<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Kalau Kesehatan Tak Diselesaikan, Lupakan Ekonomi</title><description>Erick Thohir menegaskan program komite sejak awal adalah Indonesia Sehat bukan Indonesia Bekerja</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/320/2284781/erick-thohir-kalau-kesehatan-tak-diselesaikan-lupakan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/320/2284781/erick-thohir-kalau-kesehatan-tak-diselesaikan-lupakan-ekonomi"/><item><title>Erick Thohir: Kalau Kesehatan Tak Diselesaikan, Lupakan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/320/2284781/erick-thohir-kalau-kesehatan-tak-diselesaikan-lupakan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/320/2284781/erick-thohir-kalau-kesehatan-tak-diselesaikan-lupakan-ekonomi</guid><pubDate>Senin 28 September 2020 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/28/320/2284781/erick-thohir-kalau-kesehatan-tak-diselesaikan-lupakan-ekonomi-bWSqTgATIW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/28/320/2284781/erick-thohir-kalau-kesehatan-tak-diselesaikan-lupakan-ekonomi-bWSqTgATIW.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, bila krisis kesehatan akibat penyebaran Covid-19 di Indonesia belum teratasi dengan baik, maka penanganan ekonomi nasional perlu ditinggalkan.
Dirinya pun menyinggung program-program yang dijalankan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berdasarkan skema yang ditetapkan yakni Indonesia sehat, Indonesia tumbuh, dan Indonesia bekerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Tak Khawatir dengan Resesi, Tapi....
&quot;Program komite sejak awal adalah Indonesia Sehat, tidak pernah bicara Indonesia bekerja atau Indonesia tumbuh. Tapi Indonesia sehat, karena kalau kesehatan tidak diselesaikan, lupakan ekonomi,&quot; ujar Erick, Senin (28/9/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xMC8xLzEyMjYxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketua Pelaksana PCPEN itu pun meyakini bila  krisis kesehatan akan dapat diatasi oleh pemerintah melalui berbagai upaya yang tengah dikerjakan saat ini, salah satunya adalah memproduksi vaksin Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, BLT Subsidi Gaji Diperpanjang hingga Tahun Depan
Pihaknya menargetkan pada Desember 2020 terdapat 30 juta dosis vaksin yang bisa dilakukan vaksinasi atau penyuntikan kepada masyarakat. Selanjutnya, pada Januari-Maret 2021 pihaknya akan menambahkan 30 juta dosis vaksin. Bahkan, pada April-Desember tahun depan ada tambahan 220 juta-280 juta dosis vaksin.&quot;Berarti total kumulatif 340 juta, ini bagus untuk memastikan keamanan buat masyarakat kita karena vaksin ini kan buat yang sehat,&quot; katanya.
Upaya lain dalam menangani krisis kesehatan adalah dengan mendorong kemampuan perusahaan farmasi dalam negeri menyediakan alat kesehatan dan obat-obat esensial untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19. Saat ini Kimia Farma tengah memproduksi favipiravir dan sudah memproses registrasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Meski demikian, dia mengaku bahwa apa yang dilakukan belum sempurnah. &quot;Apakah sempurna, tidak. Sempurna hanya milik Allah. Tapi pemerintah hadir dan bekerja 24 jam untuk memastikan rakyat terlindungi dengan vaksin ini,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, bila krisis kesehatan akibat penyebaran Covid-19 di Indonesia belum teratasi dengan baik, maka penanganan ekonomi nasional perlu ditinggalkan.
Dirinya pun menyinggung program-program yang dijalankan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) berdasarkan skema yang ditetapkan yakni Indonesia sehat, Indonesia tumbuh, dan Indonesia bekerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Tak Khawatir dengan Resesi, Tapi....
&quot;Program komite sejak awal adalah Indonesia Sehat, tidak pernah bicara Indonesia bekerja atau Indonesia tumbuh. Tapi Indonesia sehat, karena kalau kesehatan tidak diselesaikan, lupakan ekonomi,&quot; ujar Erick, Senin (28/9/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8xMC8xLzEyMjYxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketua Pelaksana PCPEN itu pun meyakini bila  krisis kesehatan akan dapat diatasi oleh pemerintah melalui berbagai upaya yang tengah dikerjakan saat ini, salah satunya adalah memproduksi vaksin Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabar Baik, BLT Subsidi Gaji Diperpanjang hingga Tahun Depan
Pihaknya menargetkan pada Desember 2020 terdapat 30 juta dosis vaksin yang bisa dilakukan vaksinasi atau penyuntikan kepada masyarakat. Selanjutnya, pada Januari-Maret 2021 pihaknya akan menambahkan 30 juta dosis vaksin. Bahkan, pada April-Desember tahun depan ada tambahan 220 juta-280 juta dosis vaksin.&quot;Berarti total kumulatif 340 juta, ini bagus untuk memastikan keamanan buat masyarakat kita karena vaksin ini kan buat yang sehat,&quot; katanya.
Upaya lain dalam menangani krisis kesehatan adalah dengan mendorong kemampuan perusahaan farmasi dalam negeri menyediakan alat kesehatan dan obat-obat esensial untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19. Saat ini Kimia Farma tengah memproduksi favipiravir dan sudah memproses registrasi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Meski demikian, dia mengaku bahwa apa yang dilakukan belum sempurnah. &quot;Apakah sempurna, tidak. Sempurna hanya milik Allah. Tapi pemerintah hadir dan bekerja 24 jam untuk memastikan rakyat terlindungi dengan vaksin ini,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
