<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Madu Botolan Laris Manis saat Pandemi Covid-19</title><description>Pandemi virus corona membuat penjualan beberapa barang mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280781/penjualan-madu-botolan-laris-manis-saat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280781/penjualan-madu-botolan-laris-manis-saat-pandemi-covid-19"/><item><title>Penjualan Madu Botolan Laris Manis saat Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280781/penjualan-madu-botolan-laris-manis-saat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/20/455/2280781/penjualan-madu-botolan-laris-manis-saat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Minggu 20 September 2020 18:18 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/20/455/2280781/penjualan-madu-botolan-laris-manis-saat-pandemi-covid-19-HknT8gD6aO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Madu (Foto: Lifehack)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/20/455/2280781/penjualan-madu-botolan-laris-manis-saat-pandemi-covid-19-HknT8gD6aO.jpg</image><title>Madu (Foto: Lifehack)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat penjualan beberapa barang mengalami penurunan. Namun hal tersebut tidak terjadi pada bisnis jual beli madu.
Founder Madu Halalan Thoyyiban Denny Subchan mengatakan selama pandemi penjualan madu memang trennya terus meningkat. Meskipun dirinya baru mulai menjalankan usaha jualan madu dengan brand sendiri pada Juni 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;14.500 Pelaku UMKM Ajukan Banpres Rp2,4 Juta, yang Diterima Berapa?
&quot;Kalau bicara peningkatan trennya sampai di bulan ketiga masih naik. Karena penjualan saya juga dari bulan satu, bulan dua , bulan tiga itu grafiknya naik terus,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/9/2020).
Menurut Denny, memang penjualannya secara grafik tidak terlalu meroket atau besar. Namun penjualan setiap harinya stabil dan konsisten.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kisah Inspiratif, Pengangguran Raup Cuan dari Miniatur Sepeda Motor
&quot;Memang enggak meroket, kita enggak melihat grafik yang sudutnya besar. Tapi dia stabil banget naik,&quot; jelasnya.
Denny mencontohkan, pada awal jualan, biasanya satu buah botol madu baru laku setelah tiga hari dipasarkan. Namun pada era pandemi seperti saat ini, hampir setiap hari dirinya selalu menjual satu botol madu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;&quot;Kalau bicara sekarang itu sehari itu ada jualan kasarnya gitu. Kalau  pertama-tama paling tiga hari baru laku. Empat hari baru laku lagi.  Sekarang tuh rata-rata hampir setiap hari itu kita sudah stabil,&quot; kata  Denny.
Denny menambahkan, jika melihat minat, demand atau pasar dari madu  ini sangat tinggi. Apalagi di era pandemi seperti ini, yang membutuhkan  asupan makanan dan minuman untuk menjaga imunitas tubuh.
&quot;Bicara soal minat sebenarnya cukup tinggi demandnya,&quot; kata Denny.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat penjualan beberapa barang mengalami penurunan. Namun hal tersebut tidak terjadi pada bisnis jual beli madu.
Founder Madu Halalan Thoyyiban Denny Subchan mengatakan selama pandemi penjualan madu memang trennya terus meningkat. Meskipun dirinya baru mulai menjalankan usaha jualan madu dengan brand sendiri pada Juni 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;14.500 Pelaku UMKM Ajukan Banpres Rp2,4 Juta, yang Diterima Berapa?
&quot;Kalau bicara peningkatan trennya sampai di bulan ketiga masih naik. Karena penjualan saya juga dari bulan satu, bulan dua , bulan tiga itu grafiknya naik terus,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/9/2020).
Menurut Denny, memang penjualannya secara grafik tidak terlalu meroket atau besar. Namun penjualan setiap harinya stabil dan konsisten.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kisah Inspiratif, Pengangguran Raup Cuan dari Miniatur Sepeda Motor
&quot;Memang enggak meroket, kita enggak melihat grafik yang sudutnya besar. Tapi dia stabil banget naik,&quot; jelasnya.
Denny mencontohkan, pada awal jualan, biasanya satu buah botol madu baru laku setelah tiga hari dipasarkan. Namun pada era pandemi seperti saat ini, hampir setiap hari dirinya selalu menjual satu botol madu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yOC80LzEyMTkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;&quot;Kalau bicara sekarang itu sehari itu ada jualan kasarnya gitu. Kalau  pertama-tama paling tiga hari baru laku. Empat hari baru laku lagi.  Sekarang tuh rata-rata hampir setiap hari itu kita sudah stabil,&quot; kata  Denny.
Denny menambahkan, jika melihat minat, demand atau pasar dari madu  ini sangat tinggi. Apalagi di era pandemi seperti ini, yang membutuhkan  asupan makanan dan minuman untuk menjaga imunitas tubuh.
&quot;Bicara soal minat sebenarnya cukup tinggi demandnya,&quot; kata Denny.</content:encoded></item></channel></rss>
