<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dapat Anggaran Rp45 Triliun, Menhub Kebut Proyek Transportasi</title><description>Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa total pagu anggaran Kemenhub untuk tahun 2021 adalah sebesar Rp45,66 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281777/dapat-anggaran-rp45-triliun-menhub-kebut-proyek-transportasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281777/dapat-anggaran-rp45-triliun-menhub-kebut-proyek-transportasi"/><item><title>Dapat Anggaran Rp45 Triliun, Menhub Kebut Proyek Transportasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281777/dapat-anggaran-rp45-triliun-menhub-kebut-proyek-transportasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281777/dapat-anggaran-rp45-triliun-menhub-kebut-proyek-transportasi</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281777/dapat-anggaran-rp45-triliun-menhub-kebut-proyek-transportasi-vm49nDvBhE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281777/dapat-anggaran-rp45-triliun-menhub-kebut-proyek-transportasi-vm49nDvBhE.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa total pagu anggaran Kemenhub untuk tahun 2021 adalah sebesar Rp45,66 triliun.
Dia mengatakan bahwa anggaran tersebut tidak mengalami perubahan, sebagaimana sesuai keputusan rapat terkait RAPBN 2021 sebelumnya pada tanggal 16 September 2020.
Baca Juga: Fakta Hits-nya Sepeda Mahal Imbas Corona, Brompton Rp200 Juta Juga Dibeli
&quot;Dari pagu anggaran tersebut, kami memiliki beberapa kegiatan yang berada dalam kategori high priority atau prioritas tinggi,&quot; ujar Budi dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (22/9/2020).
Sebanyak empat program telah disiapkan untuk mengalokasikan pagu anggaran tersebut.
&quot;Untuk program pembangunan infrastruktur dan konektivitas dialokasikan sebesar Rp33,9 triliun, atau sebesar 74,36%. Kemudian dukungan manajemen sebesar Rp9,5 triliun atau 20,81%,&quot; terang Budi.
Baca juga: Virus Corona, Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp10 Triliun
Diikuti dengan program riset dan inovasi IPTEK sebesar Rp112 miliar (0,25%) dan program pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp2 triliun (4,59%).
Selain itu, Budi juga menjawab salah satu keinginan komisi V DPR, yaitu memprioritaskan program padat karya. Dia memastikan bahwa program tersebut telah dipastikan alokasinya sebagai salah satu prioritas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNi80LzEyMjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Memang harusnya kita memprioritaskan program padat karya dan juga  pemulihan sektor riil, yang akan saya dan kita lakukan agar dana  pembangunan ini dirasakan oleh masyarakat,&quot; ungkapnya.
Sambung dia mengatakan, kegiatan-kegiatan tersebut harus memenuhi  kriteria kesiapan, antara lain kegiatan baru, kegiatan lanjutan, dan  rehabilitasi sarana dan prasarana.
&quot;Untuk memaksimalkan alokasi anggaran, kami juga mengalokasikan  dananya ke ke beberapa unit kerja dengan rincian Sekretariat Jenderal  Rp716 miliar, Irjen Rp121 miliar, Dirjen Darat Rp7,6 triliun, Dirjen  Laut Rp11,4 triliun, Dirjen Udara10,5 triliun, Dirjen Kereta Api Rp11,1  triliun, BPSDM Rp3,5 triliun, dan BPTJ Rp350 miliar,&quot; pungkas Budi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa total pagu anggaran Kemenhub untuk tahun 2021 adalah sebesar Rp45,66 triliun.
Dia mengatakan bahwa anggaran tersebut tidak mengalami perubahan, sebagaimana sesuai keputusan rapat terkait RAPBN 2021 sebelumnya pada tanggal 16 September 2020.
Baca Juga: Fakta Hits-nya Sepeda Mahal Imbas Corona, Brompton Rp200 Juta Juga Dibeli
&quot;Dari pagu anggaran tersebut, kami memiliki beberapa kegiatan yang berada dalam kategori high priority atau prioritas tinggi,&quot; ujar Budi dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (22/9/2020).
Sebanyak empat program telah disiapkan untuk mengalokasikan pagu anggaran tersebut.
&quot;Untuk program pembangunan infrastruktur dan konektivitas dialokasikan sebesar Rp33,9 triliun, atau sebesar 74,36%. Kemudian dukungan manajemen sebesar Rp9,5 triliun atau 20,81%,&quot; terang Budi.
Baca juga: Virus Corona, Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp10 Triliun
Diikuti dengan program riset dan inovasi IPTEK sebesar Rp112 miliar (0,25%) dan program pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp2 triliun (4,59%).
Selain itu, Budi juga menjawab salah satu keinginan komisi V DPR, yaitu memprioritaskan program padat karya. Dia memastikan bahwa program tersebut telah dipastikan alokasinya sebagai salah satu prioritas.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNi80LzEyMjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Memang harusnya kita memprioritaskan program padat karya dan juga  pemulihan sektor riil, yang akan saya dan kita lakukan agar dana  pembangunan ini dirasakan oleh masyarakat,&quot; ungkapnya.
Sambung dia mengatakan, kegiatan-kegiatan tersebut harus memenuhi  kriteria kesiapan, antara lain kegiatan baru, kegiatan lanjutan, dan  rehabilitasi sarana dan prasarana.
&quot;Untuk memaksimalkan alokasi anggaran, kami juga mengalokasikan  dananya ke ke beberapa unit kerja dengan rincian Sekretariat Jenderal  Rp716 miliar, Irjen Rp121 miliar, Dirjen Darat Rp7,6 triliun, Dirjen  Laut Rp11,4 triliun, Dirjen Udara10,5 triliun, Dirjen Kereta Api Rp11,1  triliun, BPSDM Rp3,5 triliun, dan BPTJ Rp350 miliar,&quot; pungkas Budi.</content:encoded></item></channel></rss>
