<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jual Ember, Semangat Penyandang Disabilitas Mencari Rezeki di Tengah Covid-19</title><description>Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan bagi Basaruddin Hasibuan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/455/2287387/jual-ember-semangat-penyandang-disabilitas-mencari-rezeki-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/455/2287387/jual-ember-semangat-penyandang-disabilitas-mencari-rezeki-di-tengah-covid-19"/><item><title>Jual Ember, Semangat Penyandang Disabilitas Mencari Rezeki di Tengah Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/455/2287387/jual-ember-semangat-penyandang-disabilitas-mencari-rezeki-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/02/455/2287387/jual-ember-semangat-penyandang-disabilitas-mencari-rezeki-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2020 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Syukri Syarifuddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/02/455/2287387/jual-ember-semangat-penyandang-disabilitas-mencari-rezeki-di-tengah-covid-19-7pGjWDbAze.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyandang Disabilitas Berjualan Ember (Foto: Syukri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/02/455/2287387/jual-ember-semangat-penyandang-disabilitas-mencari-rezeki-di-tengah-covid-19-7pGjWDbAze.jpg</image><title>Penyandang Disabilitas Berjualan Ember (Foto: Syukri/Okezone)</title></images><description>BANDA ACEH - Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan bagi Basaruddin Hasibuan. Pasalnya, penyandang disabilitas tersebut tetap bekerja keras guna menafkahi istri dan dua anaknya.
Pria yang diketahui dari Padang Sidempuan rela mengadu nasib dengan kesehariannya berjualan ember keliling di Kota Banda Aceh. Hingga saat ini sudah empat bulan lamanya, berkeliling mencari nafkah tanpa peduli teriknya sinar matahari, meski berjalan dengan bantuan sebilah tongkat.
Baca Juga: Cerita Pembatik Asal Solo, Mulai Kejayaan hingga Terhantam Corona
 
Diketahui, kaki kanan Basaruddin terpaksa diamputasi setelah dirinya mengalami kecelakaan akibat tertimpa pohon besar. Walau agak susah berjalan dengan mengusung ember yang dijajakan ke rumah-rumah warga, profesi ini sudah digelutinya sejak enam tahum silam.
Sulitnya ekonomi keluarga selama pandemi Covid-19, mengharuskannya untuk bekerja dengan ekstra agar mencukupi kebutuhan istri dan anaknya di kampung halaman.
&quot;Setiap hari jalan membawa ember hingga 10 kilometer lebih,&quot; kata dia, Jumat (2/10/2020).
Baca Juga: Jelang Resesi, Yuk Bikin Usaha agar Tak Cuma Andalkan Gaji
 
Kendati demikian, dirinya tidak pernah merasa malu dengan kondisi tubuhnya yang tak memiliki satu kaki.
Basaruddin berharap, keterbatasannya untuk berjualan dengan menyusuri rumah ke rumah tersebut bisa menjadi renungan untuk terus bekerja keras, tanpa mengharap belas kasihan, terutama seperti saat kondisi pandemi yang tidak menentu saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNi81LzEyMTg3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>BANDA ACEH - Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan bagi Basaruddin Hasibuan. Pasalnya, penyandang disabilitas tersebut tetap bekerja keras guna menafkahi istri dan dua anaknya.
Pria yang diketahui dari Padang Sidempuan rela mengadu nasib dengan kesehariannya berjualan ember keliling di Kota Banda Aceh. Hingga saat ini sudah empat bulan lamanya, berkeliling mencari nafkah tanpa peduli teriknya sinar matahari, meski berjalan dengan bantuan sebilah tongkat.
Baca Juga: Cerita Pembatik Asal Solo, Mulai Kejayaan hingga Terhantam Corona
 
Diketahui, kaki kanan Basaruddin terpaksa diamputasi setelah dirinya mengalami kecelakaan akibat tertimpa pohon besar. Walau agak susah berjalan dengan mengusung ember yang dijajakan ke rumah-rumah warga, profesi ini sudah digelutinya sejak enam tahum silam.
Sulitnya ekonomi keluarga selama pandemi Covid-19, mengharuskannya untuk bekerja dengan ekstra agar mencukupi kebutuhan istri dan anaknya di kampung halaman.
&quot;Setiap hari jalan membawa ember hingga 10 kilometer lebih,&quot; kata dia, Jumat (2/10/2020).
Baca Juga: Jelang Resesi, Yuk Bikin Usaha agar Tak Cuma Andalkan Gaji
 
Kendati demikian, dirinya tidak pernah merasa malu dengan kondisi tubuhnya yang tak memiliki satu kaki.
Basaruddin berharap, keterbatasannya untuk berjualan dengan menyusuri rumah ke rumah tersebut bisa menjadi renungan untuk terus bekerja keras, tanpa mengharap belas kasihan, terutama seperti saat kondisi pandemi yang tidak menentu saat ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNy8yNi81LzEyMTg3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
