<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ada Corona, Dana Simpanan Masyarakat di Bank Makin Gendut</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp6.228,1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286083/ada-corona-dana-simpanan-masyarakat-di-bank-makin-gendut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286083/ada-corona-dana-simpanan-masyarakat-di-bank-makin-gendut"/><item><title>   Ada Corona, Dana Simpanan Masyarakat di Bank Makin Gendut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286083/ada-corona-dana-simpanan-masyarakat-di-bank-makin-gendut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/09/30/622/2286083/ada-corona-dana-simpanan-masyarakat-di-bank-makin-gendut</guid><pubDate>Rabu 30 September 2020 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/30/622/2286083/ada-corona-dana-simpanan-masyarakat-di-bank-makin-gendut-mmNnViib8R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tabungan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/30/622/2286083/ada-corona-dana-simpanan-masyarakat-di-bank-makin-gendut-mmNnViib8R.jpg</image><title>Tabungan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp6.228,1 triliun atau meningkat 10,9% (yoy), Iebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,7% (yoy) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan peningkatan DPK pada Agustus 2020 terjadi pada seluruh jenis DPK.

&quot;Berdasarkan golongan nasabahnya, peningkatan DPK terjadi pada nasabah korporasi dan perorangan,&quot; katanya di Jakarta, Rabu (30/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Covid-19 Bikin Orang RI Rajin Menabung, Ini Buktinya&amp;nbsp;
Secara umum, simpanan berjangka mencatat peningkatan, dari 5,5% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 5,9% (yoy), bersumber dari simpanan berjangka rupiah, terutama di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Giro mengalami peningkatan pertumbuhan dari, 11,2% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 22,2% (yoy) pada Agustus 2020, baik dalam valuta rupiah maupun valas, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

&quot;Sementara itu, tabungan tercatat meningkat dari 8,2% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 10,2% (yoy) pada bulan Agustus disebabkan tabungan rupiah dan valas di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Tengah,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337809_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp6.228,1 triliun atau meningkat 10,9% (yoy), Iebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,7% (yoy) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan peningkatan DPK pada Agustus 2020 terjadi pada seluruh jenis DPK.

&quot;Berdasarkan golongan nasabahnya, peningkatan DPK terjadi pada nasabah korporasi dan perorangan,&quot; katanya di Jakarta, Rabu (30/9/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Covid-19 Bikin Orang RI Rajin Menabung, Ini Buktinya&amp;nbsp;
Secara umum, simpanan berjangka mencatat peningkatan, dari 5,5% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 5,9% (yoy), bersumber dari simpanan berjangka rupiah, terutama di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Giro mengalami peningkatan pertumbuhan dari, 11,2% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 22,2% (yoy) pada Agustus 2020, baik dalam valuta rupiah maupun valas, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

&quot;Sementara itu, tabungan tercatat meningkat dari 8,2% (yoy) pada Juli 2020 menjadi 10,2% (yoy) pada bulan Agustus disebabkan tabungan rupiah dan valas di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Tengah,&quot; ungkap dia.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/09/04/67259/337809_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
