<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upgrade Pabrik, Chandra Asri Gelontorkan Rp208 Miliar</title><description>PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggelontarkan investasi USD14 juta atau setara Rp208,6 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/278/2285665/upgrade-pabrik-chandra-asri-gelontorkan-rp208-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/278/2285665/upgrade-pabrik-chandra-asri-gelontorkan-rp208-miliar"/><item><title>Upgrade Pabrik, Chandra Asri Gelontorkan Rp208 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/278/2285665/upgrade-pabrik-chandra-asri-gelontorkan-rp208-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/278/2285665/upgrade-pabrik-chandra-asri-gelontorkan-rp208-miliar</guid><pubDate>Selasa 29 September 2020 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/29/278/2285665/upgrade-pabrik-chandra-asri-gelontorkan-rp208-miliar-yw7wu9gGuQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/29/278/2285665/upgrade-pabrik-chandra-asri-gelontorkan-rp208-miliar-yw7wu9gGuQ.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggelontarkan investasi USD14 juta atau setara Rp208,6 miliar (kurs Rp14.900 per USD) demi membangun Enclosed Ground Flare (EGF) atau teknologi suar tanpa asap di komplek petrokimianya di Cilegon, Banten.

Teknologi suar tanpa asap ini meminimalisir dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas operasional pabrik dan Chandra Asri siap mengoperasikan.

&amp;ldquo;Kami berkomitmen untuk menjalankan operasional pabrik  dengan mengurangi adanya dampak terhadap lingkungan ataupun masyarakat. Pembangunan EGF ini merupakan investasi kami dalam aspek lingkungan dan sosial di area operasional pabrik untuk mengurangi jejak karbon dan turut menjaga kenyamanan warga yang berdomisili di sekitar area operasional kami,&amp;rdquo; terang Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterbukaan informasi, Jakarta, Selasa (29/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Orang Terkaya ke-4 Indonesia Borong Saham Chandra Asri&amp;nbsp;
Dibangun sejak 2018, EGF ini mampu membakar 220 ton hidrokarbon per jam dengan menggunakan metode pembakaran tertutup tanpa menyebabkan radiasi panas dan radiasi udara.

Dari segi lingkungan, EGF didesain untuk melakukan proses pembakaran secara sempurna sehingga tidak ada hidrokarbon hasil pembakaran yang dibuang ke udara. Sedangkan dari segi sosial, keunggulan teknologi ini dibandingkan suar konvensional terdapat pada kemampuannya mengurangi suara kebisingan dan menghilangkan nyala api dan asap.

Chandra Asri berhasil merampungkan proyek EGF ini tepat waktu walaupun berada dalam masa pandemi, dengan bermitra bersama Toyo Engineering Corporation dan Inti Karya Persada Teknik sebagai kontraktor teknik, pengadaan dan konstruksi (EPC).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337808_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggelontarkan investasi USD14 juta atau setara Rp208,6 miliar (kurs Rp14.900 per USD) demi membangun Enclosed Ground Flare (EGF) atau teknologi suar tanpa asap di komplek petrokimianya di Cilegon, Banten.

Teknologi suar tanpa asap ini meminimalisir dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas operasional pabrik dan Chandra Asri siap mengoperasikan.

&amp;ldquo;Kami berkomitmen untuk menjalankan operasional pabrik  dengan mengurangi adanya dampak terhadap lingkungan ataupun masyarakat. Pembangunan EGF ini merupakan investasi kami dalam aspek lingkungan dan sosial di area operasional pabrik untuk mengurangi jejak karbon dan turut menjaga kenyamanan warga yang berdomisili di sekitar area operasional kami,&amp;rdquo; terang Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterbukaan informasi, Jakarta, Selasa (29/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Orang Terkaya ke-4 Indonesia Borong Saham Chandra Asri&amp;nbsp;
Dibangun sejak 2018, EGF ini mampu membakar 220 ton hidrokarbon per jam dengan menggunakan metode pembakaran tertutup tanpa menyebabkan radiasi panas dan radiasi udara.

Dari segi lingkungan, EGF didesain untuk melakukan proses pembakaran secara sempurna sehingga tidak ada hidrokarbon hasil pembakaran yang dibuang ke udara. Sedangkan dari segi sosial, keunggulan teknologi ini dibandingkan suar konvensional terdapat pada kemampuannya mengurangi suara kebisingan dan menghilangkan nyala api dan asap.

Chandra Asri berhasil merampungkan proyek EGF ini tepat waktu walaupun berada dalam masa pandemi, dengan bermitra bersama Toyo Engineering Corporation dan Inti Karya Persada Teknik sebagai kontraktor teknik, pengadaan dan konstruksi (EPC).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337808_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
