<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia Sebut Pemulihan Ekonomi Indonesia Tak Stabil, Apa Alasannya?</title><description>Bank Dunia merilis data bahwa  Indonesia justru mengandalkan kebijakan yang lunak untuk mengendalikan  kasus Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285443/bank-dunia-sebut-pemulihan-ekonomi-indonesia-tak-stabil-apa-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285443/bank-dunia-sebut-pemulihan-ekonomi-indonesia-tak-stabil-apa-alasannya"/><item><title>Bank Dunia Sebut Pemulihan Ekonomi Indonesia Tak Stabil, Apa Alasannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285443/bank-dunia-sebut-pemulihan-ekonomi-indonesia-tak-stabil-apa-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285443/bank-dunia-sebut-pemulihan-ekonomi-indonesia-tak-stabil-apa-alasannya</guid><pubDate>Selasa 29 September 2020 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/29/320/2285443/bank-dunia-sebut-pemulihan-ekonomi-indonesia-tak-stabil-apa-alasannya-0acxrpDFon.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/29/320/2285443/bank-dunia-sebut-pemulihan-ekonomi-indonesia-tak-stabil-apa-alasannya-0acxrpDFon.jpg</image><title>Ekonomi RI (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Dunia merilis data Containment to Recovery yang disebutkan bahwa Indonesia justru mengandalkan kebijakan yang lunak untuk mengendalikan kasus Covid-19. Hal ini akan berdampak semakin banyaknya sektor informal yang menderita.

&quot;Indonesia menghadapi prospek pemulihan ekonomi yang tidak merata dan tidak stabil,&quot; ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Matoo, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (29/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Skenario Terburuk Bank Dunia, Ekonomi RI 2020 Minus 2%
Kata dia, pemulihan yang belum merata di tahun depan karena sejumlah sektor ekonomi masih akan terpukul di 2021. Utamanya terkait sektor informal dan jasa.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemulihannya akan berbentuk K? Saya bahkan tidak bisa membayangkannya, dan pemulihan mungkin tidak seimbang. Sektor-sektor informal, jasa, terpukul paling keras serta kemiskinan di Indonesia,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga: RI Bisa Belajar dari China
Matoo juga memperkirakan vaksin covid-19 tidak akan tersedia dalam waktu dekat ini. Sehingga dia merekomendasikan kepada pemerintah untuk memperbaiki ekonomi sembari menunggu vaksin.

&quot;Lebih mudah untuk menghidupkan kembali ekonomi, tunggu vaksin, dan coba lah perbaiki kapasitas uji dan tracing,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Dunia merilis data Containment to Recovery yang disebutkan bahwa Indonesia justru mengandalkan kebijakan yang lunak untuk mengendalikan kasus Covid-19. Hal ini akan berdampak semakin banyaknya sektor informal yang menderita.

&quot;Indonesia menghadapi prospek pemulihan ekonomi yang tidak merata dan tidak stabil,&quot; ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Matoo, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (29/9/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Skenario Terburuk Bank Dunia, Ekonomi RI 2020 Minus 2%
Kata dia, pemulihan yang belum merata di tahun depan karena sejumlah sektor ekonomi masih akan terpukul di 2021. Utamanya terkait sektor informal dan jasa.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNS80LzEyMjUyMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemulihannya akan berbentuk K? Saya bahkan tidak bisa membayangkannya, dan pemulihan mungkin tidak seimbang. Sektor-sektor informal, jasa, terpukul paling keras serta kemiskinan di Indonesia,&quot; jelasnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga: RI Bisa Belajar dari China
Matoo juga memperkirakan vaksin covid-19 tidak akan tersedia dalam waktu dekat ini. Sehingga dia merekomendasikan kepada pemerintah untuk memperbaiki ekonomi sembari menunggu vaksin.

&quot;Lebih mudah untuk menghidupkan kembali ekonomi, tunggu vaksin, dan coba lah perbaiki kapasitas uji dan tracing,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
