<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Meroket Bukan karena Saham Big Caps</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 2,05% ke 4.970</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/278/2286882/ihsg-meroket-bukan-karena-saham-big-caps</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/278/2286882/ihsg-meroket-bukan-karena-saham-big-caps"/><item><title>IHSG Meroket Bukan karena Saham Big Caps</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/278/2286882/ihsg-meroket-bukan-karena-saham-big-caps</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/278/2286882/ihsg-meroket-bukan-karena-saham-big-caps</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2020 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/01/278/2286882/ihsg-meroket-bukan-karena-saham-big-caps-NZOpijTK7x.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Menguat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/01/278/2286882/ihsg-meroket-bukan-karena-saham-big-caps-NZOpijTK7x.jpeg</image><title>IHSG Menguat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 2,05% ke 4.970 pada akhir perdagangan hari ini. Hal ini mengakhiri tren negatif selama tiga hari yang ditutup melemah.
Melihat hal tersebut, Technical Analyst Sucor Sekuritas Hendriko Gani menyebutkan, kenaikan IHSG ini digolongkan sebagai technical rebound, dan IHSG juga berpotensi untuk menguji level resistance di level 5.000.
Baca Juga:&amp;nbsp;Adhi Karya Terima Rp1,8 Triliun Pembayaran Keenam LRT Jabodebek
Namun, dari torehan positif IHSG hari ini, tidak didorong oleh saham-saham big caps. Melainkan saham-saham yang berada di bawahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOS80LzEyMjk2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita lihat juga sebenarnya big caps kita yang sebenarnya mendorong pergerakan IHSG hari ini itu transaksinya tidak terlalu banyak dan didominasi second liner dan third liner di kebanyakan,&quot; ujar Hendriko dalam acara 2nd Session Closing IDX Channel, Kamis (1/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Meroket 2,06% ke 4.970, Saham BBCA Jadi Top Gainers
Dia menambahkan, faktor dari dalam dan luar negeri sama-sama mendominasi kenaikan signifikan IHSG hari ini. Untuk dalam negeri, Indonesia yang berpotensi masuk ke jurang resesi turut mempengaruhi dan kondisi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV juga berpotensi negatif jika tidak ada perbaikan.
&quot;Kemudian, dari luar juga contohnya dari Pemilu AS, kemudian stimulus juga direspon positif oleh market AS dan beberapa negara lain. Kalau kita lihat dari luar itu cenderung positif dan dari dalem juga bisa dikatakan positif cuma ga bisa dibilang kita terlalu positif di long term,&quot; ucapnya</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 2,05% ke 4.970 pada akhir perdagangan hari ini. Hal ini mengakhiri tren negatif selama tiga hari yang ditutup melemah.
Melihat hal tersebut, Technical Analyst Sucor Sekuritas Hendriko Gani menyebutkan, kenaikan IHSG ini digolongkan sebagai technical rebound, dan IHSG juga berpotensi untuk menguji level resistance di level 5.000.
Baca Juga:&amp;nbsp;Adhi Karya Terima Rp1,8 Triliun Pembayaran Keenam LRT Jabodebek
Namun, dari torehan positif IHSG hari ini, tidak didorong oleh saham-saham big caps. Melainkan saham-saham yang berada di bawahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOS80LzEyMjk2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita lihat juga sebenarnya big caps kita yang sebenarnya mendorong pergerakan IHSG hari ini itu transaksinya tidak terlalu banyak dan didominasi second liner dan third liner di kebanyakan,&quot; ujar Hendriko dalam acara 2nd Session Closing IDX Channel, Kamis (1/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Meroket 2,06% ke 4.970, Saham BBCA Jadi Top Gainers
Dia menambahkan, faktor dari dalam dan luar negeri sama-sama mendominasi kenaikan signifikan IHSG hari ini. Untuk dalam negeri, Indonesia yang berpotensi masuk ke jurang resesi turut mempengaruhi dan kondisi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV juga berpotensi negatif jika tidak ada perbaikan.
&quot;Kemudian, dari luar juga contohnya dari Pemilu AS, kemudian stimulus juga direspon positif oleh market AS dan beberapa negara lain. Kalau kita lihat dari luar itu cenderung positif dan dari dalem juga bisa dikatakan positif cuma ga bisa dibilang kita terlalu positif di long term,&quot; ucapnya</content:encoded></item></channel></rss>
