<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ADB Siap Kucurkan Pinjaman Rp158,3 Triliun ke Indonesia</title><description>Asian Development Bank (ADB) telah mengesahkan strategi kemitraan negara 2020-2024 untuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282611/adb-siap-kucurkan-pinjaman-rp158-3-triliun-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282611/adb-siap-kucurkan-pinjaman-rp158-3-triliun-ke-indonesia"/><item><title>ADB Siap Kucurkan Pinjaman Rp158,3 Triliun ke Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282611/adb-siap-kucurkan-pinjaman-rp158-3-triliun-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/23/320/2282611/adb-siap-kucurkan-pinjaman-rp158-3-triliun-ke-indonesia</guid><pubDate>Rabu 23 September 2020 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282611/adb-siap-kucurkan-pinjaman-rp158-3-triliun-ke-indonesia-WHMyznSSPa.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/23/320/2282611/adb-siap-kucurkan-pinjaman-rp158-3-triliun-ke-indonesia-WHMyznSSPa.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Asian Development Bank (ADB) telah mengesahkan strategi kemitraan negara 2020-2024 untuk Indonesia, yang ditujukan guna menjalankan serangkaian dukungan finansial dan solusi melalui operasi sektor pemerintah dan swasta ADB, serta pengetahuan teknis, agar dapat mengkatalisasi investasi, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan membantu Indonesia agar bangkit lebih kuat lagi selepas pandemi penyakit virus korona (COVID-19).
Dengan strategi 5 tahun yang baru tersebut, operasi ADB akan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing, dengan berfokus pada kesejahteraan manusia, ekonomi yang kompetitif, dan lingkungan, sambil membantu untuk membangun ketahanan terhadap risiko iklim dan bencana.
Baca juga: Pulihkan Ekonomi Asia, ADB Gelontorkan Dana Rp296,7 Triliun
ADB akan membantu pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, termasuk pemulihan dari pandemi, melalui kombinasi pengetahuan, bantuan teknis dan dukungan keuangan. ADB akan membantu Indonesia memperkuat layanan kesehatan, memperluas perlindungan sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengembangkan keterampilan kerja. ADB juga akan membantu Indonesia menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan terhadap bencana alam dan pandemi.
&amp;ldquo;Strategi kemitraan negara yang baru ini mencerminkan komitmen kuat ADB guna membantu Indonesia mendorong pembangunan manusia, meningkatkan daya saing ekonomi, dan menjawab risiko bencana, serta keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan naiknya ancaman global seperti perubahan iklim,&quot; kata Presiden ADB Masatsugu Asakawa dalam keterangan resmi di Jakarta Rabu (23/9/2020).
Baca juga: 31 Negara Alami Resesi Imbas Covid-19, Berikut Daftarnya
Strategi tersebut memberikan kerangka yang fleksibel dan tangkas bagi ADB untuk membantu Indonesia memasukkan pemulihan hijau dan berbagai opsi pembangunan berkelanjutan lainnya, serta memperkuat mobilisasi sumber daya domestik guna mendukung upaya pemulihan
Strategi ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Indonesia (RPJMN, 2020&amp;ndash;2024) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (Sustainable Development Goals atau SDG), serta strategi korporat ADB, Strategy 2030.
&amp;ldquo;Kami sangat menghargai dukungan kuat ADB pada Indonesia yang sudah berlangsung lama, terutama kecepatan respons ADB, serta komunikasi yang erat dan aktif dengan pemerintah selama pandemi COVID-19,&amp;rdquo; sebut Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNC8xLzEyMjI3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Strategi kemitraan ini memosisikan ADB sebagai mitra penting yang  membawa solusi inovatif terhadap tantangan pembangunan yang kompleks.  Kami menyambut baik fokus ADB pada pembangunan yang inklusif, berdaya  saing, dan berkelanjutan.
Perekonomian Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara, dan  ketujuh terbesar di dunia berdasarkan daya beli. Indonesia telah  menurunkan tingkat kemiskinan lebih dari setengah, menjadi 9,2% dari  garis kemiskinan nasional pada 2019, dari sebelumnya 23,4% pada 1999,  tetapi kemajuan ini berisiko mengalami kemunduran akibat dampak berat  pandemi Covid-19.
