<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Negara Minus 13,1% hingga Agustus</title><description>Kemenkeu mencatat realisasi Pendapatan Negara dan Hibah sampai dengan  akhir bulan Agustus 2020 tercatat telah mencapai Rp1.034,14 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281990/pendapatan-negara-minus-13-1-hingga-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281990/pendapatan-negara-minus-13-1-hingga-agustus"/><item><title>Pendapatan Negara Minus 13,1% hingga Agustus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281990/pendapatan-negara-minus-13-1-hingga-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/320/2281990/pendapatan-negara-minus-13-1-hingga-agustus</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281990/pendapatan-negara-minus-13-1-hingga-agustus-LiTQxYiB9G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/320/2281990/pendapatan-negara-minus-13-1-hingga-agustus-LiTQxYiB9G.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi Pendapatan Negara dan Hibah sampai dengan akhir bulan Agustus 2020 tercatat telah mencapai Rp1.034,14 triliun atau 60,83% dari target pada APBN-Perpres 72/2020. Adapun, pertumbuhan Pendapatan Negara mengalami kontraksi sebesar negatif 13,11% (yoy).

&quot;Secara detail, realisasi Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan Perpajakan mencapai Rp798,10 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp232,07 triliun, sementara realisasi Hibah mencapai Rp3,97 triliun,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (22/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Defisit Kian Melebar, APBN 2020 Tekor Rp500 Triliun
Dirinya mengatakan, pertumbuhan Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan Perpajakan dan PNBP juga mengalami kontraksi berturut-turut sebesar negatif 13,39% (yoy) dan negatif 13,48% (yoy).

&quot;Komponen Pendapatan Negara dari Perpajakan dan PNBP masing-masing capaian realisasinya terhadap APBN-Perpres 72/2020 tercatat mencapai 56,82% dan 78,90%,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Duh, Serapan Anggaran Kementerian ATR Baru Capai 52,41%
Dia menambahkan, penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional membutuhkan dana yang cukup besar yang sebagiannya dipenuhi oleh pembiayaan. &quot;Kita ingin APBN tetap kredibel,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi Pendapatan Negara dan Hibah sampai dengan akhir bulan Agustus 2020 tercatat telah mencapai Rp1.034,14 triliun atau 60,83% dari target pada APBN-Perpres 72/2020. Adapun, pertumbuhan Pendapatan Negara mengalami kontraksi sebesar negatif 13,11% (yoy).

&quot;Secara detail, realisasi Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan Perpajakan mencapai Rp798,10 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp232,07 triliun, sementara realisasi Hibah mencapai Rp3,97 triliun,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (22/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Defisit Kian Melebar, APBN 2020 Tekor Rp500 Triliun
Dirinya mengatakan, pertumbuhan Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan Perpajakan dan PNBP juga mengalami kontraksi berturut-turut sebesar negatif 13,39% (yoy) dan negatif 13,48% (yoy).

&quot;Komponen Pendapatan Negara dari Perpajakan dan PNBP masing-masing capaian realisasinya terhadap APBN-Perpres 72/2020 tercatat mencapai 56,82% dan 78,90%,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Duh, Serapan Anggaran Kementerian ATR Baru Capai 52,41%
Dia menambahkan, penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional membutuhkan dana yang cukup besar yang sebagiannya dipenuhi oleh pembiayaan. &quot;Kita ingin APBN tetap kredibel,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
