<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap mengalami kontraksi pada kuartal III-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281721/ri-masuk-jurang-resesi-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-9</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281721/ri-masuk-jurang-resesi-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-9"/><item><title>RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281721/ri-masuk-jurang-resesi-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-9</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281721/ri-masuk-jurang-resesi-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-9</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281721/ri-masuk-jurang-resesi-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-9-XkVabtmfRj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281721/ri-masuk-jurang-resesi-sri-mulyani-prediksi-ekonomi-kuartal-iii-minus-2-9-XkVabtmfRj.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap mengalami kontraksi pada kuartal III-2020. Hal ini menandakan bahwa Indonesia akan resesi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, ekonomi Indonesia akan berada pada zona negatif yakni pada minus 1 hingga 2,9%. Hal ini seiring konsumsi rumah tangga yang masih mengalami kontraksi yang masih negatif seiring masih adanya pembatasan sosial berskala besar.
 
Baca juga: 2 Kali Deflasi, Tanda Konsumsi dan Daya Beli Semakin Drop
&quot;Konsumsi rumah tangga masih negatif yang mana proyeksinya masih minus 3,0% hingga minus 1,5%,&quot; ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).

Kata dia, perdagangan Internasional juga mengalami tekanan yang cukup tajam. Hal ini seiring aktivitas ekspor dan impor yang cendurung menurun.
 
Baca juga: Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi
&quot;Ekspor masih mengalami tekanan yang mana diproyeksi minus 13,9% hingga minus 8,7% lalu impor juga alami tekanan yang mana kita proyeksi turun bisa minus 26,8%,&quot; jelasnya.

Dia menekankan virus covid-19 ini masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi perekonomian baik dalam skala global maupun nasional. Kemampuan mengendalikan virus covid ini menjadi sangat penting.

&quot;Dengan kondisi covid-19 yang masih menjadi faktor pertama pengaruhi ekonomi, di level global dan nasional kita masih sangat ditentukan oleh kemampuan pengendalian covid-19,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap mengalami kontraksi pada kuartal III-2020. Hal ini menandakan bahwa Indonesia akan resesi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, ekonomi Indonesia akan berada pada zona negatif yakni pada minus 1 hingga 2,9%. Hal ini seiring konsumsi rumah tangga yang masih mengalami kontraksi yang masih negatif seiring masih adanya pembatasan sosial berskala besar.
 
Baca juga: 2 Kali Deflasi, Tanda Konsumsi dan Daya Beli Semakin Drop
&quot;Konsumsi rumah tangga masih negatif yang mana proyeksinya masih minus 3,0% hingga minus 1,5%,&quot; ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).

Kata dia, perdagangan Internasional juga mengalami tekanan yang cukup tajam. Hal ini seiring aktivitas ekspor dan impor yang cendurung menurun.
 
Baca juga: Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi
&quot;Ekspor masih mengalami tekanan yang mana diproyeksi minus 13,9% hingga minus 8,7% lalu impor juga alami tekanan yang mana kita proyeksi turun bisa minus 26,8%,&quot; jelasnya.

Dia menekankan virus covid-19 ini masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi perekonomian baik dalam skala global maupun nasional. Kemampuan mengendalikan virus covid ini menjadi sangat penting.

&quot;Dengan kondisi covid-19 yang masih menjadi faktor pertama pengaruhi ekonomi, di level global dan nasional kita masih sangat ditentukan oleh kemampuan pengendalian covid-19,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
