<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit Kian Melebar, APBN 2020 Tekor Rp500 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 mencapai Rp500,6 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281755/defisit-kian-melebar-apbn-2020-tekor-rp500-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281755/defisit-kian-melebar-apbn-2020-tekor-rp500-triliun"/><item><title>Defisit Kian Melebar, APBN 2020 Tekor Rp500 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281755/defisit-kian-melebar-apbn-2020-tekor-rp500-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281755/defisit-kian-melebar-apbn-2020-tekor-rp500-triliun</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281755/defisit-kian-melebar-apbn-2020-tekor-rp500-triliun-bkS7hBFoF0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281755/defisit-kian-melebar-apbn-2020-tekor-rp500-triliun-bkS7hBFoF0.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 mencapai Rp500,6 triliun atau 48,2% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.039,2 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 3,05% PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit ini disumbang dari pendapatan negara mencapai Rp1.034,1 triliun atau mengalami negatif growth 13,1% dibandingkan realisasi tahun lalu sampai Agustus 2019. Sedangkan untuk belanja negara tercatat lebih besar hingga Rp1.534,7 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Belanja Negara Capai Rp1.252 Triliun, Terbanyak untuk Pos Ini
&quot;Posisi Agustus defisit sudah Rp 500,5 triliun atau 3,05%&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).

Dia merinci realisasi penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2020 tercatat senilai Rp676,9 triliun atau 56,5% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres No. 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemerintah Jor-joran Habiskan Anggaran Belanja demi Terhindar dari Resesi 
Sedangkan, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 31 Agustus 2020 tercatat senilai Rp121,2 triliun atau 58,9% dari target Rp205,7 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan 1,8% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp119,0 triliun.

&quot;Realiasi penerimaan perpajakan hingga Agustus 2020 tercatat senilai Rp798,1 triliun atau 56,8% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 13,4% dibandingkan realisasi akhir Agustus 2019 senilai Rp921,5 triliun,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 mencapai Rp500,6 triliun atau 48,2% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.039,2 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 3,05% PDB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit ini disumbang dari pendapatan negara mencapai Rp1.034,1 triliun atau mengalami negatif growth 13,1% dibandingkan realisasi tahun lalu sampai Agustus 2019. Sedangkan untuk belanja negara tercatat lebih besar hingga Rp1.534,7 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Belanja Negara Capai Rp1.252 Triliun, Terbanyak untuk Pos Ini
&quot;Posisi Agustus defisit sudah Rp 500,5 triliun atau 3,05%&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).

Dia merinci realisasi penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2020 tercatat senilai Rp676,9 triliun atau 56,5% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres No. 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemerintah Jor-joran Habiskan Anggaran Belanja demi Terhindar dari Resesi 
Sedangkan, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 31 Agustus 2020 tercatat senilai Rp121,2 triliun atau 58,9% dari target Rp205,7 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan 1,8% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp119,0 triliun.

&quot;Realiasi penerimaan perpajakan hingga Agustus 2020 tercatat senilai Rp798,1 triliun atau 56,8% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 13,4% dibandingkan realisasi akhir Agustus 2019 senilai Rp921,5 triliun,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
