<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Masih Bisa Selamat dari Resesi, Ini 3 Caranya</title><description>Keberhasilan pemulihan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh peran pemerintah dan juga peran masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/320/2287340/ri-masih-bisa-selamat-dari-resesi-ini-3-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/320/2287340/ri-masih-bisa-selamat-dari-resesi-ini-3-caranya"/><item><title>RI Masih Bisa Selamat dari Resesi, Ini 3 Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/320/2287340/ri-masih-bisa-selamat-dari-resesi-ini-3-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/320/2287340/ri-masih-bisa-selamat-dari-resesi-ini-3-caranya</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2020 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/02/320/2287340/ri-masih-bisa-selamat-dari-resesi-ini-3-caranya-bprL5pR0TB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/02/320/2287340/ri-masih-bisa-selamat-dari-resesi-ini-3-caranya-bprL5pR0TB.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Keberhasilan pemulihan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh peran pemerintah dan juga peran masyarakat. Pemerintah diharapkan mampu menahan penurunan konsumsi agar tidak terlalu dalam.
Ekonom Core Piter Abdullah menilai ada tiga cara agar ekonomi Indonesia bisa selamat dari resesi.
Baca Juga: Ternyata Deflasi saat Krisis 1999 Terjadi 7 Bulan Berturut-turut
 
&quot;Pertama, pemerintah diharapkan mampu mengembalikan sebagian daya beli masyarakat bawah yang tergerus akibat pandemi melalui berbagai program bantuan social,&quot; kata Piter Abdullah di Jakarta, Jumat (2/10/2020).
Dia melanjutkan, pemerintah juga diharapkan mampu membangkitkan keinginan konsumsi masyarakat menengah atas yang selama pandemi lebih memilih menunda konsumsi.
Baca Juga: Resesi di Depan Mata, Pengusaha Minta BLT Tak Disetop
 
&quot;Hal ini antara lain bisa dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan insentif untuk konsumsi, misalnya dengan membebaskan PPN untuk beberapa produk seperti mobil baru,&quot; katanya.

Di sisi lain masyarakat diharapkan juga mau bangkit beradaptasi dengan kondisi yang serba sulit di tengah pandemi. Masyarakat dituntut untuk tidak saja patuh dan disiplin melaksanakan protokol Kesehatan (agar kurva kasus covid-19 bisa melandai), tetapi juga untuk tetap optimis, menjalani kehidupan mengadaptasi kebiasaan baru tanpa kekhawatiran berlebihan.&quot;Apabila Pemerintah &amp;ldquo;mampu&amp;rdquo; menahan penurunan konsumsi dan masyarakat  &amp;ldquo;mau&amp;rdquo; bangkit beradaptasi di tengah pandemi, maka dunia usaha dengan  sendirinya akan terselamatkan, bisa bertahan dan tidak mengalami  kebangkrutan,&quot; katanya
Lalu, restrukturisasi kredit yang diberikan oleh Lembaga Keuangan  akan memiliki ruang dan manfaat. Restrukturisasi kredit hanya bisa  dilakukan ketika dunia usaha masih memiliki nafas, masih bisa beroperasi  walaupun dalam keterbatasan di tengahpandemi.
&quot;Perpanjangan program restrukturisasi kredit yang sudah disanggupi  oleh Otoritas Jasa Keuangan hanya akan efektif membantu dunia usaha  apabila Pemerintah dan masyarakat sudah memainkan perannya menjaga  keberlangsungan konsumsi di tengah pandemi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Keberhasilan pemulihan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh peran pemerintah dan juga peran masyarakat. Pemerintah diharapkan mampu menahan penurunan konsumsi agar tidak terlalu dalam.
Ekonom Core Piter Abdullah menilai ada tiga cara agar ekonomi Indonesia bisa selamat dari resesi.
Baca Juga: Ternyata Deflasi saat Krisis 1999 Terjadi 7 Bulan Berturut-turut
 
&quot;Pertama, pemerintah diharapkan mampu mengembalikan sebagian daya beli masyarakat bawah yang tergerus akibat pandemi melalui berbagai program bantuan social,&quot; kata Piter Abdullah di Jakarta, Jumat (2/10/2020).
Dia melanjutkan, pemerintah juga diharapkan mampu membangkitkan keinginan konsumsi masyarakat menengah atas yang selama pandemi lebih memilih menunda konsumsi.
Baca Juga: Resesi di Depan Mata, Pengusaha Minta BLT Tak Disetop
 
&quot;Hal ini antara lain bisa dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan insentif untuk konsumsi, misalnya dengan membebaskan PPN untuk beberapa produk seperti mobil baru,&quot; katanya.

Di sisi lain masyarakat diharapkan juga mau bangkit beradaptasi dengan kondisi yang serba sulit di tengah pandemi. Masyarakat dituntut untuk tidak saja patuh dan disiplin melaksanakan protokol Kesehatan (agar kurva kasus covid-19 bisa melandai), tetapi juga untuk tetap optimis, menjalani kehidupan mengadaptasi kebiasaan baru tanpa kekhawatiran berlebihan.&quot;Apabila Pemerintah &amp;ldquo;mampu&amp;rdquo; menahan penurunan konsumsi dan masyarakat  &amp;ldquo;mau&amp;rdquo; bangkit beradaptasi di tengah pandemi, maka dunia usaha dengan  sendirinya akan terselamatkan, bisa bertahan dan tidak mengalami  kebangkrutan,&quot; katanya
Lalu, restrukturisasi kredit yang diberikan oleh Lembaga Keuangan  akan memiliki ruang dan manfaat. Restrukturisasi kredit hanya bisa  dilakukan ketika dunia usaha masih memiliki nafas, masih bisa beroperasi  walaupun dalam keterbatasan di tengahpandemi.
&quot;Perpanjangan program restrukturisasi kredit yang sudah disanggupi  oleh Otoritas Jasa Keuangan hanya akan efektif membantu dunia usaha  apabila Pemerintah dan masyarakat sudah memainkan perannya menjaga  keberlangsungan konsumsi di tengah pandemi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
