<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarik Utang Rp693,6 Triliun, Sri Mulyani: Butuh Biaya Besar</title><description>Pembiayaan utang pemerintah hingga akhir Agustus 2020 telah mencapai Rp693,61 trilun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281865/tarik-utang-rp693-6-triliun-sri-mulyani-butuh-biaya-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281865/tarik-utang-rp693-6-triliun-sri-mulyani-butuh-biaya-besar"/><item><title>Tarik Utang Rp693,6 Triliun, Sri Mulyani: Butuh Biaya Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281865/tarik-utang-rp693-6-triliun-sri-mulyani-butuh-biaya-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281865/tarik-utang-rp693-6-triliun-sri-mulyani-butuh-biaya-besar</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281865/tarik-utang-rp693-6-triliun-sri-mulyani-butuh-biaya-besar-t9kqAJ6eCI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281865/tarik-utang-rp693-6-triliun-sri-mulyani-butuh-biaya-besar-t9kqAJ6eCI.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pembiayaan utang pemerintah hingga akhir Agustus 2020 telah mencapai Rp693,61 trilun. Terdiri dari Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp671,65 triliun dan Pinjaman (neto) sebesar Rp21,96 triliun.&amp;nbsp;
Meski demikian,  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berkomitmen bahwa pemerintah terus menjaga keberlanjutan fiskal tahun ini.
&quot;Di sisi lain, pemerintah juga telah merealisasikan pengeluaran pembiayaan investasi sebesar Rp27,25 triliun kepada BUMN, BLU dan lembaga ata badan lainnya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional,&quot;kata Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Senin (22/9/2020).
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Naik Terus, Kini Tembus Rp6.063 Triliun
Adapun total pembelian SBN oleh Bank Indonesia sebagai implementasi SKB I sampai dengan Agustus mencapai Rp45,326 triliun, sedangkan berdasarkan SKB II, pemerintah telah menerbitkan SBN melalui Private Placement kepada BI untuk pembiayaan public goods sebesar Rp99,08 triliun dan untuk alokasi non-public goods telah terealisasi sebesar Rp44,38 T.
&quot;Upaya penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional membutuhkan pembiayaan yang cukup besar yang sebagiannya dipenuhi oleh pembiayaan,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rasio Utang RI Sentuh 34,5% dari PDB, Masih Aman?
Namun demikian, pemerintah senantiasa memperhatikan dan menjaga aspek kehati-hatian ( prudent ), akuntabel dan menjaga risiko tetap terkendali serta dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dalam memperoleh pembiayaan utang.
&quot;Pemerintah berkomitmen untuk menempatkan APBN sebagai instrumen fiskal untuk melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia di tengah kondisi yang dipenuhi ketidakpastian ini,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembiayaan utang pemerintah hingga akhir Agustus 2020 telah mencapai Rp693,61 trilun. Terdiri dari Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp671,65 triliun dan Pinjaman (neto) sebesar Rp21,96 triliun.&amp;nbsp;
Meski demikian,  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berkomitmen bahwa pemerintah terus menjaga keberlanjutan fiskal tahun ini.
&quot;Di sisi lain, pemerintah juga telah merealisasikan pengeluaran pembiayaan investasi sebesar Rp27,25 triliun kepada BUMN, BLU dan lembaga ata badan lainnya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional,&quot;kata Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Senin (22/9/2020).
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Naik Terus, Kini Tembus Rp6.063 Triliun
Adapun total pembelian SBN oleh Bank Indonesia sebagai implementasi SKB I sampai dengan Agustus mencapai Rp45,326 triliun, sedangkan berdasarkan SKB II, pemerintah telah menerbitkan SBN melalui Private Placement kepada BI untuk pembiayaan public goods sebesar Rp99,08 triliun dan untuk alokasi non-public goods telah terealisasi sebesar Rp44,38 T.
&quot;Upaya penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional membutuhkan pembiayaan yang cukup besar yang sebagiannya dipenuhi oleh pembiayaan,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Rasio Utang RI Sentuh 34,5% dari PDB, Masih Aman?
Namun demikian, pemerintah senantiasa memperhatikan dan menjaga aspek kehati-hatian ( prudent ), akuntabel dan menjaga risiko tetap terkendali serta dimanfaatkan untuk kegiatan produktif dalam memperoleh pembiayaan utang.
&quot;Pemerintah berkomitmen untuk menempatkan APBN sebagai instrumen fiskal untuk melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia di tengah kondisi yang dipenuhi ketidakpastian ini,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
