<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Resesi? Begini Penjelasan Kepala BKF</title><description>Pengertian rule of thumb Julius Shiskin. Kontraksi produk domestik bruto (GDP) secara tahunan selama dua kuartal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283575/mengenal-resesi-begini-penjelasan-kepala-bkf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283575/mengenal-resesi-begini-penjelasan-kepala-bkf"/><item><title>Mengenal Resesi? Begini Penjelasan Kepala BKF</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283575/mengenal-resesi-begini-penjelasan-kepala-bkf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283575/mengenal-resesi-begini-penjelasan-kepala-bkf</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2020 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283575/mengenal-resesi-begini-penjelasan-kepala-bkf-WRIDtjZTbD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283575/mengenal-resesi-begini-penjelasan-kepala-bkf-WRIDtjZTbD.jpg</image><title>Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menerangkan apa yang terjadi dengan ekonomi Indonesia, salah satunya resesi. Secara substansial resesi ini sering kali terjadi tapi tidak tiba-tiba.
Secara sederhana, kata Febrio, resesi diartikannya melalui pengertian rule of thumb Julius Shiskin. Kontraksi produk domestik bruto (GDP) secara tahunan selama dua kuartal berturut-turut.
&quot;Supaya gampang memahaminya, pakai rule of thumb. Biasanya kalau di dua kuartal berturut turut,  pertumbuhannya negatif,&quot; ujarnya, Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenkeu: Kita Sudah Pasti Resesi
Namun, lanjutnya, definisi resesi secara substansial sebenarnya tidak sesimpel itu. Lantaran, resesi merupakan proses perlambatan ekonomi secara keseluruhan.
Adapun bisa berkepanjangan tergantung perlambatan ekonomi masih terjadi. &quot;Apakah perlambatan itu terjadi secara berkepanjangan? Itu baru disebut resesi,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dirinya pun memproyeksi perekonomian akan kembali minus 2,9% hingga 1% pada kuartal III tahun ini. Artinya, Indonesia sudah mengalami dua kali perekonomian minus, setelah sebelumnya pada kuartal II-2020 minus 5,3%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi Indonesia Tidak Terjadi Tiba-Tiba
&amp;ldquo;Kalau dilihat di kuartal I melambat di bawah 5% , kuartal II apalagi, dalam sekali. Kuartal III expect di kisaran minus 2,9% dan minus 1%, berarti sudah resesi, sudah perpanjangan perlambatan ekonomi kita,&amp;rdquo; ujar Febrio.
Dia pun mengatakan hampir seluruh negara juga mengalami resesi di tahun ini. Sebab sumber resesi sama di semua negara, yakni Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menerangkan apa yang terjadi dengan ekonomi Indonesia, salah satunya resesi. Secara substansial resesi ini sering kali terjadi tapi tidak tiba-tiba.
Secara sederhana, kata Febrio, resesi diartikannya melalui pengertian rule of thumb Julius Shiskin. Kontraksi produk domestik bruto (GDP) secara tahunan selama dua kuartal berturut-turut.
&quot;Supaya gampang memahaminya, pakai rule of thumb. Biasanya kalau di dua kuartal berturut turut,  pertumbuhannya negatif,&quot; ujarnya, Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenkeu: Kita Sudah Pasti Resesi
Namun, lanjutnya, definisi resesi secara substansial sebenarnya tidak sesimpel itu. Lantaran, resesi merupakan proses perlambatan ekonomi secara keseluruhan.
Adapun bisa berkepanjangan tergantung perlambatan ekonomi masih terjadi. &quot;Apakah perlambatan itu terjadi secara berkepanjangan? Itu baru disebut resesi,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yMi80LzEyMjgyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dirinya pun memproyeksi perekonomian akan kembali minus 2,9% hingga 1% pada kuartal III tahun ini. Artinya, Indonesia sudah mengalami dua kali perekonomian minus, setelah sebelumnya pada kuartal II-2020 minus 5,3%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Resesi Indonesia Tidak Terjadi Tiba-Tiba
&amp;ldquo;Kalau dilihat di kuartal I melambat di bawah 5% , kuartal II apalagi, dalam sekali. Kuartal III expect di kisaran minus 2,9% dan minus 1%, berarti sudah resesi, sudah perpanjangan perlambatan ekonomi kita,&amp;rdquo; ujar Febrio.
Dia pun mengatakan hampir seluruh negara juga mengalami resesi di tahun ini. Sebab sumber resesi sama di semua negara, yakni Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
