<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Mengelola Keuangan Jelang Resesi, Cek di Sini</title><description>Pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat penting di tengah pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/622/2284853/cara-mengelola-keuangan-jelang-resesi-cek-di-sini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/622/2284853/cara-mengelola-keuangan-jelang-resesi-cek-di-sini"/><item><title>Cara Mengelola Keuangan Jelang Resesi, Cek di Sini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/622/2284853/cara-mengelola-keuangan-jelang-resesi-cek-di-sini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/28/622/2284853/cara-mengelola-keuangan-jelang-resesi-cek-di-sini</guid><pubDate>Senin 28 September 2020 13:24 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/28/622/2284853/cara-mengelola-keuangan-jelang-resesi-cek-di-sini-2zbq9Yf7U0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/28/622/2284853/cara-mengelola-keuangan-jelang-resesi-cek-di-sini-2zbq9Yf7U0.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat penting di tengah pandemi covid-19. Apalagi kini ekonomi Indonesia terancam resesi karena diprediksi pertumbuhan negatif. Pengelolaan keuangan penting karena jika keuangan tidak dikelola dengan baik akan terbuang dengan percuma.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan dalam mengelola keuangan yang paling penting adalah bagaimana mengatur pola pikir. Sebab menurutnya, mengelola keuangan tidak melulu soal menahan uang khususnya dalam pos pengeluaran.
Baca Juga: 5 Cara Cerdas Liburan Hemat Tanpa Bikin Kantong Bolong
 
Sebagai salah satu contohnya adalah dalam mengeluarkan uang. Pengelolaan keuangan yang baik adalah harus memiliki pikiran bagaimana mengeluarkan uang sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan semata.&amp;nbsp;
Meskipun barang tersebut diberi harga murah atau mungkin promo banting harga alias diskon. Karena menurutnya, jika barang diskon yang dibeli tidak terlalu dibutuhkan maka terhitung rugi dan bukan untung.
Baca Juga: Biar Enggak Boros, Bedakan Keinginan dan Kebutuhan
 
&quot;Keuangan bukan melulu soal ilmu uang, tapi ilmu bagaimana mengendalikan psikologis. Kuncinya disitu,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (28/9/2020).&amp;nbsp;
Sebagai ilustrasi, jika ada barang yang dijual di toko dengan harga Rp1 juta. Lalu ternyata barang tersebut menawarkan promo diskon 40%, yang artinya harganya kini hanya Rp600.000 saja.
Banyak yang mengira siapapun yang bisa membeli barang tersebut akan untung besar. Karena diskon yang diberikan juga cukup besar atau hampir setengah harga.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tapi banyak orang yang enggak butuh tapi beli karena lagi diskon.  Saya selalu bilang gini, harga barang Rp1 juta, diskon 40%  artinya  Rp400.000, jadi Rp600.000. Sekarang pertanyaannya kalau orang beli  barang itu Rp600.000, berarti dia untung 40% dong?,&quot; jelasnya.
Menurut Safir, jika barang yang dibeli tersebut penting maka untung  40%. Namun sebaliknya, jika barang tersebut hanya sebatas keinginan  semata, maka sudah rugi Rp600.000.
&quot;Jawaban saya gini, kalau dia butuh dia untung 40%, kalau dia enggak butuh, dia sudah rugi Rp600.000,&quot; kata Safir.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat penting di tengah pandemi covid-19. Apalagi kini ekonomi Indonesia terancam resesi karena diprediksi pertumbuhan negatif. Pengelolaan keuangan penting karena jika keuangan tidak dikelola dengan baik akan terbuang dengan percuma.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan dalam mengelola keuangan yang paling penting adalah bagaimana mengatur pola pikir. Sebab menurutnya, mengelola keuangan tidak melulu soal menahan uang khususnya dalam pos pengeluaran.
Baca Juga: 5 Cara Cerdas Liburan Hemat Tanpa Bikin Kantong Bolong
 
Sebagai salah satu contohnya adalah dalam mengeluarkan uang. Pengelolaan keuangan yang baik adalah harus memiliki pikiran bagaimana mengeluarkan uang sesuai dengan kebutuhan dan bukan keinginan semata.&amp;nbsp;
Meskipun barang tersebut diberi harga murah atau mungkin promo banting harga alias diskon. Karena menurutnya, jika barang diskon yang dibeli tidak terlalu dibutuhkan maka terhitung rugi dan bukan untung.
Baca Juga: Biar Enggak Boros, Bedakan Keinginan dan Kebutuhan
 
&quot;Keuangan bukan melulu soal ilmu uang, tapi ilmu bagaimana mengendalikan psikologis. Kuncinya disitu,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (28/9/2020).&amp;nbsp;
Sebagai ilustrasi, jika ada barang yang dijual di toko dengan harga Rp1 juta. Lalu ternyata barang tersebut menawarkan promo diskon 40%, yang artinya harganya kini hanya Rp600.000 saja.
Banyak yang mengira siapapun yang bisa membeli barang tersebut akan untung besar. Karena diskon yang diberikan juga cukup besar atau hampir setengah harga.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tapi banyak orang yang enggak butuh tapi beli karena lagi diskon.  Saya selalu bilang gini, harga barang Rp1 juta, diskon 40%  artinya  Rp400.000, jadi Rp600.000. Sekarang pertanyaannya kalau orang beli  barang itu Rp600.000, berarti dia untung 40% dong?,&quot; jelasnya.
Menurut Safir, jika barang yang dibeli tersebut penting maka untung  40%. Namun sebaliknya, jika barang tersebut hanya sebatas keinginan  semata, maka sudah rugi Rp600.000.
&quot;Jawaban saya gini, kalau dia butuh dia untung 40%, kalau dia enggak butuh, dia sudah rugi Rp600.000,&quot; kata Safir.</content:encoded></item></channel></rss>