Dengan strategi ini, pinjaman ADB kepada pemerintah Indonesia  diperkirakan akan mencapai USD10,7 miliar pada periode 2020&amp;ndash;2023.  Operasi negara ADB akan berupaya memobilisasi pembiayaan bersama  (cofinancing) dari mitra pembangunan dan investasi dari sektor swasta,  guna membantu pemerintah merespons lebih baik naiknya kebutuhan keuangan  di tengah pandemi COVID-19.
Sebagai contoh, ADB akan membantu Indonesia menarik lebih banyak  investasi swasta di bidang infrastruktur melalui kerja sama pemerintah  dan badan usaha (PPP/public-private partnership) yang lebih luas. ADB  akan membantu pencapaian SDG di Indonesia, dengan merancang berbagai  opsi pembiayaan inovatif untuk mengurangi risiko proyek-proyek  infrastruktur hijau dan sebagai katalis investasi sektor swasta.
ADB akan mendukung agenda reformasi kebijakan pemerintah dalam  pembangunan modal manusia, inklusi keuangan, daya saing usaha, badan  usaha milik negara, dan mempromosikan energi bersih. Operasi ADB akan  berupaya memajukan kesetaraan gender di Indonesia dengan membantu  meningkatkan akses perempuan ke sektor keuangan formal, memperkuat  keterampilan yang meningkatkan kelayakan bekerja lulusan perempuan dan  keikutsertaan perempuan dalam usaha perdesaan, serta meningkatkan akses  perempuan yang rentan ke layanan bantuan sosial.
Proyek-proyek yang dibiayai ADB akan mempromosikan penerapan  teknologi untuk memaksimalkan dampak pembangunan. Sebagai contoh, ADB  akan memanfaatkan analitik mahadata (big data analytics), teknologi  keuangan, teknologi satelit untuk pemetaan banjir dan pembangunan  perkotaan, jaringan dan meteran pintar, teknologi panas bumi, teknologi  limbah-menjadi-energi, serta sistem pengindraan jarak jauh guna  meningkatkan proses survei dan perencanaan bagi operasi dan perawatan  aset.
Program negara ADB akan mendukung partisipasi Indonesia dalam kerja  sama regional dan kontribusinya terhadap pembangunan manfaat publik  regional. Hal ini mencakup kerja sama perpajakan internasional, kerja  sama trilateral dengan negara-negara di kepulauan Pasifik terkait  kesehatan laut, kemitraan untuk mengurangi polusi lingkungan akibat  limbah plastik, dan pengembangan kawasan lintas batas guna mengurangi  disparitas regional.</description><content:encoded>JAKARTA -  Asian Development Bank (ADB) telah mengesahkan strategi kemitraan negara 2020-2024 untuk Indonesia, yang ditujukan guna menjalankan serangkaian dukungan finansial dan solusi melalui operasi sektor pemerintah dan swasta ADB, serta pengetahuan teknis, agar dapat mengkatalisasi investasi, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan membantu Indonesia agar bangkit lebih kuat lagi selepas pandemi penyakit virus korona (COVID-19).
Dengan strategi 5 tahun yang baru tersebut, operasi ADB akan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berdaya saing, dengan berfokus pada kesejahteraan manusia, ekonomi yang kompetitif, dan lingkungan, sambil membantu untuk membangun ketahanan terhadap risiko iklim dan bencana.
Baca juga: Pulihkan Ekonomi Asia, ADB Gelontorkan Dana Rp296,7 Triliun
ADB akan membantu pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, termasuk pemulihan dari pandemi, melalui kombinasi pengetahuan, bantuan teknis dan dukungan keuangan. ADB akan membantu Indonesia memperkuat layanan kesehatan, memperluas perlindungan sosial, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengembangkan keterampilan kerja. ADB juga akan membantu Indonesia menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan terhadap bencana alam dan pandemi.
&amp;ldquo;Strategi kemitraan negara yang baru ini mencerminkan komitmen kuat ADB guna membantu Indonesia mendorong pembangunan manusia, meningkatkan daya saing ekonomi, dan menjawab risiko bencana, serta keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan naiknya ancaman global seperti perubahan iklim,&quot; kata Presiden ADB Masatsugu Asakawa dalam keterangan resmi di Jakarta Rabu (23/9/2020).
