<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Penghasilan Pas-pasan, Masih Perlu Asuransi?</title><description>Asuransi menjadi barang wajib yang harus dimiliki pada masa pandemi dan juga krisis seperti saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/622/2281760/punya-penghasilan-pas-pasan-masih-perlu-asuransi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/622/2281760/punya-penghasilan-pas-pasan-masih-perlu-asuransi"/><item><title>Punya Penghasilan Pas-pasan, Masih Perlu Asuransi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/622/2281760/punya-penghasilan-pas-pasan-masih-perlu-asuransi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/22/622/2281760/punya-penghasilan-pas-pasan-masih-perlu-asuransi</guid><pubDate>Selasa 22 September 2020 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/22/622/2281760/punya-penghasilan-pas-pasan-masih-perlu-asuransi-4ql1WWIKN1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Asuransi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/22/622/2281760/punya-penghasilan-pas-pasan-masih-perlu-asuransi-4ql1WWIKN1.jpg</image><title>Asuransi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Asuransi menjadi barang wajib yang harus dimiliki pada masa pandemi dan juga krisis seperti saat ini. Sebab asuransi bisa meminimalisir risiko baik secara kesehatan maupun keuangan.

Lantas bagaimana jika uang yang dimiliki terbatas? Apakah asuransi masih menjadi sesuatu yang penting, atau bisa dikesampingkan?
 
Baca juga: Pandemi, Masyarakat Harus Sadar Akan Pentingnya Asuransi Jiwa
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, bagi mereka yang memiliki keuangan terbatas ada baiknya bisa mengesampingkan pembelian produk asuransi. Apalagi bagi mereka yang terkena dampak pemotongan gaji atau bahkan sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

&quot;Lain halnya buat teman-teman yang benar-benar imbasnya besar banget, dalam artian sudah kena PHK, sampai jual aset segala macam, harus survive mungkin asuransi kesehatan kita abaikan lebih dahulu,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (22/9/2020).
 
Baca juga: Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Beli Asuransi
Menurut Andi, bagi mereka yang secara keuangan terbatas ada baiknya fokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk makan atau bahkan membayar cicilan properti atau kendaraan.

&quot;Karena orientasinya untuk bayar-bayar berbagai macam kewajiban tadi,&quot; jelasnya.Namun menurut Andi, bagi yang masih memiliki dana berlebih bisa  digunakan untuk membayar atau melunasi iuran BPJS Kesehatan. Atau jika  memang belum puas bisa digunakan untuk membeli produk premi asuransi.

Menurut Andi, hal ini jauh lebih penting jika dibandingkan digunakan  untuk membeli barang-barang yang tidak penting. Salah satu contohnya  adalah masker kekinian yang digunakan hanya sebagai fashion saja.

&quot;Dan juga kalaupun memang ada dana berlebih, untuk bayar BPJS.  Atau  asuransi kesehatan. Dibandingkan  untuk beli masker yang bermotif  ataupun beli barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan,&quot;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asuransi menjadi barang wajib yang harus dimiliki pada masa pandemi dan juga krisis seperti saat ini. Sebab asuransi bisa meminimalisir risiko baik secara kesehatan maupun keuangan.

Lantas bagaimana jika uang yang dimiliki terbatas? Apakah asuransi masih menjadi sesuatu yang penting, atau bisa dikesampingkan?
 
Baca juga: Pandemi, Masyarakat Harus Sadar Akan Pentingnya Asuransi Jiwa
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, bagi mereka yang memiliki keuangan terbatas ada baiknya bisa mengesampingkan pembelian produk asuransi. Apalagi bagi mereka yang terkena dampak pemotongan gaji atau bahkan sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

&quot;Lain halnya buat teman-teman yang benar-benar imbasnya besar banget, dalam artian sudah kena PHK, sampai jual aset segala macam, harus survive mungkin asuransi kesehatan kita abaikan lebih dahulu,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (22/9/2020).
 
Baca juga: Lakukan 4 Langkah Ini Sebelum Beli Asuransi
Menurut Andi, bagi mereka yang secara keuangan terbatas ada baiknya fokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk makan atau bahkan membayar cicilan properti atau kendaraan.

&quot;Karena orientasinya untuk bayar-bayar berbagai macam kewajiban tadi,&quot; jelasnya.Namun menurut Andi, bagi yang masih memiliki dana berlebih bisa  digunakan untuk membayar atau melunasi iuran BPJS Kesehatan. Atau jika  memang belum puas bisa digunakan untuk membeli produk premi asuransi.

Menurut Andi, hal ini jauh lebih penting jika dibandingkan digunakan  untuk membeli barang-barang yang tidak penting. Salah satu contohnya  adalah masker kekinian yang digunakan hanya sebagai fashion saja.

&quot;Dan juga kalaupun memang ada dana berlebih, untuk bayar BPJS.  Atau  asuransi kesehatan. Dibandingkan  untuk beli masker yang bermotif  ataupun beli barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan,&quot;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
