<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Sri Mulyani, Menko Airlangga Ramal Ekonomi RI Minus 1,1% di Kuartal IV</title><description>Airlangga Hartarto memperkirakan ekonomi Indonesia bakal tetap tumbuh negatif hingga kuartal IV-2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282464/usai-sri-mulyani-menko-airlangga-ramal-ekonomi-ri-minus-1-1-di-kuartal-iv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282464/usai-sri-mulyani-menko-airlangga-ramal-ekonomi-ri-minus-1-1-di-kuartal-iv"/><item><title>Usai Sri Mulyani, Menko Airlangga Ramal Ekonomi RI Minus 1,1% di Kuartal IV</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282464/usai-sri-mulyani-menko-airlangga-ramal-ekonomi-ri-minus-1-1-di-kuartal-iv</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282464/usai-sri-mulyani-menko-airlangga-ramal-ekonomi-ri-minus-1-1-di-kuartal-iv</guid><pubDate>Rabu 23 September 2020 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282464/usai-sri-mulyani-menko-airlangga-ramal-ekonomi-ri-minus-1-1-di-kuartal-iv-Rt3NB1Z7mj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282464/usai-sri-mulyani-menko-airlangga-ramal-ekonomi-ri-minus-1-1-di-kuartal-iv-Rt3NB1Z7mj.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan ekonomi Indonesia bakal tetap tumbuh negatif hingga kuartal IV-2020. Menurut kemungkinan terburuknya, pertumbuhan ekonomi nasional 2020 bisa mencapai minus 1%.

Artinya, dalam kuartal III dan IV, ekonomi Indonesia akan mengalami negatif. Hal ini seiring, kontraksi perekonomian yang terjadi di setiap negara selama masa pandemi Covid-19 saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bambang Brodjonegoro: Jangan Harap Ekonomi Kita Segera Kembali
&quot;Di kuartal kedua kita ketahui kita terkontraksi minus 5,32% dan juga dibandingkan dengan berbagai negara relatif kontraksi kita tidak terlalu dalam,&quot; kata dia dalam acara penyaluran KUR bagi UMKM mitra platform digital, Rabu (23/9/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, pemerintah telah memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bisa tetap tumbuh minus hingga kuartal IV-2020, yakni pada kisaran -1,1% sampai 0,2% .

&quot;Pemerintah melihat tren di kuartal kedua ketiga tentunya akan menentukan kuartal IV dan range daripada pertumbuhan yang diperkirakan di kuartal III mulai dari minus 3% sampai minus 1%,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investor Waspadai Prediksi Sri Mulyani soal Resesi Ekonomi
Namun, Airlangga berharap pertumbuhan ekonomi dapat mulai berbalik arah pada 2021. &quot;Berbagai lembaga sudah melihat, bahwa perekonomian Indonesia akan maju di lajur positif 4,5%-5,5% di 2021,&quot; sambungnya.

Kata dia, keyakinan itu dilontarkannya lantaran penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan mulai menunjukan tren positif. Seperti pada rasio tingkat kesembuhan pasien.

&quot;Tentunya kita melihat ada hal yang positif juga, data menunjukan bahwa tingkat kesembuhan meningkat di Indonesia, 72,7%. Ini mendekati rata-rata global di 73%,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan ekonomi Indonesia bakal tetap tumbuh negatif hingga kuartal IV-2020. Menurut kemungkinan terburuknya, pertumbuhan ekonomi nasional 2020 bisa mencapai minus 1%.

Artinya, dalam kuartal III dan IV, ekonomi Indonesia akan mengalami negatif. Hal ini seiring, kontraksi perekonomian yang terjadi di setiap negara selama masa pandemi Covid-19 saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bambang Brodjonegoro: Jangan Harap Ekonomi Kita Segera Kembali
&quot;Di kuartal kedua kita ketahui kita terkontraksi minus 5,32% dan juga dibandingkan dengan berbagai negara relatif kontraksi kita tidak terlalu dalam,&quot; kata dia dalam acara penyaluran KUR bagi UMKM mitra platform digital, Rabu (23/9/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut dia, pemerintah telah memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional bisa tetap tumbuh minus hingga kuartal IV-2020, yakni pada kisaran -1,1% sampai 0,2% .

&quot;Pemerintah melihat tren di kuartal kedua ketiga tentunya akan menentukan kuartal IV dan range daripada pertumbuhan yang diperkirakan di kuartal III mulai dari minus 3% sampai minus 1%,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investor Waspadai Prediksi Sri Mulyani soal Resesi Ekonomi
Namun, Airlangga berharap pertumbuhan ekonomi dapat mulai berbalik arah pada 2021. &quot;Berbagai lembaga sudah melihat, bahwa perekonomian Indonesia akan maju di lajur positif 4,5%-5,5% di 2021,&quot; sambungnya.

Kata dia, keyakinan itu dilontarkannya lantaran penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan mulai menunjukan tren positif. Seperti pada rasio tingkat kesembuhan pasien.

&quot;Tentunya kita melihat ada hal yang positif juga, data menunjukan bahwa tingkat kesembuhan meningkat di Indonesia, 72,7%. Ini mendekati rata-rata global di 73%,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
