<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Waspadai Prediksi Sri Mulyani soal Resesi Ekonomi</title><description>Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengenai  ekonomi Indonesia kuartal III-2020 membuat investor mulai waspada.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282247/investor-waspadai-prediksi-sri-mulyani-soal-resesi-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282247/investor-waspadai-prediksi-sri-mulyani-soal-resesi-ekonomi"/><item><title>Investor Waspadai Prediksi Sri Mulyani soal Resesi Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282247/investor-waspadai-prediksi-sri-mulyani-soal-resesi-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282247/investor-waspadai-prediksi-sri-mulyani-soal-resesi-ekonomi</guid><pubDate>Rabu 23 September 2020 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282247/investor-waspadai-prediksi-sri-mulyani-soal-resesi-ekonomi-4QqZjmTAH1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282247/investor-waspadai-prediksi-sri-mulyani-soal-resesi-ekonomi-4QqZjmTAH1.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengenai  ekonomi Indonesia kuartal III-2020 akan kembali minus membuat investor  asing dan para pelaku pasar mulai waspada. Hal ini menandakan bahwa  Indonesia masuk ke jurang resesi.
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, para pelaku pasar dan  investor akan melakukan penyesuaian dan mengambil langkah jika ekonomi  Indonesia dipastikan resesi. &quot;Investor mulai lakukan penyesuaian  terhadap strategi investasi dan merombak portfolio aset untuk tekan  rugi,&quot; kata Bhima saat dihubungi, Jakarta, Rabu (23/9/2020).
 
Baca juga: Meski Diprediksi Resesi, Ekonomi RI Kuartal III Bakal Membaik
Kata dia, pernyataan Sri Mulyani yang mengindikasi resesi akan  direspon negatif oleh pasar. Hal ini dikarenakan IHSG alami tekanan  sehingga bergerak di bawah level 5.000.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sementara itu investor asing terus lakukan jual bersih atau nett  sells yang menembus Rp2,35 triliun sepekan terakhir diseluruh pasar,&quot;  katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%
Dia pun menambahkan, ucapan Sri Mulyani merupakan strategi komunikasi  yang mirip dengan kuartal II-2020 lalu. beberapa kali kemenkeu merilis  revisi pertumbuhan ekonomi, sehingga ketika minusnya 5,3% di kuartal ke  II justru IHSG naik diatas 5.100. Artinya investor sudah price in di  pasar.
&quot;Strategi ini mau digunakan lagi, sehingga shock pada pasar saham  diharapkan di awal, sebelum 5 november nanti ketika BPS umumkan resmi  pertumbuhan kuartal III 2020,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengenai  ekonomi Indonesia kuartal III-2020 akan kembali minus membuat investor  asing dan para pelaku pasar mulai waspada. Hal ini menandakan bahwa  Indonesia masuk ke jurang resesi.
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, para pelaku pasar dan  investor akan melakukan penyesuaian dan mengambil langkah jika ekonomi  Indonesia dipastikan resesi. &quot;Investor mulai lakukan penyesuaian  terhadap strategi investasi dan merombak portfolio aset untuk tekan  rugi,&quot; kata Bhima saat dihubungi, Jakarta, Rabu (23/9/2020).
 
Baca juga: Meski Diprediksi Resesi, Ekonomi RI Kuartal III Bakal Membaik
Kata dia, pernyataan Sri Mulyani yang mengindikasi resesi akan  direspon negatif oleh pasar. Hal ini dikarenakan IHSG alami tekanan  sehingga bergerak di bawah level 5.000.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sementara itu investor asing terus lakukan jual bersih atau nett  sells yang menembus Rp2,35 triliun sepekan terakhir diseluruh pasar,&quot;  katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%
Dia pun menambahkan, ucapan Sri Mulyani merupakan strategi komunikasi  yang mirip dengan kuartal II-2020 lalu. beberapa kali kemenkeu merilis  revisi pertumbuhan ekonomi, sehingga ketika minusnya 5,3% di kuartal ke  II justru IHSG naik diatas 5.100. Artinya investor sudah price in di  pasar.
&quot;Strategi ini mau digunakan lagi, sehingga shock pada pasar saham  diharapkan di awal, sebelum 5 november nanti ketika BPS umumkan resmi  pertumbuhan kuartal III 2020,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