Baca juga: 31 Negara Alami Resesi Imbas Covid-19, Berikut Daftarnya
Strategi tersebut memberikan kerangka yang fleksibel dan tangkas bagi ADB untuk membantu Indonesia memasukkan pemulihan hijau dan berbagai opsi pembangunan berkelanjutan lainnya, serta memperkuat mobilisasi sumber daya domestik guna mendukung upaya pemulihan
Strategi ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Indonesia (RPJMN, 2020&amp;ndash;2024) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (Sustainable Development Goals atau SDG), serta strategi korporat ADB, Strategy 2030.
&amp;ldquo;Kami sangat menghargai dukungan kuat ADB pada Indonesia yang sudah berlangsung lama, terutama kecepatan respons ADB, serta komunikasi yang erat dan aktif dengan pemerintah selama pandemi COVID-19,&amp;rdquo; sebut Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yNC8xLzEyMjI3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Strategi kemitraan ini memosisikan ADB sebagai mitra penting yang  membawa solusi inovatif terhadap tantangan pembangunan yang kompleks.  Kami menyambut baik fokus ADB pada pembangunan yang inklusif, berdaya  saing, dan berkelanjutan.
Perekonomian Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara, dan  ketujuh terbesar di dunia berdasarkan daya beli. Indonesia telah  menurunkan tingkat kemiskinan lebih dari setengah, menjadi 9,2% dari  garis kemiskinan nasional pada 2019, dari sebelumnya 23,4% pada 1999,  tetapi kemajuan ini berisiko mengalami kemunduran akibat dampak berat  pandemi Covid-19.
Dengan strategi ini, pinjaman ADB kepada pemerintah Indonesia  diperkirakan akan mencapai USD10,7 miliar pada periode 2020&amp;ndash;2023.  Operasi negara ADB akan berupaya memobilisasi pembiayaan bersama  (cofinancing) dari mitra pembangunan dan investasi dari sektor swasta,  guna membantu pemerintah merespons lebih baik naiknya kebutuhan keuangan  di tengah pandemi COVID-19.
Sebagai contoh, ADB akan membantu Indonesia menarik lebih banyak  investasi swasta di bidang infrastruktur melalui kerja sama pemerintah  dan badan usaha (PPP/public-private partnership) yang lebih luas. ADB  akan membantu pencapaian SDG di Indonesia, dengan merancang berbagai  opsi pembiayaan inovatif untuk mengurangi risiko proyek-proyek  infrastruktur hijau dan sebagai katalis investasi sektor swasta.
ADB akan mendukung agenda reformasi kebijakan pemerintah dalam  pembangunan modal manusia, inklusi keuangan, daya saing usaha, badan  usaha milik negara, dan mempromosikan energi bersih. Operasi ADB akan  berupaya memajukan kesetaraan gender di Indonesia dengan membantu  meningkatkan akses perempuan ke sektor keuangan formal, memperkuat  keterampilan yang meningkatkan kelayakan bekerja lulusan perempuan dan  keikutsertaan perempuan dalam usaha perdesaan, serta meningkatkan akses  perempuan yang rentan ke layanan bantuan sosial.
Proyek-proyek yang dibiayai ADB akan mempromosikan penerapan  teknologi untuk memaksimalkan dampak pembangunan. Sebagai contoh, ADB  akan memanfaatkan analitik mahadata (big data analytics), teknologi  keuangan, teknologi satelit untuk pemetaan banjir dan pembangunan  perkotaan, jaringan dan meteran pintar, teknologi panas bumi, teknologi  limbah-menjadi-energi, serta sistem pengindraan jarak jauh guna  meningkatkan proses survei dan perencanaan bagi operasi dan perawatan  aset.
Program negara ADB akan mendukung partisipasi Indonesia dalam kerja  sama regional dan kontribusinya terhadap pembangunan manfaat publik  regional. Hal ini mencakup kerja sama perpajakan internasional, kerja  sama trilateral dengan negara-negara di kepulauan Pasifik terkait  kesehatan laut, kemitraan untuk mengurangi polusi lingkungan akibat  limbah plastik, dan pengembangan kawasan lintas batas guna mengurangi  disparitas regional.</content:encoded></item></channel></rss>
