<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Tarik Pelanggan, Murah Hati dalam Beri Diskon</title><description>Pandemi virus corona membuat sektor usaha sangat terpukul.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/455/2283117/cara-tarik-pelanggan-murah-hati-dalam-beri-diskon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/455/2283117/cara-tarik-pelanggan-murah-hati-dalam-beri-diskon"/><item><title>Cara Tarik Pelanggan, Murah Hati dalam Beri Diskon</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/455/2283117/cara-tarik-pelanggan-murah-hati-dalam-beri-diskon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/25/455/2283117/cara-tarik-pelanggan-murah-hati-dalam-beri-diskon</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2020 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/24/455/2283117/cara-tarik-pelanggan-murah-hati-dalam-beri-diskon-8VhQnjB2yL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskon (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/24/455/2283117/cara-tarik-pelanggan-murah-hati-dalam-beri-diskon-8VhQnjB2yL.jpg</image><title>Diskon (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat sektor usaha sangat terpukul. Apalagi, khusus di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kembali dilakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Oleh karena itu, para pengusaha dituntut untuk lebih kreatif jika ingin bisnisnya tetap bertahan. Misalnya adalah dengan memberikan promo-promo seperti diskon.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mau Buka Usaha tapi Kurang Modal? Coba Lakukan Ini
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, promo seperti diskon ini bertujuan untuk menarik perhatian pelanggan. Mengingat kondisi dunia usaha di dalam negeri sudah sangat bising.

&quot;Pertama-tama perlu dipahami bahwa diskon itu diberikan karena pedagang atau toko ingin menarik perhatian orang. Kenapa? Karena pedagang atau toko itu tahu bahwa dunia ini sangat bising. Sehingga mereka perlu sesuatu yang berbeda untuk menarik perhatian orang,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (25/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peternak Sapi Banting Setir Jual Lobster, Untungnya Bikin Kantong Tebal
Yang dimaksud bising adalah, sudah banyak brand-brand lokal dan luar negeri yang menghiasi dunia bisnis di dalam negeri. Oleh karena itu, perlu ada pembeda untuk bisa menarik pelanggan.

&quot;Jadi sebenarnya itu untuk menarik perhatian orang. Karena sekitar kita itu bising dengan berbagai macam brand jadi dia perlu naik perhatian,&quot; jelas Safir.Promo yang diberikan juga harus lebih kreatif lagi. Misalnya dengan  memberikan promo secara rutin dengan memanfaatkan momen yang sedang  ramai di dalam negeri.

Sebagai salah satu contohnya adalah ketika promo kemerdekaan.  Biasanya banyak brand dan pelaku usaha yang memberikan promo kemerdekaan  dengan tema 17-an.

Sementara itu pada bulan ini juga sebenarnya ada beberapa promo yang  ditawarkan pelaku usaha di toko jual beli online (e-commerce). Biasanya  promo yang diberikan adalah bertajuk tanggal cantik seperti 9:9.

&quot;Masalahnya, saat ini semua brand itu lagi menarik perhatian. Dan  mereka berusaha dengan memanfaatkan momen yang ada sekarang. Kalau 17an  misalnya ya sudah 17-an. Dengan warna merah putih segala macam,&quot; jelas  Safir.

Sukses atau tidaknya promosi ini pada kenyataannya berhasil membuat  masyarakat membeli produknya. Atau minimal, masyarakat menjadi tahu  produk yang dijual.

&quot;Terlepas dari ampuh atau tidaknya ya dia sukses. Jadi orang terpromosikan,&quot; kata Safir.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat sektor usaha sangat terpukul. Apalagi, khusus di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kembali dilakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Oleh karena itu, para pengusaha dituntut untuk lebih kreatif jika ingin bisnisnya tetap bertahan. Misalnya adalah dengan memberikan promo-promo seperti diskon.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mau Buka Usaha tapi Kurang Modal? Coba Lakukan Ini
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, promo seperti diskon ini bertujuan untuk menarik perhatian pelanggan. Mengingat kondisi dunia usaha di dalam negeri sudah sangat bising.

&quot;Pertama-tama perlu dipahami bahwa diskon itu diberikan karena pedagang atau toko ingin menarik perhatian orang. Kenapa? Karena pedagang atau toko itu tahu bahwa dunia ini sangat bising. Sehingga mereka perlu sesuatu yang berbeda untuk menarik perhatian orang,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (25/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peternak Sapi Banting Setir Jual Lobster, Untungnya Bikin Kantong Tebal
Yang dimaksud bising adalah, sudah banyak brand-brand lokal dan luar negeri yang menghiasi dunia bisnis di dalam negeri. Oleh karena itu, perlu ada pembeda untuk bisa menarik pelanggan.

&quot;Jadi sebenarnya itu untuk menarik perhatian orang. Karena sekitar kita itu bising dengan berbagai macam brand jadi dia perlu naik perhatian,&quot; jelas Safir.Promo yang diberikan juga harus lebih kreatif lagi. Misalnya dengan  memberikan promo secara rutin dengan memanfaatkan momen yang sedang  ramai di dalam negeri.

Sebagai salah satu contohnya adalah ketika promo kemerdekaan.  Biasanya banyak brand dan pelaku usaha yang memberikan promo kemerdekaan  dengan tema 17-an.

Sementara itu pada bulan ini juga sebenarnya ada beberapa promo yang  ditawarkan pelaku usaha di toko jual beli online (e-commerce). Biasanya  promo yang diberikan adalah bertajuk tanggal cantik seperti 9:9.

&quot;Masalahnya, saat ini semua brand itu lagi menarik perhatian. Dan  mereka berusaha dengan memanfaatkan momen yang ada sekarang. Kalau 17an  misalnya ya sudah 17-an. Dengan warna merah putih segala macam,&quot; jelas  Safir.

Sukses atau tidaknya promosi ini pada kenyataannya berhasil membuat  masyarakat membeli produknya. Atau minimal, masyarakat menjadi tahu  produk yang dijual.

&quot;Terlepas dari ampuh atau tidaknya ya dia sukses. Jadi orang terpromosikan,&quot; kata Safir.</content:encoded></item></channel></rss>
