<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resesi di Depan Mata seperti 1998, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?   </title><description>Beberapa negara mengalami resesi akibat tak mampu mengontrol kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/320/2283296/resesi-di-depan-mata-seperti-1998-apa-yang-harus-dilakukan-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/320/2283296/resesi-di-depan-mata-seperti-1998-apa-yang-harus-dilakukan-masyarakat"/><item><title>Resesi di Depan Mata seperti 1998, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/320/2283296/resesi-di-depan-mata-seperti-1998-apa-yang-harus-dilakukan-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/320/2283296/resesi-di-depan-mata-seperti-1998-apa-yang-harus-dilakukan-masyarakat</guid><pubDate>Kamis 24 September 2020 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/24/320/2283296/resesi-di-depan-mata-seperti-1998-apa-yang-harus-dilakukan-masyarakat-hq1gR6Myr3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/24/320/2283296/resesi-di-depan-mata-seperti-1998-apa-yang-harus-dilakukan-masyarakat-hq1gR6Myr3.jpg</image><title>Resesi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa negara mengalami resesi akibat tak mampu mengontrol kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Indonesia pun tak ingin ketinggalan, karena kuartal III-2020 hampir dipastikan pertumbuhannya masih minus seperti kuartal sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Analis MNC Sekuritas M Rudi Setiawan meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Dia berharap peristiwa resesi yang pernah terjadi pada 1998 silam tidak terjadi kembali.
&quot;Memang betul harus dikatakan masyarakat untuk tetap tenang. Kalau kita lihat dari yang kejadian-kejadian di 98 memang tercampur dengan isu politik. Namun, sebenarnya itu ujung-ujungnya keterkaitan dengan ekonomi,&quot;  kata Rudi dalam diskusi secara daring, Kamis (24/9/2020).
Menurut dia, bila seseorang selalu berpikiran terlalu berlebihan, nantinya malah membawa efek negatif bagi lingkungan sekitar.
&quot;Jika kita punya pikiran yang sangat takut sekali dalam menghadapi resesi ini justru akan timbul yang tidak diinginkan. Harap tenang,&quot; ujarnya.


Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi. Sri Mulyani mengatakan pandemi covid-19 memberikan tekanan terhadap ekonomi semua negara. Dampak dari pandemi ini membuat ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Seperti negara Eropa, Italia, Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, UK, dan juga negara ASEAN di sekitar kita Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa 22 September 2020.


</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa negara mengalami resesi akibat tak mampu mengontrol kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Indonesia pun tak ingin ketinggalan, karena kuartal III-2020 hampir dipastikan pertumbuhannya masih minus seperti kuartal sebelumnya.
Menanggapi hal itu, Analis MNC Sekuritas M Rudi Setiawan meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Dia berharap peristiwa resesi yang pernah terjadi pada 1998 silam tidak terjadi kembali.
&quot;Memang betul harus dikatakan masyarakat untuk tetap tenang. Kalau kita lihat dari yang kejadian-kejadian di 98 memang tercampur dengan isu politik. Namun, sebenarnya itu ujung-ujungnya keterkaitan dengan ekonomi,&quot;  kata Rudi dalam diskusi secara daring, Kamis (24/9/2020).
Menurut dia, bila seseorang selalu berpikiran terlalu berlebihan, nantinya malah membawa efek negatif bagi lingkungan sekitar.
&quot;Jika kita punya pikiran yang sangat takut sekali dalam menghadapi resesi ini justru akan timbul yang tidak diinginkan. Harap tenang,&quot; ujarnya.


Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi semua negara akan mengalami resesi. Sri Mulyani mengatakan pandemi covid-19 memberikan tekanan terhadap ekonomi semua negara. Dampak dari pandemi ini membuat ekonomi di seluruh negara mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Seperti negara Eropa, Italia, Prancis sudah negatif. Jadi kalau kuartal ketiga forecast negatif mereka bisa tiga kuartal berturut-turut negatif. Spanyol, UK, dan juga negara ASEAN di sekitar kita Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand diperkirakan kuartal ketiga masih akan mengalami tekanan kontraksi yang cukup dalam,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Selasa 22 September 2020.


</content:encoded></item></channel></rss>
