<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Barang Diskon Jelang Resesi, Untung atau Buntung?</title><description>Pada masa sulit seperti saat ini, masyarakat harus pandai-pandai dalam mengeluarkan uangnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/26/622/2283735/beli-barang-diskon-jelang-resesi-untung-atau-buntung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/26/622/2283735/beli-barang-diskon-jelang-resesi-untung-atau-buntung"/><item><title>Beli Barang Diskon Jelang Resesi, Untung atau Buntung?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/26/622/2283735/beli-barang-diskon-jelang-resesi-untung-atau-buntung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/26/622/2283735/beli-barang-diskon-jelang-resesi-untung-atau-buntung</guid><pubDate>Sabtu 26 September 2020 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/25/622/2283735/beli-barang-diskon-jelang-resesi-untung-atau-buntung-ZjXfusGOml.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal FInance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/25/622/2283735/beli-barang-diskon-jelang-resesi-untung-atau-buntung-ZjXfusGOml.jpg</image><title>Personal FInance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pada masa sulit seperti saat ini, masyarakat harus pandai-pandai dalam mengeluarkan uangnya. Mengingat ekonomi Indonesia juga kini berada di ambang resesi setelah pada kuartal II-2020, minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Apalagi, kini banyak toko yang menawarkan promo diskon untuk menarik pelanggan. Tak terkecuali pada toko online yang setiap hari selalu menawarkan promo dari mulai diskon hingga gratis ongkos kirim.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resesi, Pekerja Jangan Andalkan Tabungan Semata tapi... 
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, dampak terhadap keuangan masyarakat terhadap keuangan akibat adanya promo-promo sangat beragam. Ada yang dirugikan namun ada juga yang justru merasa diuntungkan.

Menurut Safir, untung rugi dari adanya diskon tergantung dari perilaku masyarakat itu sendiri. Misalnya, bagi mereka yang sedang membutuhkan barang diskon tersebut akan merasa diuntungkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Kebiasaan Mengelola Keuangan untuk Hidup Lebih Baik 
&quot;Apa dampaknya ke kita? Kalau memang lagi butuh barangnya kita malah lebih untung. Karena lagi diskon,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu(26/9/2020).

Sebaliknya, mereka yang membeli barang diskon hanya berdasarkan keinginan semata justru merasa dirugikan. Karena harus membeli barang yang bisa saja tak terpakai.&quot;Masalahnya gini, banyak orang yang tadi enggak butuh tapi karena  diskon dia jadi bilang saya butuh nih. Nah ini yang salah, jadi kalau  memang lagi butuh beli saja,&quot; jelasnya.

Namun menurut Safir, ada juga beberapa orang yang rela membeli barang  kebutuhannya sehingga barang tersebut diskon. Sebagai salah satu  contohnya, ketika seseorang butuh panci, demi mendapatkan harga murah  maka akan ditunggu hingga ada diskon di toko online.

&quot;Karena lagi diskon, bahkan banyak orang yang dia lagi butuh tapi  tadinya dia mau beli katakanlah di Tokopedia. Dia mau beli tapi ada  iklan misalnya siap-siap 17 Agustus akan ada apalah. Akhirnya dia nunggu  sampai 17 Agustus. Begitu 17 Agustus dia beli. Nah itu gapapa karena  dia sudah tahu dia lagi butuh,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada masa sulit seperti saat ini, masyarakat harus pandai-pandai dalam mengeluarkan uangnya. Mengingat ekonomi Indonesia juga kini berada di ambang resesi setelah pada kuartal II-2020, minus 5,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Apalagi, kini banyak toko yang menawarkan promo diskon untuk menarik pelanggan. Tak terkecuali pada toko online yang setiap hari selalu menawarkan promo dari mulai diskon hingga gratis ongkos kirim.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Resesi, Pekerja Jangan Andalkan Tabungan Semata tapi... 
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, dampak terhadap keuangan masyarakat terhadap keuangan akibat adanya promo-promo sangat beragam. Ada yang dirugikan namun ada juga yang justru merasa diuntungkan.

Menurut Safir, untung rugi dari adanya diskon tergantung dari perilaku masyarakat itu sendiri. Misalnya, bagi mereka yang sedang membutuhkan barang diskon tersebut akan merasa diuntungkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Kebiasaan Mengelola Keuangan untuk Hidup Lebih Baik 
&quot;Apa dampaknya ke kita? Kalau memang lagi butuh barangnya kita malah lebih untung. Karena lagi diskon,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu(26/9/2020).

Sebaliknya, mereka yang membeli barang diskon hanya berdasarkan keinginan semata justru merasa dirugikan. Karena harus membeli barang yang bisa saja tak terpakai.&quot;Masalahnya gini, banyak orang yang tadi enggak butuh tapi karena  diskon dia jadi bilang saya butuh nih. Nah ini yang salah, jadi kalau  memang lagi butuh beli saja,&quot; jelasnya.

Namun menurut Safir, ada juga beberapa orang yang rela membeli barang  kebutuhannya sehingga barang tersebut diskon. Sebagai salah satu  contohnya, ketika seseorang butuh panci, demi mendapatkan harga murah  maka akan ditunggu hingga ada diskon di toko online.

&quot;Karena lagi diskon, bahkan banyak orang yang dia lagi butuh tapi  tadinya dia mau beli katakanlah di Tokopedia. Dia mau beli tapi ada  iklan misalnya siap-siap 17 Agustus akan ada apalah. Akhirnya dia nunggu  sampai 17 Agustus. Begitu 17 Agustus dia beli. Nah itu gapapa karena  dia sudah tahu dia lagi butuh,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
