<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksin Covid-19 Jadi Penentu Pergerakan Ekonomi RI</title><description>Indonesia hampir dipastikan akan masuk resesi ekonomi setelah kuartal II pertumbuhan ekonomi bergerak -5,32%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288285/vaksin-covid-19-jadi-penentu-pergerakan-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288285/vaksin-covid-19-jadi-penentu-pergerakan-ekonomi-ri"/><item><title>Vaksin Covid-19 Jadi Penentu Pergerakan Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288285/vaksin-covid-19-jadi-penentu-pergerakan-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288285/vaksin-covid-19-jadi-penentu-pergerakan-ekonomi-ri</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2020 06:09 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/04/320/2288285/vaksin-covid-19-jadi-penentu-pergerakan-ekonomi-ri-6hV4Nz3xuw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/04/320/2288285/vaksin-covid-19-jadi-penentu-pergerakan-ekonomi-ri-6hV4Nz3xuw.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Indonesia hampir dipastikan akan masuk resesi ekonomi setelah kuartal II pertumbuhan ekonomi bergerak -5,32%. Hal ini diprediksi akan tetap bergerak negatif seiring pertumbuhan ekonomi tanah air pada kuartal III-2020.
&quot;Ke depannya perekonomian Indonesia akan bergantung pada penemuan vaksin dan bagaimana pemerintah dapat menyediakannya bagi masyarakat,&quot; ungkap VP Economist Bank Permata Josua Pardede, Minggu (4/10/2020).
Dirinya mengatakan, salah satu skenario terbaik adalah ditemukannya vaksin yang efektif sebelum 2020 berakhir sehingga pengadaan dan distribusi vaksin dapat terimplementasi pada kuartal I-2021, yang kemudian akan mendorong pemulihan ekonomi di kuartal II-2021, dengan asumsi vaksin dapat terdistribusi merata di daerah-daerah prioritas. Dengan skenario ini, konsolidasi pemulihan perekonomian dapat mulai terjadi pada 2021-2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMi80LzEyMzA0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Josua menyebut, skenario ini akan mengakibatkan pemulihan perekonomian yakni pertumbuhan ekonomi akan kembali pada trajectory (lintasan) awal di mana pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% baru akan tercapai di tahun 2023-2024.
Baca Selengkapnya: Nasib Ekonomi RI Bergantung Penemuan Vaksin Covid-19
</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Indonesia hampir dipastikan akan masuk resesi ekonomi setelah kuartal II pertumbuhan ekonomi bergerak -5,32%. Hal ini diprediksi akan tetap bergerak negatif seiring pertumbuhan ekonomi tanah air pada kuartal III-2020.
&quot;Ke depannya perekonomian Indonesia akan bergantung pada penemuan vaksin dan bagaimana pemerintah dapat menyediakannya bagi masyarakat,&quot; ungkap VP Economist Bank Permata Josua Pardede, Minggu (4/10/2020).
Dirinya mengatakan, salah satu skenario terbaik adalah ditemukannya vaksin yang efektif sebelum 2020 berakhir sehingga pengadaan dan distribusi vaksin dapat terimplementasi pada kuartal I-2021, yang kemudian akan mendorong pemulihan ekonomi di kuartal II-2021, dengan asumsi vaksin dapat terdistribusi merata di daerah-daerah prioritas. Dengan skenario ini, konsolidasi pemulihan perekonomian dapat mulai terjadi pada 2021-2022.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMi80LzEyMzA0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Josua menyebut, skenario ini akan mengakibatkan pemulihan perekonomian yakni pertumbuhan ekonomi akan kembali pada trajectory (lintasan) awal di mana pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% baru akan tercapai di tahun 2023-2024.
Baca Selengkapnya: Nasib Ekonomi RI Bergantung Penemuan Vaksin Covid-19
</content:encoded></item></channel></rss>
