<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Semua Negara Bakal Resesi</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281730/sri-mulyani-semua-negara-bakal-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281730/sri-mulyani-semua-negara-bakal-resesi"/><item><title>Sri Mulyani: Semua Negara Bakal Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281730/sri-mulyani-semua-negara-bakal-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281730/sri-mulyani-semua-negara-bakal-resesi</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281730/sri-mulyani-semua-negara-bakal-resesi-bGDOBxpmsK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281730/sri-mulyani-semua-negara-bakal-resesi-bGDOBxpmsK.jpeg</image><title>Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi. Sri Mulyani mengatakan pandemi covid-19 memberikan tekanan terhadap ekonomi semua negara. Dampak dari pandemi ini membuat ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Seperti negara Eropa, Italia, Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, UK, dan juga negara ASEAN di sekitar kita Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa (22/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini oleh lembaga internasional diperkirakan minus. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global berada di level -4,9%, World Bank -5,2%, dan OECD memprediksi di level -4,5%.
&quot;Ini lebih baik dibandingkan proyeksi OECD di Juni yang sampaikan bisa minus 6 sampai minus 7,6%,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Covid-19, Faisal Basri: Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Manusia Tidak
Di tahun depan, lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia berada di kisaran 4%-5%. Artinya mulai ada perbaikan ekonomi di 2021.
&quot;Ini konsekuensi tahun ini yang menurun dan berasumsi kondisi covid-19  bisa dijaga dan mulai tersedia vaksin yang membuat kondisi kegiatan ekonomi ditingkatkan. Lalu juga stimulus semua negara bisa memberikan dampak dari minimal penurunan ekonomi atau penguatan ekonomi tahun depan,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi. Sri Mulyani mengatakan pandemi covid-19 memberikan tekanan terhadap ekonomi semua negara. Dampak dari pandemi ini membuat ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Seperti negara Eropa, Italia, Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, UK, dan juga negara ASEAN di sekitar kita Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa (22/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi
Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini oleh lembaga internasional diperkirakan minus. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global berada di level -4,9%, World Bank -5,2%, dan OECD memprediksi di level -4,5%.
&quot;Ini lebih baik dibandingkan proyeksi OECD di Juni yang sampaikan bisa minus 6 sampai minus 7,6%,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Covid-19, Faisal Basri: Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Manusia Tidak
Di tahun depan, lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia berada di kisaran 4%-5%. Artinya mulai ada perbaikan ekonomi di 2021.
&quot;Ini konsekuensi tahun ini yang menurun dan berasumsi kondisi covid-19  bisa dijaga dan mulai tersedia vaksin yang membuat kondisi kegiatan ekonomi ditingkatkan. Lalu juga stimulus semua negara bisa memberikan dampak dari minimal penurunan ekonomi atau penguatan ekonomi tahun depan,&quot; tandasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQxOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
