<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Naik Tipis, Kunjungan Turis Asing Capai 165.000 Orang</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia bulan Agustus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/320/2286746/naik-tipis-kunjungan-turis-asing-capai-165-000-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/320/2286746/naik-tipis-kunjungan-turis-asing-capai-165-000-orang"/><item><title>   Naik Tipis, Kunjungan Turis Asing Capai 165.000 Orang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/320/2286746/naik-tipis-kunjungan-turis-asing-capai-165-000-orang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/01/320/2286746/naik-tipis-kunjungan-turis-asing-capai-165-000-orang</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2020 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/01/320/2286746/naik-tipis-kunjungan-turis-asing-capai-165-000-orang-OCTZHPE8FL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kunjungan Turis (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/01/320/2286746/naik-tipis-kunjungan-turis-asing-capai-165-000-orang-OCTZHPE8FL.jpg</image><title>Kunjungan Turis (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia bulan Agustus mengalami kenaikan dibandingkan pada Juli 2020. Adapun, kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 4,45%.

Sedangkan, secara year on year Agustus 2020 mengalami penurunan yang signifikan sebesar 89,22% dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Agustus 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah wisman pada Agustus 2020 mencapai 164,97 ribu kunjungan.

&quot;Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Agustus 2020 mengalami penurunan yang signifikan sebesar 89,22% dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Agustus 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Juli 2020, jumlah kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 4,45%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (1/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bukan China, Turis Timor Leste dan Malaysia Paling Banyak Plesiran ke Indonesia&amp;nbsp;

Dia merinci mayoritas wisman datang melalui darat yakni 107,6%, lalu disusul melalui laut 51,7%, dan udara sekitar 5,6% per Agustus 2020.

&quot;Kita perlu mengantisipasi dampak yang terjadi pada sektor pendukung pariwisata, baik itu transportasi, hotel, dan akomodasi lainnya,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia bulan Agustus mengalami kenaikan dibandingkan pada Juli 2020. Adapun, kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 4,45%.

Sedangkan, secara year on year Agustus 2020 mengalami penurunan yang signifikan sebesar 89,22% dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Agustus 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah wisman pada Agustus 2020 mencapai 164,97 ribu kunjungan.

&quot;Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Agustus 2020 mengalami penurunan yang signifikan sebesar 89,22% dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Agustus 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Juli 2020, jumlah kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 4,45%,&quot; kata Suhariyanto dalam video virtual, Kamis (1/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bukan China, Turis Timor Leste dan Malaysia Paling Banyak Plesiran ke Indonesia&amp;nbsp;

Dia merinci mayoritas wisman datang melalui darat yakni 107,6%, lalu disusul melalui laut 51,7%, dan udara sekitar 5,6% per Agustus 2020.

&quot;Kita perlu mengantisipasi dampak yang terjadi pada sektor pendukung pariwisata, baik itu transportasi, hotel, dan akomodasi lainnya,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
