<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Covid-19, Faisal Basri: Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Manusia Tidak</title><description>Ekonom Faisal Basri menekankan bahwa kasus positif Covid-19 yang terus bertambah harus segera dikendalikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/21/320/2281005/atasi-covid-19-faisal-basri-ekonomi-bisa-pulih-tapi-nyawa-manusia-tidak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/21/320/2281005/atasi-covid-19-faisal-basri-ekonomi-bisa-pulih-tapi-nyawa-manusia-tidak"/><item><title>Atasi Covid-19, Faisal Basri: Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Manusia Tidak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/21/320/2281005/atasi-covid-19-faisal-basri-ekonomi-bisa-pulih-tapi-nyawa-manusia-tidak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/21/320/2281005/atasi-covid-19-faisal-basri-ekonomi-bisa-pulih-tapi-nyawa-manusia-tidak</guid><pubDate>Senin 21 September 2020 08:55 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/21/320/2281005/atasi-covid-19-faisal-basri-ekonomi-bisa-pulih-tapi-nyawa-manusia-tidak-lNG0xIbaF6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokter Covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/21/320/2281005/atasi-covid-19-faisal-basri-ekonomi-bisa-pulih-tapi-nyawa-manusia-tidak-lNG0xIbaF6.jpg</image><title>Dokter Covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ekonom Faisal Basri menekankan bahwa kasus positif Covid-19 yang terus bertambah harus segera dikendalikan. Dia menyoroti perbandingan pertumbuhan 50.000 kasus pertama dengan kasus saat ini.

&quot;50.000 kasus pertama butuh penyebaran selama 115 hari, sementara kasus menjadi 250.000 hanya membutuhkan 14 hari saja,&quot; ungkap Faisal dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI bertajuk &quot;Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi&quot; di Jakarta, Minggu (20/9/2020) malam.

Dia menyampaikan, jika hal ini tidak ditangani, maka tidak bisa dipungkiri bahwa angka kasus bisa mencapai 1 juta. &quot;Kasus naik, maka angka kematian juga naik. Ekonomi bisa pulih, tapi nyawa manusia tidak bisa dipulihkan,&quot; tegas Faisal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Terancam Resesi, Orang Miskin Makin Banyak&amp;nbsp;
Lanjut dia mengatakan, testing Indonesia yang rendah tidak bisa dijadikan alasan. Selain itu, belum ada Perppu khusus yang menangani Covid-19, hanya ada Perppu yang menangani APBN dan sektor keuangan.

&quot;Virus ini sangat bahaya sekali sehingga butuh panglima perang yang harus full time dan bukan kerja sambilan. Covid-19 ini sumber utama ketidakpastian,&quot; ujarnya.

Dia juga menyebutkan, kepercayaan atau confidence masyarakat dan dunia usaha juga bergantung pada upaya pemerintah mengendalikan wabah.

&quot;Jika pemerintah mampu mengendalikan wabah dengan serangkaian tindakan dan langkah yang terukur, serta jujur, maka akan tumbuh confident masyarakat dan dunia usaha,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMC8xLzEyMjc5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Ekonom Faisal Basri menekankan bahwa kasus positif Covid-19 yang terus bertambah harus segera dikendalikan. Dia menyoroti perbandingan pertumbuhan 50.000 kasus pertama dengan kasus saat ini.

&quot;50.000 kasus pertama butuh penyebaran selama 115 hari, sementara kasus menjadi 250.000 hanya membutuhkan 14 hari saja,&quot; ungkap Faisal dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI bertajuk &quot;Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi&quot; di Jakarta, Minggu (20/9/2020) malam.

Dia menyampaikan, jika hal ini tidak ditangani, maka tidak bisa dipungkiri bahwa angka kasus bisa mencapai 1 juta. &quot;Kasus naik, maka angka kematian juga naik. Ekonomi bisa pulih, tapi nyawa manusia tidak bisa dipulihkan,&quot; tegas Faisal.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Terancam Resesi, Orang Miskin Makin Banyak&amp;nbsp;
Lanjut dia mengatakan, testing Indonesia yang rendah tidak bisa dijadikan alasan. Selain itu, belum ada Perppu khusus yang menangani Covid-19, hanya ada Perppu yang menangani APBN dan sektor keuangan.

&quot;Virus ini sangat bahaya sekali sehingga butuh panglima perang yang harus full time dan bukan kerja sambilan. Covid-19 ini sumber utama ketidakpastian,&quot; ujarnya.

Dia juga menyebutkan, kepercayaan atau confidence masyarakat dan dunia usaha juga bergantung pada upaya pemerintah mengendalikan wabah.

&quot;Jika pemerintah mampu mengendalikan wabah dengan serangkaian tindakan dan langkah yang terukur, serta jujur, maka akan tumbuh confident masyarakat dan dunia usaha,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMC8xLzEyMjc5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
