<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Pajak 0%, Gaikindo Irit Bicara soal Penurunan Harga Mobil</title><description>Sektor industri otomotif merupakan salah satu jenis usaha yang terkena dampak dari pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285626/pajak-0-gaikindo-irit-bicara-soal-penurunan-harga-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285626/pajak-0-gaikindo-irit-bicara-soal-penurunan-harga-mobil"/><item><title>   Pajak 0%, Gaikindo Irit Bicara soal Penurunan Harga Mobil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285626/pajak-0-gaikindo-irit-bicara-soal-penurunan-harga-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285626/pajak-0-gaikindo-irit-bicara-soal-penurunan-harga-mobil</guid><pubDate>Selasa 29 September 2020 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/29/320/2285626/pajak-0-gaikindo-irit-bicara-soal-penurunan-harga-mobil-RlbXauObpk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/29/320/2285626/pajak-0-gaikindo-irit-bicara-soal-penurunan-harga-mobil-RlbXauObpk.jpg</image><title>Mobil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sektor industri otomotif merupakan salah satu jenis usaha yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Demi mempertahankan bisnis tersebut di tengah pandemi, pemerintah berencana memberikan insentif pajak 0% bagi konsumen yang membeli mobil baru.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto berharap stimulus itu dapat memulihkan industri otomotif di Tanah Air.

&quot;Kami berharap akan efektif, karena tren menunjukkan bahwa daya beli masyarakat menurun,&quot; kata Jongkie saat dihubungi, Selasa (29/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pajak Mobil Baru 0% Vs Lesunya Daya Beli Masyarakat&amp;nbsp;
Menurut dia, program itu bisa berhasil bila pemerintah pusat dan daerah memiliki koordinasi yang baik. Sehingga, dirinya belum bisa memprediksi berapa kenaikan angka penjualan saat pembelian mobil baru tak dikenakan pajak.

&quot;Kenaikan penjualan belum bisa diprediksi, karena tergantung berapa besar potongan-potongan yang akan diberikan pemerintah pusat dan daerah,&quot; ujarnya.

Terkait berapa penurunan harga mobil ketika sudah tak dikenakan pajak, dirinya enggan berkomentar. Sebab, hingga kini pemerintah belum memutuskan apakah program itu akan dilaksanakan atau tidak.

&quot;Saya tidak bisa komentar karena belum ada keputusan apapun, nanti jadi polemik,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNC80LzEyMjg4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, keputusan mengenai pembebasan pajak kendaraan tersebut akan segera dirilis.

&quot;Permintaan otomotif bebaskan pajak dan segalanya, we are looking into that. Kita pelajari semoga bisa diputuskan cepat,&quot; ujar Febrio dalam diskusi virtual.

Menurut dia, banyak aspek yang harus dilihat pemerintah sebelum memberikan pembebasan pajak. Misal apakah pembebasan pajak bisa mengangkat penjualan mobil dalam negeri sehingga berdampak pada perekonomian nasional.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor industri otomotif merupakan salah satu jenis usaha yang terkena dampak dari pandemi Covid-19. Demi mempertahankan bisnis tersebut di tengah pandemi, pemerintah berencana memberikan insentif pajak 0% bagi konsumen yang membeli mobil baru.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto berharap stimulus itu dapat memulihkan industri otomotif di Tanah Air.

&quot;Kami berharap akan efektif, karena tren menunjukkan bahwa daya beli masyarakat menurun,&quot; kata Jongkie saat dihubungi, Selasa (29/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pajak Mobil Baru 0% Vs Lesunya Daya Beli Masyarakat&amp;nbsp;
Menurut dia, program itu bisa berhasil bila pemerintah pusat dan daerah memiliki koordinasi yang baik. Sehingga, dirinya belum bisa memprediksi berapa kenaikan angka penjualan saat pembelian mobil baru tak dikenakan pajak.

&quot;Kenaikan penjualan belum bisa diprediksi, karena tergantung berapa besar potongan-potongan yang akan diberikan pemerintah pusat dan daerah,&quot; ujarnya.

Terkait berapa penurunan harga mobil ketika sudah tak dikenakan pajak, dirinya enggan berkomentar. Sebab, hingga kini pemerintah belum memutuskan apakah program itu akan dilaksanakan atau tidak.

&quot;Saya tidak bisa komentar karena belum ada keputusan apapun, nanti jadi polemik,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNC80LzEyMjg4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, keputusan mengenai pembebasan pajak kendaraan tersebut akan segera dirilis.

&quot;Permintaan otomotif bebaskan pajak dan segalanya, we are looking into that. Kita pelajari semoga bisa diputuskan cepat,&quot; ujar Febrio dalam diskusi virtual.

Menurut dia, banyak aspek yang harus dilihat pemerintah sebelum memberikan pembebasan pajak. Misal apakah pembebasan pajak bisa mengangkat penjualan mobil dalam negeri sehingga berdampak pada perekonomian nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
