<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Mobil Baru Bakal Murah Meriah, Hati-Hati Kalau Buat Investasi</title><description>Harga mobil baru akan lebih murah 50% dari yang dijual saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286074/harga-mobil-baru-bakal-murah-meriah-hati-hati-kalau-buat-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286074/harga-mobil-baru-bakal-murah-meriah-hati-hati-kalau-buat-investasi"/><item><title>Harga Mobil Baru Bakal Murah Meriah, Hati-Hati Kalau Buat Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286074/harga-mobil-baru-bakal-murah-meriah-hati-hati-kalau-buat-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286074/harga-mobil-baru-bakal-murah-meriah-hati-hati-kalau-buat-investasi</guid><pubDate>Rabu 30 September 2020 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/30/622/2286074/harga-mobil-baru-bakal-murah-meriah-hati-hati-kalau-buat-investasi-cAKjpljs6j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/30/622/2286074/harga-mobil-baru-bakal-murah-meriah-hati-hati-kalau-buat-investasi-cAKjpljs6j.jpg</image><title>Mobil (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Harga mobil baru akan lebih murah 50% dari yang dijual saat ini. Hal tersebut bisa terjadi jika pemerintah resmi mengetok palu untuk memberikan pajak 0% untuk mobil baru.
Beberapa orang berniat untuk membeli mobil baru ini dengan harga yang murah sebagai investasi jangka pendek. Sehingga ketika situasi normal lagi, mobil tersebut bisa dijual kembali dengan harga yang di atas angka tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Fakta Pajak Mobil Baru 0%, Itu Idenya Menperin&amp;nbsp;
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, jika menjadikan momen ini sebagai investasi sangat berisiko. Sebab menurutnya, harga mobil sangat cepat untuk anjlok.
&quot;Apakah bisa jadi barang investasi atau enggak, akan cukup berisiko sih. Karena kita tahu mobil itu bukan barang yang terus naik nilainya kecuali barang-barang tertentunya saja,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (30/9/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNC80LzEyMjg4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut Andi, biasanya mobil yang digunakan sebagai investasi adalah kendaraan yang unik dan dengan usia yang tua. Biasanya kendaraan ini hanya digunakan sebagai barang koleksi.
&quot;Kalau mau digunakan sebagai alat investasi, menurutku akan cukup riskan juga. Biasanya kan mobil-mobil yang dijadikan alat investasi itu, adalah mobil-mobil yang menjadi barang koleksi. Barangnya langkah, bagus dan biasanya seperti itu,&quot; jelasnya.Lagi pula lanjut Andi, semurah apapun mobil tersebut, biasanya orang  akan lebih mencari mobil second dengan kualitas yang bagus. Misalnya  adalah ketika mobil LGCC seperti Agya dengan harga jual sekarang di  kisaran Rp120 juta.
Jika ada pajak 0%, nantinya harga jual mobil Agya ini bisa saja  menjadi Rp60 juta. Namun ketika aturan kembali normal, tidak semua  masyarakat akan membeli mobil Agya second ini meskipun harganya sama  Rp60 juta.
&quot;Dan kita tahu mobil itu kan harga secondnya anjlok kecuali  barang-barang koleksi itu tadi. Apakah mobil-mobil ini bisa ketika harga  ini misalnya taruhlah mulai dari Rp60 juta misalnya, ternyata satu  tahun kemudian harganya menjadi normal menjadi Rp120 juta bisa kita jual  paling enggak Rp80 juta enggak usah balik 100%. Atau tetap di harga  Rp60 juta. Bisa atau enggak? Tergantung kondisinya juga,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga mobil baru akan lebih murah 50% dari yang dijual saat ini. Hal tersebut bisa terjadi jika pemerintah resmi mengetok palu untuk memberikan pajak 0% untuk mobil baru.
Beberapa orang berniat untuk membeli mobil baru ini dengan harga yang murah sebagai investasi jangka pendek. Sehingga ketika situasi normal lagi, mobil tersebut bisa dijual kembali dengan harga yang di atas angka tersebut.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Fakta Pajak Mobil Baru 0%, Itu Idenya Menperin&amp;nbsp;
Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, jika menjadikan momen ini sebagai investasi sangat berisiko. Sebab menurutnya, harga mobil sangat cepat untuk anjlok.
&quot;Apakah bisa jadi barang investasi atau enggak, akan cukup berisiko sih. Karena kita tahu mobil itu bukan barang yang terus naik nilainya kecuali barang-barang tertentunya saja,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (30/9/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yNC80LzEyMjg4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut Andi, biasanya mobil yang digunakan sebagai investasi adalah kendaraan yang unik dan dengan usia yang tua. Biasanya kendaraan ini hanya digunakan sebagai barang koleksi.
&quot;Kalau mau digunakan sebagai alat investasi, menurutku akan cukup riskan juga. Biasanya kan mobil-mobil yang dijadikan alat investasi itu, adalah mobil-mobil yang menjadi barang koleksi. Barangnya langkah, bagus dan biasanya seperti itu,&quot; jelasnya.Lagi pula lanjut Andi, semurah apapun mobil tersebut, biasanya orang  akan lebih mencari mobil second dengan kualitas yang bagus. Misalnya  adalah ketika mobil LGCC seperti Agya dengan harga jual sekarang di  kisaran Rp120 juta.
Jika ada pajak 0%, nantinya harga jual mobil Agya ini bisa saja  menjadi Rp60 juta. Namun ketika aturan kembali normal, tidak semua  masyarakat akan membeli mobil Agya second ini meskipun harganya sama  Rp60 juta.
&quot;Dan kita tahu mobil itu kan harga secondnya anjlok kecuali  barang-barang koleksi itu tadi. Apakah mobil-mobil ini bisa ketika harga  ini misalnya taruhlah mulai dari Rp60 juta misalnya, ternyata satu  tahun kemudian harganya menjadi normal menjadi Rp120 juta bisa kita jual  paling enggak Rp80 juta enggak usah balik 100%. Atau tetap di harga  Rp60 juta. Bisa atau enggak? Tergantung kondisinya juga,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
