<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantangan Jualan Madu, Harus Sering Kasih Edukasi</title><description>Jualan madu memang cukup menggiurkan karena bisa mendapat cuan yang cukup tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280739/tantangan-jualan-madu-harus-sering-kasih-edukasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280739/tantangan-jualan-madu-harus-sering-kasih-edukasi"/><item><title>Tantangan Jualan Madu, Harus Sering Kasih Edukasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280739/tantangan-jualan-madu-harus-sering-kasih-edukasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280739/tantangan-jualan-madu-harus-sering-kasih-edukasi</guid><pubDate>Minggu 20 September 2020 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/20/455/2280739/tantangan-jualan-madu-harus-sering-kasih-edukasi-5W344Tw4hR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Madu (Foto: Shuttestock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/20/455/2280739/tantangan-jualan-madu-harus-sering-kasih-edukasi-5W344Tw4hR.jpg</image><title>Madu (Foto: Shuttestock)</title></images><description>JAKARTA - Jualan madu memang cukup menggiurkan karena bisa mendapat cuan yang cukup tinggi. Apalagi di tengah pandemi virus corona (covid-19) seperti saat ini, di mana masyarakat membutuhkan asupan untuk menjaga imunitas.
Namun ternyata, untuk menjual madu tidaklah mudah. Karena butuh effort lebih agar produknya bisa laku terjual dan diminati oleh masyarakat.
Baca Juga: Usai Ditabrak Tank Tempur TNI, Omzet Penjual Tahu Gejrot Meroket
Founder Madu Halalan Thoyyiban Denny Subchan mengatakan salah satu tantangan dalam menjual madu adalah masalah edukasi.  Karena menurutnya, kunci dari jualan produk ini adalah kepercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, perlu memperbanyak edukasi agar masyarakat mengetahui manfaat dari madu. Semakin banyak masyarakat yang percaya dengan khasiat madu, maka produk tersebut akan dicari orang.
Baca Juga:&amp;nbsp;14.500 Pelaku UMKM Ajukan Banpres Rp2,4 Juta, yang Diterima Berapa?
&quot;Cuma kita butuh edukasi kalau jualan madu. Karena salah satu kendala jualan madu kan trust. Artinya banyak orang enggak berani sayang mereka enggak mau beli madu karena ada masalah trust,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/9/2020).
Menurut Denny, madu banyak menyimpan khasiat yang bagus bagi kesehatan. Bahkan menurutnya, madu yang dicampur kadar gulanya jauh lebih rendah dibandingkan meminum sirup.
&quot;Padahal kalau saya baca literatur bahkan madu yang dicampur itu kadar gulanya lebih kecil dari pada kita minum sirup,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Denny, biasanya dirinya selalu meminum madu hingga dua sendok  sehari dengan air hangat. meskipun begitu, kadar gula yang ada di  dalamnya jauh lebih sedikit dibandingkan minuman kaleng atau ketika  meminum sirup.
&quot;Ternyata karbonya enggak sebesar kalau kita mengonsumsi sirup atau  bahkan minuman kaleng. Jadi sebenarnya enggak terlalu seheboh itu  ketakutan orang,&quot; kata Denny.
Selain manfaatnya, dirinya juga selalu melakukan edukasi terkait  jenis madunya. Serta juga asal-usul madunya hingga cara pengolahan  madunya sehingga konsumen percaya dan mau mengonsumsi produk yang dia  jual.
&quot;Kita edukasi ini madunya asalnya dari sini, kita sudah pernah  lakukan cek melalui lab, madu kita kandungannya apa saja dan sesuai  standar SNI. Nah itu kita provide dengan itu juga sih, artinya saya juga  berusaha enggak sekedar memberikan begitu saja kepada konsumen. Tapi  kita juga punya dasar-dasar kenapa madu kita asli karena begini,&quot; kata  Denny.</description><content:encoded>JAKARTA - Jualan madu memang cukup menggiurkan karena bisa mendapat cuan yang cukup tinggi. Apalagi di tengah pandemi virus corona (covid-19) seperti saat ini, di mana masyarakat membutuhkan asupan untuk menjaga imunitas.
Namun ternyata, untuk menjual madu tidaklah mudah. Karena butuh effort lebih agar produknya bisa laku terjual dan diminati oleh masyarakat.
Baca Juga: Usai Ditabrak Tank Tempur TNI, Omzet Penjual Tahu Gejrot Meroket
Founder Madu Halalan Thoyyiban Denny Subchan mengatakan salah satu tantangan dalam menjual madu adalah masalah edukasi.  Karena menurutnya, kunci dari jualan produk ini adalah kepercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, perlu memperbanyak edukasi agar masyarakat mengetahui manfaat dari madu. Semakin banyak masyarakat yang percaya dengan khasiat madu, maka produk tersebut akan dicari orang.
Baca Juga:&amp;nbsp;14.500 Pelaku UMKM Ajukan Banpres Rp2,4 Juta, yang Diterima Berapa?
&quot;Cuma kita butuh edukasi kalau jualan madu. Karena salah satu kendala jualan madu kan trust. Artinya banyak orang enggak berani sayang mereka enggak mau beli madu karena ada masalah trust,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/9/2020).
Menurut Denny, madu banyak menyimpan khasiat yang bagus bagi kesehatan. Bahkan menurutnya, madu yang dicampur kadar gulanya jauh lebih rendah dibandingkan meminum sirup.
&quot;Padahal kalau saya baca literatur bahkan madu yang dicampur itu kadar gulanya lebih kecil dari pada kita minum sirup,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut Denny, biasanya dirinya selalu meminum madu hingga dua sendok  sehari dengan air hangat. meskipun begitu, kadar gula yang ada di  dalamnya jauh lebih sedikit dibandingkan minuman kaleng atau ketika  meminum sirup.
&quot;Ternyata karbonya enggak sebesar kalau kita mengonsumsi sirup atau  bahkan minuman kaleng. Jadi sebenarnya enggak terlalu seheboh itu  ketakutan orang,&quot; kata Denny.
Selain manfaatnya, dirinya juga selalu melakukan edukasi terkait  jenis madunya. Serta juga asal-usul madunya hingga cara pengolahan  madunya sehingga konsumen percaya dan mau mengonsumsi produk yang dia  jual.
&quot;Kita edukasi ini madunya asalnya dari sini, kita sudah pernah  lakukan cek melalui lab, madu kita kandungannya apa saja dan sesuai  standar SNI. Nah itu kita provide dengan itu juga sih, artinya saya juga  berusaha enggak sekedar memberikan begitu saja kepada konsumen. Tapi  kita juga punya dasar-dasar kenapa madu kita asli karena begini,&quot; kata  Denny.</content:encoded></item></channel></rss>
