<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ekonomi Indonesia Bakal Dihantui Resesi hingga Kuartal I-2021</title><description>Perekonomian Indonesia diproyeksikan bakal mengalami resesi pada kuartal III-2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282366/ekonomi-indonesia-bakal-dihantui-resesi-hingga-kuartal-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282366/ekonomi-indonesia-bakal-dihantui-resesi-hingga-kuartal-i-2021"/><item><title> Ekonomi Indonesia Bakal Dihantui Resesi hingga Kuartal I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282366/ekonomi-indonesia-bakal-dihantui-resesi-hingga-kuartal-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282366/ekonomi-indonesia-bakal-dihantui-resesi-hingga-kuartal-i-2021</guid><pubDate>Rabu 23 September 2020 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282366/ekonomi-indonesia-bakal-dihantui-resesi-hingga-kuartal-i-2021-V7SItfqDpp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282366/ekonomi-indonesia-bakal-dihantui-resesi-hingga-kuartal-i-2021-V7SItfqDpp.jpg</image><title>Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perekonomian Indonesia diproyeksikan bakal mengalami resesi pada kuartal III-2020. Hal itu terjadi setelah pada kuartal sebelumnya pertumbuhan ekonomi Tanah Air mengalami kontraksi sedalam 5,32%.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai gejolak ekonomi di Indonesia akan terasa hingga kuartal I-2021. Diharapkan seluruh pelaku usaha untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis tersebut.

&quot;Jadi kita harus persiapkan diri untuk situasi akan cukup berat sampai kuartal I-2021,&quot; kata Teten dalam konferensi pers secara daring, Rabu (23/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Siap-Siap Ekonomi Indonesia Resesi, Apa Sih Artinya?
Dia menjelaskan, bahwa pemerintah sedang berusaha keras agar perekonomian Indonesia tak terkontraksi cukup dalam pada kuartal III-2020.

&quot;Pemerintah sedang berusaha di kuartal III ini. Artinya kita berjuang untuk tidak masuk ke jurang resesi. Pemerintah lagi mempush standing belanja agar tidak negatif atau kontraksinya tidak cukup dalam,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi. Sri Mulyani mengatakan pandemi covid-19 memberikan tekanan terhadap ekonomi semua negara. Dampak dari pandemi ini membuat ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan.

&amp;ldquo;Seperti negara Eropa, Italia, Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, UK, dan juga negara ASEAN di sekitar kita Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, kemarin.</description><content:encoded>JAKARTA - Perekonomian Indonesia diproyeksikan bakal mengalami resesi pada kuartal III-2020. Hal itu terjadi setelah pada kuartal sebelumnya pertumbuhan ekonomi Tanah Air mengalami kontraksi sedalam 5,32%.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai gejolak ekonomi di Indonesia akan terasa hingga kuartal I-2021. Diharapkan seluruh pelaku usaha untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis tersebut.

&quot;Jadi kita harus persiapkan diri untuk situasi akan cukup berat sampai kuartal I-2021,&quot; kata Teten dalam konferensi pers secara daring, Rabu (23/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Siap-Siap Ekonomi Indonesia Resesi, Apa Sih Artinya?
Dia menjelaskan, bahwa pemerintah sedang berusaha keras agar perekonomian Indonesia tak terkontraksi cukup dalam pada kuartal III-2020.

&quot;Pemerintah sedang berusaha di kuartal III ini. Artinya kita berjuang untuk tidak masuk ke jurang resesi. Pemerintah lagi mempush standing belanja agar tidak negatif atau kontraksinya tidak cukup dalam,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi. Sri Mulyani mengatakan pandemi covid-19 memberikan tekanan terhadap ekonomi semua negara. Dampak dari pandemi ini membuat ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan.

&amp;ldquo;Seperti negara Eropa, Italia, Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, UK, dan juga negara ASEAN di sekitar kita Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
