<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resesi Indonesia Tidak Terjadi Tiba-Tiba</title><description>Pemerintah menilai resesi yang akan terjadi di Indonesia tidaklah mudah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283563/resesi-indonesia-tidak-terjadi-tiba-tiba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283563/resesi-indonesia-tidak-terjadi-tiba-tiba"/><item><title>Resesi Indonesia Tidak Terjadi Tiba-Tiba</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283563/resesi-indonesia-tidak-terjadi-tiba-tiba</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283563/resesi-indonesia-tidak-terjadi-tiba-tiba</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2020 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283563/resesi-indonesia-tidak-terjadi-tiba-tiba-q2AWiUcdhV.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis Covid-19 Lebih Parah Dibanding 2008. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283563/resesi-indonesia-tidak-terjadi-tiba-tiba-q2AWiUcdhV.jpeg</image><title>Krisis Covid-19 Lebih Parah Dibanding 2008. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah  menilai resesi yang akan terjadi di Indonesia tidaklah mudah. Indonesia pun segera masuk lubang resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 diprediksi kembali minus.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan, secara sederhana resesi diartikannya melalui pengertian rule of thumb Julius Shiskin. Kontraksi produk domestik bruto (GDP) secara tahunan selama dua kuartal berturut-turut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi, Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2%
&quot;Supaya gampang memahaminya, pakai rule of thumb. Biasanya kalau di dua kuartal berturut-turut,  pertumbuhannya negatif. Kenapa perlu rule of thumb? Secara substansial resesi ini sering kali terjadi tidak tiba-tiba,&quot; ujar Febrio, dalam diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, definisi resesi secara substansial sebenarnya tidak sesimpel itu. Lantaran, resesi merupakan proses perlambatan ekonomi secara keseluruhan. Adapun bisa berkepanjangan tergantung perlambatan ekonomi masih terjadi.
&quot;Apakah perlambatan itu terjadi secara berkepanjangan? Itu baru disebut resesi,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Resesi, Tak Sedalam Malaysia hingga Singapura
Dia menambahkan, perhitungan resesi di Indonesia masih lemah lantaran jarang memainkan data terkini. Sebagai perbandingan, dia mencontohkan Amerika Serikat.
&quot;Tapi perekonomian kita beda dengan di negara maju. Kita sering ngikuti Amerika Serikat, karena data mereka bagus. Tiap bulan bisa keluar data pengangguran berapa, kita cuma dua kali setahun. Jadi mereka bisa mengatakan resesinya bulan berapa,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah  menilai resesi yang akan terjadi di Indonesia tidaklah mudah. Indonesia pun segera masuk lubang resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 diprediksi kembali minus.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan, secara sederhana resesi diartikannya melalui pengertian rule of thumb Julius Shiskin. Kontraksi produk domestik bruto (GDP) secara tahunan selama dua kuartal berturut-turut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi, Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2%
&quot;Supaya gampang memahaminya, pakai rule of thumb. Biasanya kalau di dua kuartal berturut-turut,  pertumbuhannya negatif. Kenapa perlu rule of thumb? Secara substansial resesi ini sering kali terjadi tidak tiba-tiba,&quot; ujar Febrio, dalam diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurutnya, definisi resesi secara substansial sebenarnya tidak sesimpel itu. Lantaran, resesi merupakan proses perlambatan ekonomi secara keseluruhan. Adapun bisa berkepanjangan tergantung perlambatan ekonomi masih terjadi.
&quot;Apakah perlambatan itu terjadi secara berkepanjangan? Itu baru disebut resesi,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indonesia Resesi, Tak Sedalam Malaysia hingga Singapura
Dia menambahkan, perhitungan resesi di Indonesia masih lemah lantaran jarang memainkan data terkini. Sebagai perbandingan, dia mencontohkan Amerika Serikat.
&quot;Tapi perekonomian kita beda dengan di negara maju. Kita sering ngikuti Amerika Serikat, karena data mereka bagus. Tiap bulan bisa keluar data pengangguran berapa, kita cuma dua kali setahun. Jadi mereka bisa mengatakan resesinya bulan berapa,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
