<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Terancam Resesi, Biasanya Orang Selalu Tahan Duit</title><description>Ancaman resesi ekonomi terhadap Indonesia semakin dekat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/622/2283015/indonesia-terancam-resesi-biasanya-orang-selalu-tahan-duit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/622/2283015/indonesia-terancam-resesi-biasanya-orang-selalu-tahan-duit"/><item><title>Indonesia Terancam Resesi, Biasanya Orang Selalu Tahan Duit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/622/2283015/indonesia-terancam-resesi-biasanya-orang-selalu-tahan-duit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/24/622/2283015/indonesia-terancam-resesi-biasanya-orang-selalu-tahan-duit</guid><pubDate>Kamis 24 September 2020 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/24/622/2283015/indonesia-terancam-resesi-biasanya-orang-selalu-tahan-duit-PR5I9lk2E4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/24/622/2283015/indonesia-terancam-resesi-biasanya-orang-selalu-tahan-duit-PR5I9lk2E4.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ancaman resesi ekonomi terhadap Indonesia semakin dekat. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara terang-terangan menyebut jika ekonomi Indonesia akan resesi pada kuartal III-2020.
Indonesia terancam resesi sejak pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 lalu yang minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Artinya jika ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 kembali negatif, secara sah mengalami resesi.
Baca Juga: Jangan Takut Resesi, Selalu Ada Peluang dalam Kesusahan
 
Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan secara finansial saat ancaman krisis menghantui memang ada baiknya untuk menunda liburan. Karena saat krisis seharusnya lebih banyak untuk menyimpan uang untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga.
&quot;Pada masa krisis biasanya orang selalu nahan duit untuk belanja hal yang lebih besar,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis  (24/9/2020).
Baca Juga: Mau Investasi Saham Jelang Resesi, Aman Enggak Ya?
 
Meskipun, dirinya menyadari jika kebutuhan masyarakat untuk berlibur juga sama pentingnya. Tujuannya adalah untuk merefresh otak setelah hampir sepanjang tahun harus terus bertahan dari penularan virus corona (covid-19).
&quot;Jadi ibaratnya kalau traveling jalan-jalan itu kaya orang mau pergi ke kantor dia enggak jalan kaki tapi naik kendaraan umum supaya dia enggak capek,&quot; kata Safir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun jika masyarakat sudah sangat ingin untuk berlibur, boleh saja.  Tapi, harus berlibur yang dekat dengan rumah dan menghindari keramaian.
Tujuannya adalah agar kantong sehat begitupun juga secara fisik atau  badan juga tetap sehat. Salah satu alternatifnya adalah dengan melakukan  staycation di hotel.
&quot;Tipsnya silahkan pergi jalan-jalan karena orang punya kebutuhan  psikologis untuk jalan-jalan. Tapi harus akalin cari tempat yang mungkin  enggak terlalu ramai lah,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ancaman resesi ekonomi terhadap Indonesia semakin dekat. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara terang-terangan menyebut jika ekonomi Indonesia akan resesi pada kuartal III-2020.
Indonesia terancam resesi sejak pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 lalu yang minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy). Artinya jika ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 kembali negatif, secara sah mengalami resesi.
Baca Juga: Jangan Takut Resesi, Selalu Ada Peluang dalam Kesusahan
 
Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan secara finansial saat ancaman krisis menghantui memang ada baiknya untuk menunda liburan. Karena saat krisis seharusnya lebih banyak untuk menyimpan uang untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga.
&quot;Pada masa krisis biasanya orang selalu nahan duit untuk belanja hal yang lebih besar,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis  (24/9/2020).
Baca Juga: Mau Investasi Saham Jelang Resesi, Aman Enggak Ya?
 
Meskipun, dirinya menyadari jika kebutuhan masyarakat untuk berlibur juga sama pentingnya. Tujuannya adalah untuk merefresh otak setelah hampir sepanjang tahun harus terus bertahan dari penularan virus corona (covid-19).
&quot;Jadi ibaratnya kalau traveling jalan-jalan itu kaya orang mau pergi ke kantor dia enggak jalan kaki tapi naik kendaraan umum supaya dia enggak capek,&quot; kata Safir.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun jika masyarakat sudah sangat ingin untuk berlibur, boleh saja.  Tapi, harus berlibur yang dekat dengan rumah dan menghindari keramaian.
Tujuannya adalah agar kantong sehat begitupun juga secara fisik atau  badan juga tetap sehat. Salah satu alternatifnya adalah dengan melakukan  staycation di hotel.
&quot;Tipsnya silahkan pergi jalan-jalan karena orang punya kebutuhan  psikologis untuk jalan-jalan. Tapi harus akalin cari tempat yang mungkin  enggak terlalu ramai lah,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
