<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Sebut Bantuan Kuota Internet agar Indonesia Tetap Bekerja</title><description>Pandemi covid-19 diharapkan tidak melemahkan semangat dan kualitas belajar mengajar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283800/erick-thohir-sebut-bantuan-kuota-internet-agar-indonesia-tetap-bekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283800/erick-thohir-sebut-bantuan-kuota-internet-agar-indonesia-tetap-bekerja"/><item><title>Erick Thohir Sebut Bantuan Kuota Internet agar Indonesia Tetap Bekerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283800/erick-thohir-sebut-bantuan-kuota-internet-agar-indonesia-tetap-bekerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/320/2283800/erick-thohir-sebut-bantuan-kuota-internet-agar-indonesia-tetap-bekerja</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2020 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283800/erick-thohir-sebut-bantuan-kuota-internet-agar-indonesia-tetap-bekerja-AT8Tq8G9jA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/25/320/2283800/erick-thohir-sebut-bantuan-kuota-internet-agar-indonesia-tetap-bekerja-AT8Tq8G9jA.jpeg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi covid-19 diharapkan tidak melemahkan semangat dan kualitas belajar mengajar. Pada kondisi penuh tantangan ini diperlukan semangat dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
Tak sekedar memberi semangat, pemerintah juga memberi bantuan berupa kuota data internet untuk membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.
Baca Juga: Kabar WHO Restui Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif IHSG
 
&quot;Program kerja kami dari awal tidak pernah berubah. Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh adalah tiga strategi yang terus berusaha dijalankan secara baik. Kebijakan bantuan kuota data internet menjadi bagian dari Indonesia tetap kerja,&amp;rdquo; jelas Erick Thohir di Jakarta, Jumat (25/9/2020).&amp;nbsp;
Dia menambahkan bahwa terlaksananya program ini merupakan koordinasi antara Kemendikbud dengan pemangku kepentingan lainnya yakni KPCPEN, Kementerian BUMN, serta Kemenkominfo. &quot;Ini bukti kolaborasi dan kerja sama yang sangat positif karena negara hadir untuk rakyat, bekerja baik untuk rakyat, dan bekerja 24 jam untuk rakyat,&quot; lanjutnya.
Baca Juga: Hanya Ada 1 Provinsi yang Nihil Kasus Baru Covid-19 
 
Erick Thohir menyatakan bahwa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing merupakan salah satu dari tujuh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dicanangkan Kabinet Indonesia Maju jilid 2.&amp;nbsp;
&quot;Oleh sebab itu, agar pandemi COVID-19 tidak sampai mempengaruhi kualitas SDM dalam proses belajar dan mengajar, maka bantuan kuota data ini juga dalam konteks untuk menjaga kualitas SDM bangsa, sekaligus menjaga agar hak setiap peserta didik terpenuhi serta aksesibilitas peserta didik dan produktivitas pendidikan terus meningkat,&quot; lanjutnya.


Sebelum program kuota data internet ini diluncurkan, BUMN melalui  Holding Telekomunikasi juga sudah memberikan berbagai dukungan untuk  kegiatan belajar mengajar dan bekerja secara online. Mulai dari  penguatan konektivitas, layanan belajar jarak jauh bebas biaya, akses  data bebas kuota hingga 30 giga byte, hingga kerjasama dengan 112  perguruan tinggi yang memiliki e-learning, aplikasi Sekolahku dan  aplikasi belajar jarak jauh lain.
Mendikbud mengatakan program bantuan kuota data internat untuk  mengatasi terbatasnya ketersediaan paket data internet bagi pendidik dan  peserta didik selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama empat bulan  membutuhkan anggaran senilai Rp7,2 triliun.
&quot;Saya bersyukur atas kerja sama dan koordinasi yang baik lintas  kementerian dan lembaga sehingga kebijakan bantuan kuota data internet  dapat terealisasi. Seluruh penerima manfaat yakni peserta siswa, guru,  mahasiswa, dan dosen akan mendapatkan kuota internet sesuai yang  diperlukan selama empat bulan ke depan,&quot; ujar Mendikbud.
Semetara itu, Menkominfo menyatakan akan terus memantau agar operator  seluler yang terlibat dalam program ini menjaga kualitas jaringan agar  terjaga dengan baik. &amp;ldquo;Kami meminta agar operator seluler turut mengambil  bagian penting untuk memerhatikan betul kondisi jaringan di lokasinya  masing-masing. Perhatian dari seluruh pemangku kepentingan ini sangat  berpengaruh besar terhadap proses belajar-mengajar,&amp;rdquo; jelas Jhonny G  Plate.
Bantuan kuota data internet yang diberikan pemerintah terdiri dari  dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum berarti yang  dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan  kuota belajar berarti yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman  dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada  http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.
Alokasi kuota yang diberikan yakni untuk peserta didik Pendidikan  Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 20 GB/bulan, peserta didik jenjang  pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada PAUD dan  jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa  dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5  GB/bulan, sisanya adalah untuk kuota belajar.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi covid-19 diharapkan tidak melemahkan semangat dan kualitas belajar mengajar. Pada kondisi penuh tantangan ini diperlukan semangat dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
Tak sekedar memberi semangat, pemerintah juga memberi bantuan berupa kuota data internet untuk membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.
Baca Juga: Kabar WHO Restui Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif IHSG
 
