<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi 'Perang' Menko Luhut Atasi Covid-19</title><description>Pemerintah bersama seluruh pemangku  kepentingan perlu fokus menangani dari hulu lalu ke hilir soal jumlah  kenaikan kasus Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285810/strategi-perang-menko-luhut-atasi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285810/strategi-perang-menko-luhut-atasi-covid-19"/><item><title>Strategi 'Perang' Menko Luhut Atasi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285810/strategi-perang-menko-luhut-atasi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/29/320/2285810/strategi-perang-menko-luhut-atasi-covid-19</guid><pubDate>Selasa 29 September 2020 20:11 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/29/320/2285810/strategi-perang-menko-luhut-atasi-covid-19-2Nq1YOx3BO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Marves Luhut Binsar Pandajitan di Labuan Bajo (Foto: Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/29/320/2285810/strategi-perang-menko-luhut-atasi-covid-19-2Nq1YOx3BO.jpg</image><title>Menko Marves Luhut Binsar Pandajitan di Labuan Bajo (Foto: Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu fokus menangani dari hulu lalu ke hilir soal jumlah kenaikan kasus Covid-19.

Menurutnya, pemerintah telah menerapkan beberapa strategi untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Terdapat dua strategi untuk mengatasi masalah dari hulu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Filipina Lockdown, Indonesia Tidak tapi Ekonominya Sama-Sama Tak Pasti
&quot;Pertama, menurutnya adalah pemerintah bersama dengan berbagai pemangku kepentingan melakukan kampanye perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran Covid-19 serta menggencarkan tracing dan isolasi,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOC8xLzEyMjk1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Langkah kedua menurut dia adalah membangun pusat-pusat karantina dan isolasi. Karantina terpusat disediakan untuk pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) dan ringan di kota-kota dengan kasus Covid-19 tertinggi di delapan provinsi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedagang Asongan Curhat Omzet Turun, Jokowi: Negara Kita Minus
&quot;Jadi, lokasi ini tentunya akan tetap menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pasien, seperti peralatan kesehatan dan obat,&quot; tutur dia.Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional  itu juga mengatakan, strategi ketiga adalah strategi di hilir. &quot;Pada  tahap ini kita membenahi manajemen perawatan pasien Covid19 untuk  meningkatkan recovery rate dan menurunkan mortality rate,&quot; jelasnya.

Lalu lanjut dia, untuk strategi hilir tersebut, Kemenkes telah  membuat protokol standar perawatan pasien Covid-19 yang memuat acuan  standar penanganan pasien Covid 19 dari derajat ringan, sedang hingga  berat.

&quot;Dalam buku panduan tersebut juga telah tercantum alat dan obat yang  harus diberikan kepada para pasien Covid 19. Obat-obatan ini diutamakan  berasal dari produksi dalam negeri,&quot; ungkap dia.

Dia juga menyakinkan bahwa masyarakat Indonesia juga akan memperoleh  vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan masuk ke Indonesia mulai November  2020 hingga Desember 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu fokus menangani dari hulu lalu ke hilir soal jumlah kenaikan kasus Covid-19.

Menurutnya, pemerintah telah menerapkan beberapa strategi untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Terdapat dua strategi untuk mengatasi masalah dari hulu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Filipina Lockdown, Indonesia Tidak tapi Ekonominya Sama-Sama Tak Pasti
&quot;Pertama, menurutnya adalah pemerintah bersama dengan berbagai pemangku kepentingan melakukan kampanye perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran Covid-19 serta menggencarkan tracing dan isolasi,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOC8xLzEyMjk1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Langkah kedua menurut dia adalah membangun pusat-pusat karantina dan isolasi. Karantina terpusat disediakan untuk pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) dan ringan di kota-kota dengan kasus Covid-19 tertinggi di delapan provinsi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedagang Asongan Curhat Omzet Turun, Jokowi: Negara Kita Minus
&quot;Jadi, lokasi ini tentunya akan tetap menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pasien, seperti peralatan kesehatan dan obat,&quot; tutur dia.Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional  itu juga mengatakan, strategi ketiga adalah strategi di hilir. &quot;Pada  tahap ini kita membenahi manajemen perawatan pasien Covid19 untuk  meningkatkan recovery rate dan menurunkan mortality rate,&quot; jelasnya.

Lalu lanjut dia, untuk strategi hilir tersebut, Kemenkes telah  membuat protokol standar perawatan pasien Covid-19 yang memuat acuan  standar penanganan pasien Covid 19 dari derajat ringan, sedang hingga  berat.

&quot;Dalam buku panduan tersebut juga telah tercantum alat dan obat yang  harus diberikan kepada para pasien Covid 19. Obat-obatan ini diutamakan  berasal dari produksi dalam negeri,&quot; ungkap dia.

Dia juga menyakinkan bahwa masyarakat Indonesia juga akan memperoleh  vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan masuk ke Indonesia mulai November  2020 hingga Desember 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
