekonomi-asia-adb-gelontorkan-dana-rp296-7-triliun</guid><pubDate>Minggu 20 September 2020 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/20/320/2280757/pulihkan-ekonomi-asia-adb-gelontorkan-dana-rp296-7-triliun-s8OjwEx3xL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Ekonomi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/20/320/2280757/pulihkan-ekonomi-asia-adb-gelontorkan-dana-rp296-7-triliun-s8OjwEx3xL.jpeg</image><title>Krisis Ekonomi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) akan memberikan dukungan pembiayaan bagi negara berkembang di Asia dan Pasifik untuk mengatasi dampak Covid-19 dan dan pemulihan ekonomi. Tercatat anggaran yang nantinya diberikan ADB senilai USD20 miliar atau setara Rp296,7 triliun.
President ADB Masatsugu Asakawa mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk bermitra dengan negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik untuk mencapai tujuan pemulihan kawasan dari pandemi Covid-19. Karena itu, ADB akan terus menjaga kepercayaan para negara anggota sebagai mitra setia selama masa-masa sulit, antara lain dengan memberikan dukungan pembiayaan untuk mengatasi dampak Covid-19 dan pemulihan perekonomian.
Baca juga: Negara Abaikan Rakyat Miskin saat Covid-19, Masa Depannya Suram
&quot;ADB terus berkomitmen untuk mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta tetap berupaya untuk memberantas kemiskinan ekstrem,&quot; ujar Masatsugu Asakawa dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (20/9/2020).
Dalam Sidang Tahunan ADB ke-53 yang diselenggarakan secara virtual pada tanggal 16-18 September 2020, Masatsugu Asakawa menyebut, pihaknya mendukung negara-negara anggotanya dalam enam bidang utama, yaitu pertama, mendorong kerja sama dan integrasi regional untuk membantu para anggota memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh institusi global.
Kedua, memperkuat investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, serta membangun sumber daya manusia yang dibutuhkan perekonomian dalam jangka panjang.
Baca juga: 31 Negara Alami Resesi Imbas Covid-19, Berikut Daftarnya
Ketiga, mempercepat upaya untuk mengatasi perubahan iklim. Keempat, berinvestasi pada teknologi informasi dan data untuk kesehatan, pendidikan, pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, dan kerja jarak jauh, sekaligus mengatasi kesenjangan digital dan keamanan dunia maya.
Kelima, membantu anggotanya memperkuat mobilisasi sumber daya domestik melalui kerja sama perpajakan internasional. Keenam, mendukung pengembangan vaksin yang aman dan efektif, dan untuk merumuskan strategi penyampaian yang adil.
&quot;Untuk mewujudkannya, ADB akan terus memperkuat kerja sama dengan WHO, Bank Dunia (WB), GAVI, Aliansi Vaksin, ahli vaksin, dan perusahaan farmasi,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih jauh, pada bidang kesehatan, negara-negara anggota ADB  menekankan pentingnya Universal Health Coverage (UHC) dan perlunya  kolaborasi yang lebih kuat untuk memobilisasi pembiayaan perawatan  kesehatan. Masatsugu bilang, dalam strategi 2030, ADB telah berkomitmen  untuk mendukung upaya anggotanya yang sedang berkembang untuk mengejar  dan mencapai UHC.
Sementara untuk bidang perpajakan, ADB membangun regional hub untuk  mempromosikan berbagi pengetahuan dan memperkuat kerja sama dalam bidang  kebijakan perpajakan dan administrasi perpajakan lintas ekonomi di Asia  Pasifik dan mitra pembangunan.
&quot;Regional Hub akan fokus pada Domestic Resource Mobilization dan  International Tax Cooperation melalui kolaborasi erat antara otoritas  keuangan dan pajak di negara berkembang, dan organisasi internasional  seperti Dana Moneter Internasional (IMF), OECD, dan Bank Dunia. Regional  Hub akan memfasilitasi pertukaran informasi, berbagi pengetahuan, dan  dialog kebijakan,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) akan memberikan dukungan pembiayaan bagi negara berkembang di Asia dan Pasifik untuk mengatasi dampak Covid-19 dan dan pemulihan ekonomi. Tercatat anggaran yang nantinya diberikan ADB senilai USD20 miliar atau setara Rp296,7 triliun.
President ADB Masatsugu Asakawa mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk bermitra dengan negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik untuk mencapai tujuan pemulihan kawasan dari pandemi Covid-19. Karena itu, ADB akan terus menjaga kepercayaan para negara anggota sebagai mitra setia selama masa-masa sulit, antara lain dengan memberikan dukungan pembiayaan untuk mengatasi dampak Covid-19 dan pemulihan perekonomian.
Baca juga: Negara Abaikan Rakyat Miskin saat Covid-19, Masa Depannya Suram
&quot;ADB terus berkomitmen untuk mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta tetap berupaya untuk memberantas kemiskinan ekstrem,&quot; ujar Masatsugu Asakawa dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (20/9/2020).
Dalam Sidang Tahunan ADB ke-53 yang diselenggarakan secara virtual pada tanggal 16-18 September 2020, Masatsugu Asakawa menyebut, pihaknya mendukung negara-negara anggotanya dalam enam bidang utama, yaitu pertama, mendorong kerja sama dan integrasi regional untuk membantu para anggota memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh institusi global.
Kedua, memperkuat investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, serta membangun sumber daya manusia yang dibutuhkan perekonomian dalam jangka panjang.
Baca juga: 31 Negara Alami Resesi Imbas Covid-19, Berikut Daftarnya
Ketiga, mempercepat upaya untuk mengatasi perubahan iklim. Keempat, berinvestasi pada teknologi informasi dan data untuk kesehatan, pendidikan, pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, dan kerja jarak jauh, sekaligus mengatasi kesenjangan digital dan keamanan dunia maya.
Kelima, membantu anggotanya memperkuat mobilisasi sumber daya domestik melalui kerja sama perpajakan internasional. Keenam, mendukung pengembangan vaksin yang aman dan efektif, dan untuk merumuskan strategi penyampaian yang adil.
&quot;Untuk mewujudkannya, ADB akan terus memperkuat kerja sama dengan WHO, Bank Dunia (WB), GAVI, Aliansi Vaksin, ahli vaksin, dan perusahaan farmasi,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih jauh, pada bidang kesehatan, negara-negara anggota ADB  menekankan pentingnya Universal Health Coverage (UHC) dan perlunya  kolaborasi yang lebih kuat untuk memobilisasi pembiayaan perawatan  kesehatan. Masatsugu bilang, dalam strategi 2030, ADB telah berkomitmen  untuk mendukung upaya anggotanya yang sedang berkembang untuk mengejar  dan mencapai UHC.
Sementara untuk bidang perpajakan, ADB membangun regional hub untuk  mempromosikan berbagi pengetahuan dan memperkuat kerja sama dalam bidang  kebijakan perpajakan dan administrasi perpajakan lintas ekonomi di Asia  Pasifik dan mitra pembangunan.
&quot;Regional Hub akan fokus pada Domestic Resource Mobilization dan  International Tax Cooperation melalui kolaborasi erat antara otoritas  keuangan dan pajak di negara berkembang, dan organisasi internasional  seperti Dana Moneter Internasional (IMF), OECD, dan Bank Dunia. Regional  Hub akan memfasilitasi pertukaran informasi, berbagi pengetahuan, dan  dialog kebijakan,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