&quot;Program kerja kami dari awal tidak pernah berubah. Indonesia sehat, Indonesia bekerja, Indonesia tumbuh adalah tiga strategi yang terus berusaha dijalankan secara baik. Kebijakan bantuan kuota data internet menjadi bagian dari Indonesia tetap kerja,&amp;rdquo; jelas Erick Thohir di Jakarta, Jumat (25/9/2020).&amp;nbsp;
Dia menambahkan bahwa terlaksananya program ini merupakan koordinasi antara Kemendikbud dengan pemangku kepentingan lainnya yakni KPCPEN, Kementerian BUMN, serta Kemenkominfo. &quot;Ini bukti kolaborasi dan kerja sama yang sangat positif karena negara hadir untuk rakyat, bekerja baik untuk rakyat, dan bekerja 24 jam untuk rakyat,&quot; lanjutnya.
Baca Juga: Hanya Ada 1 Provinsi yang Nihil Kasus Baru Covid-19 
 
Erick Thohir menyatakan bahwa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing merupakan salah satu dari tujuh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dicanangkan Kabinet Indonesia Maju jilid 2.&amp;nbsp;
&quot;Oleh sebab itu, agar pandemi COVID-19 tidak sampai mempengaruhi kualitas SDM dalam proses belajar dan mengajar, maka bantuan kuota data ini juga dalam konteks untuk menjaga kualitas SDM bangsa, sekaligus menjaga agar hak setiap peserta didik terpenuhi serta aksesibilitas peserta didik dan produktivitas pendidikan terus meningkat,&quot; lanjutnya.


Sebelum program kuota data internet ini diluncurkan, BUMN melalui  Holding Telekomunikasi juga sudah memberikan berbagai dukungan untuk  kegiatan belajar mengajar dan bekerja secara online. Mulai dari  penguatan konektivitas, layanan belajar jarak jauh bebas biaya, akses  data bebas kuota hingga 30 giga byte, hingga kerjasama dengan 112  perguruan tinggi yang memiliki e-learning, aplikasi Sekolahku dan  aplikasi belajar jarak jauh lain.
Mendikbud mengatakan program bantuan kuota data internat untuk  mengatasi terbatasnya ketersediaan paket data internet bagi pendidik dan  peserta didik selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama empat bulan  membutuhkan anggaran senilai Rp7,2 triliun.
&quot;Saya bersyukur atas kerja sama dan koordinasi yang baik lintas  kementerian dan lembaga sehingga kebijakan bantuan kuota data internet  dapat terealisasi. Seluruh penerima manfaat yakni peserta siswa, guru,  mahasiswa, dan dosen akan mendapatkan kuota internet sesuai yang  diperlukan selama empat bulan ke depan,&quot; ujar Mendikbud.
Semetara itu, Menkominfo menyatakan akan terus memantau agar operator  seluler yang terlibat dalam program ini menjaga kualitas jaringan agar  terjaga dengan baik. &amp;ldquo;Kami meminta agar operator seluler turut mengambil  bagian penting untuk memerhatikan betul kondisi jaringan di lokasinya  masing-masing. Perhatian dari seluruh pemangku kepentingan ini sangat  berpengaruh besar terhadap proses belajar-mengajar,&amp;rdquo; jelas Jhonny G  Plate.
Bantuan kuota data internet yang diberikan pemerintah terdiri dari  dua jenis, yakni kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum berarti yang  dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi, sedangkan  kuota belajar berarti yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman  dan aplikasi pembelajaran dengan daftar yang tercantum pada  http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.
Alokasi kuota yang diberikan yakni untuk peserta didik Pendidikan  Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 20 GB/bulan, peserta didik jenjang  pendidikan dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik pada PAUD dan  jenjang pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta untuk mahasiswa  dan dosen 50 GB/bulan. Seluruhnya mendapatkan kuota umum sebesar 5  GB/bulan, sisanya adalah untuk kuota belajar.</content:encoded></item></channel></rss>
