<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Resesi, Peningkatan Kasus Covid-19 Bikin Ekonomi Minus</title><description>Pemulihan ekonomi bisa cepat bila penanganan Covid-19 berhasil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281332/waspada-resesi-peningkatan-kasus-covid-19-bikin-ekonomi-minus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281332/waspada-resesi-peningkatan-kasus-covid-19-bikin-ekonomi-minus"/><item><title>Waspada Resesi, Peningkatan Kasus Covid-19 Bikin Ekonomi Minus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281332/waspada-resesi-peningkatan-kasus-covid-19-bikin-ekonomi-minus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281332/waspada-resesi-peningkatan-kasus-covid-19-bikin-ekonomi-minus</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 06:12 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/21/320/2281332/waspada-resesi-peningkatan-kasus-covid-19-bikin-ekonomi-minus-82Sv3b7Nwo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI Diprediksi Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/21/320/2281332/waspada-resesi-peningkatan-kasus-covid-19-bikin-ekonomi-minus-82Sv3b7Nwo.jpg</image><title>Ekonomi RI Diprediksi Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Belum ada kepastian kapan virus corona berakhir, membuat pengeluaran masyarakat terutama kalangan menengah atas tertahan. Artinya pemulihan ekonomi bisa cepat bila penanganan Covid-19 berhasil.
&quot;Itu sangat mempunyai kualitas yang sangat erat dengan perkembangan Covid, karena begitu masih ada Covid semua aktivitas memang tidak full optimal dan terjadi high cost economy dan investasi baru pun masih negatif,&quot; kata Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, ada atau tidaknya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali di DKI Jakarta atau wilayah lain dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi akan kembali negatif. Karena, leading indicator dari beberapa variabel makro sampai Agustus 2020 menunjukkan hasil negatif.
Namun yang sangat dikhawatirkan adalah peningkatan kasus Covid-19. Tidak sekadar pertumbuhan yang kembali minus, namun minusnya yang akan bertambah.
&quot;Ini yang merisaukan kita bahwa tren kita berbeda sendiri dengan tren dunia, di mana tren dunia kuartal III sudah menurun kontraksinya sementara Indonesia bisa jadi semakin meningkat,&quot; ucapnya.
Baca Selengkapnya: Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi


</description><content:encoded>JAKARTA - Belum ada kepastian kapan virus corona berakhir, membuat pengeluaran masyarakat terutama kalangan menengah atas tertahan. Artinya pemulihan ekonomi bisa cepat bila penanganan Covid-19 berhasil.
&quot;Itu sangat mempunyai kualitas yang sangat erat dengan perkembangan Covid, karena begitu masih ada Covid semua aktivitas memang tidak full optimal dan terjadi high cost economy dan investasi baru pun masih negatif,&quot; kata Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, ada atau tidaknya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali di DKI Jakarta atau wilayah lain dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi akan kembali negatif. Karena, leading indicator dari beberapa variabel makro sampai Agustus 2020 menunjukkan hasil negatif.
Namun yang sangat dikhawatirkan adalah peningkatan kasus Covid-19. Tidak sekadar pertumbuhan yang kembali minus, namun minusnya yang akan bertambah.
&quot;Ini yang merisaukan kita bahwa tren kita berbeda sendiri dengan tren dunia, di mana tren dunia kuartal III sudah menurun kontraksinya sementara Indonesia bisa jadi semakin meningkat,&quot; ucapnya.
Baca Selengkapnya: Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi


</content:encoded></item></channel></rss>
