<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat, Resesi Lahirkan 5 Juta Pengangguran Baru</title><description>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemerintah harus serius menghadapi gejolak ekonomi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283787/gawat-resesi-lahirkan-5-juta-pengangguran-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283787/gawat-resesi-lahirkan-5-juta-pengangguran-baru"/><item><title>Gawat, Resesi Lahirkan 5 Juta Pengangguran Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283787/gawat-resesi-lahirkan-5-juta-pengangguran-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283787/gawat-resesi-lahirkan-5-juta-pengangguran-baru</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2020 16:56 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283787/gawat-resesi-lahirkan-5-juta-pengangguran-baru-G7RG5Vqr9Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengangguran Meningkat karena Resesi Ekonomi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283787/gawat-resesi-lahirkan-5-juta-pengangguran-baru-G7RG5Vqr9Z.jpg</image><title>Pengangguran Meningkat karena Resesi Ekonomi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemerintah harus serius menghadapi gejolak ekonomi yang semakin menurun. Apalagi, Indonesia diprediksi segera mengalami resesi.
Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani mengatakan,  resesi akan membuat jumlah pengangguran di Indonesia meningkat hingga 5 juta orang.
&quot;Pertumbuhan ekonomi di minus 1,7%  dan 0,6% akan meningkatkan kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Sekarang jumlah pengangguran kurang lebih 7 juta orang, dan akan bertambah lebih dari 5 juta,&quot; ujar Rosan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengenal Resesi? Begini Penjelasan Kepala BKF
Menurutnya, pandemi telah menekan berbagai sektor yang akhirnya menyebabkan peningkatan kemiskinan dan pengangguran . Bahkan jika di luar pandemi, sudah ada 7 juta pengangguran setiap tahunnya.
Sementara itu, di setiap tahunnya sekitar 2 hingga 2,5 juta orang merupakan angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan kerja. Saat ini ada 8,14 juta orang yang setengah menganggur dan 28,41 juta orang pekerja paruh waktu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenkeu: Kita Sudah Pasti Resesi
Dengan demikian, setidaknya ada 46,3 juta orang yang tidak bekerja secara penuh di tahun ini.  &quot;Ini angka tinggi ditambah tadi berdasarkan angka kemenkeu kurang lebih 4-5 juta pengangguran terbuka disebabkan pandemi,&quot; tuturnya.
Dia merinci sektor-sektor industri yang memiliki tenaga kerja besar dan turut terimbas pandemi dengan pertumbuhan yang minus, yakni sektor pertanian kontribusi terhadap total tenaga kerja sebesar 29,04% dengan pertumbuhan pada kuartal I sebesar 0,02% dan kuartal II menjadi 2,19%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNS80LzEyMjkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian sektor perdagangan memiliki andil terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 18,63% dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sebesar 1,60%, namun mulai mencatatkan minus pada kuartal II minus 7,57%.
Selanjutnya ada industri pengolahan memiliki andil penyerapan tenaga kerja sebanyak 14,09%, dengan kinerja pada kuartal I 2,06% kemudian pada kuartal II merosot jadi -6,19%. Sektor akomodasi dan makanan minuman akan mengalami kontraksi 22,02% serta industri transportasi hingga minus 30,84%.
&quot;Makanan dan minuman mengalami kontraksi besar, tekanan terhadap tenaga kerja sangat besar, oleh karena itu langkah-langkah ke depan dalam penciptaan lapangan kerja menjadi penting ke depannya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemerintah harus serius menghadapi gejolak ekonomi yang semakin menurun. Apalagi, Indonesia diprediksi segera mengalami resesi.
Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani mengatakan,  resesi akan membuat jumlah pengangguran di Indonesia meningkat hingga 5 juta orang.
&quot;Pertumbuhan ekonomi di minus 1,7%  dan 0,6% akan meningkatkan kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Sekarang jumlah pengangguran kurang lebih 7 juta orang, dan akan bertambah lebih dari 5 juta,&quot; ujar Rosan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengenal Resesi? Begini Penjelasan Kepala BKF
Menurutnya, pandemi telah menekan berbagai sektor yang akhirnya menyebabkan peningkatan kemiskinan dan pengangguran . Bahkan jika di luar pandemi, sudah ada 7 juta pengangguran setiap tahunnya.
Sementara itu, di setiap tahunnya sekitar 2 hingga 2,5 juta orang merupakan angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan kerja. Saat ini ada 8,14 juta orang yang setengah menganggur dan 28,41 juta orang pekerja paruh waktu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kemenkeu: Kita Sudah Pasti Resesi
Dengan demikian, setidaknya ada 46,3 juta orang yang tidak bekerja secara penuh di tahun ini.  &quot;Ini angka tinggi ditambah tadi berdasarkan angka kemenkeu kurang lebih 4-5 juta pengangguran terbuka disebabkan pandemi,&quot; tuturnya.
Dia merinci sektor-sektor industri yang memiliki tenaga kerja besar dan turut terimbas pandemi dengan pertumbuhan yang minus, yakni sektor pertanian kontribusi terhadap total tenaga kerja sebesar 29,04% dengan pertumbuhan pada kuartal I sebesar 0,02% dan kuartal II menjadi 2,19%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNS80LzEyMjkwMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemudian sektor perdagangan memiliki andil terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 18,63% dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sebesar 1,60%, namun mulai mencatatkan minus pada kuartal II minus 7,57%.
Selanjutnya ada industri pengolahan memiliki andil penyerapan tenaga kerja sebanyak 14,09%, dengan kinerja pada kuartal I 2,06% kemudian pada kuartal II merosot jadi -6,19%. Sektor akomodasi dan makanan minuman akan mengalami kontraksi 22,02% serta industri transportasi hingga minus 30,84%.
&quot;Makanan dan minuman mengalami kontraksi besar, tekanan terhadap tenaga kerja sangat besar, oleh karena itu langkah-langkah ke depan dalam penciptaan lapangan kerja menjadi penting ke depannya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
