<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Diprediksi Menguat Selama BI Tetap Turun ke Market</title><description>Nilai tukar Rupiah akan mengalami tekanan pada perdagangan hari ini.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288483/rupiah-diprediksi-menguat-selama-bi-tetap-turun-ke-market</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288483/rupiah-diprediksi-menguat-selama-bi-tetap-turun-ke-market"/><item><title>Rupiah Diprediksi Menguat Selama BI Tetap Turun ke Market</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288483/rupiah-diprediksi-menguat-selama-bi-tetap-turun-ke-market</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288483/rupiah-diprediksi-menguat-selama-bi-tetap-turun-ke-market</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2020 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288483/rupiah-diprediksi-menguat-selama-bi-tetap-turun-ke-market-P4lfEtwe91.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288483/rupiah-diprediksi-menguat-selama-bi-tetap-turun-ke-market-P4lfEtwe91.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah akan mengalami tekanan pada  perdagangan hari ini. Rupiah hari ini diprediksi bergerak di kisaran  Rp14.800-Rp15.100 per USD.

Dalam riset analis MNC Bank, Jakarta, Senin (5/10/2020), setelah  mencatatkan kinerja baik pada sepekan lalu, rupiah diproyeksikan melemah  pada hari ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Menguat tapi Masih di Rp14.800/USD
Pada Jumat 2 Oktober 2020, Rupiah di pasar spot melemah 0,2% ke  Rp14.865 per USD. Namun, jika dalam sepekan, rupiah masih tercatat  menguat tipis 0,05%.

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah justru  mengakhiri pekan lalu dengan pelemahan tipis 0,09% menjadi Rp14.890 per  USD, Dalam sepekan, rupiah  menguat 0,41%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Pagi Ini Parkir di Level Rp14.845/USD
Menurut riset tersebut, Dari dalam negeri pelaku pasar mencermati RUU  Cipta Kerja yang akan disahkan pada rapat paripurna 8 oktober 2020.  &quot;Penolakan dan mogok kerja yang disuarakan oleh buruh dikhawatirkan  berdampak pada produktivitas industri manufaktur pada kuartal IV-2020,&quot;  kutip riset tersebut.

Namun peluang rupiah untuk menguat  pun sebenarnya masih ada. Selain  BI  tetap ada di market untuk menjaga stabilitas rupiah, diharapkan  investor juga kembali masuk ke asset beresiko  jika sentimen negatif   terhadap rupiah  sudah mereda.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Pi-LhVbNPMU&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Selain itu, diperkirakan aliran dana ke safe haven akan kembali  berlanjut. Pasar cenderung beralih ke safe haven imbas dari kondisi  pasar yang masih penuh ketidakpastian.

Mulai dari penyebaran Covid-19 yang masih terus berlanjut, stimulus  fiskal di Amerika Serikat yang masih tarik-ulur, hingga teranyar  Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif Covid-19.Semua sentimen  tersebut mendukung permintaan safe haven dan masih akan mewarnai  perdagangan hari ini. Belum lagi, jika melihat data ketenagakerjaan AS  yang masih menunjukkan adanya sinyal pelambatan.

&quot;Selain itu, kondisi eksternal yang paling berdampak pada pergerakan  nilai tukar rupiah karena adanya instabilitas geopolitik dan perang  Azerbaijan-Armenia,&quot; kutip riset tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah akan mengalami tekanan pada  perdagangan hari ini. Rupiah hari ini diprediksi bergerak di kisaran  Rp14.800-Rp15.100 per USD.

Dalam riset analis MNC Bank, Jakarta, Senin (5/10/2020), setelah  mencatatkan kinerja baik pada sepekan lalu, rupiah diproyeksikan melemah  pada hari ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Menguat tapi Masih di Rp14.800/USD
Pada Jumat 2 Oktober 2020, Rupiah di pasar spot melemah 0,2% ke  Rp14.865 per USD. Namun, jika dalam sepekan, rupiah masih tercatat  menguat tipis 0,05%.

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah justru  mengakhiri pekan lalu dengan pelemahan tipis 0,09% menjadi Rp14.890 per  USD, Dalam sepekan, rupiah  menguat 0,41%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rupiah Pagi Ini Parkir di Level Rp14.845/USD
Menurut riset tersebut, Dari dalam negeri pelaku pasar mencermati RUU  Cipta Kerja yang akan disahkan pada rapat paripurna 8 oktober 2020.  &quot;Penolakan dan mogok kerja yang disuarakan oleh buruh dikhawatirkan  berdampak pada produktivitas industri manufaktur pada kuartal IV-2020,&quot;  kutip riset tersebut.

Namun peluang rupiah untuk menguat  pun sebenarnya masih ada. Selain  BI  tetap ada di market untuk menjaga stabilitas rupiah, diharapkan  investor juga kembali masuk ke asset beresiko  jika sentimen negatif   terhadap rupiah  sudah mereda.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Pi-LhVbNPMU&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;Selain itu, diperkirakan aliran dana ke safe haven akan kembali  berlanjut. Pasar cenderung beralih ke safe haven imbas dari kondisi  pasar yang masih penuh ketidakpastian.

Mulai dari penyebaran Covid-19 yang masih terus berlanjut, stimulus  fiskal di Amerika Serikat yang masih tarik-ulur, hingga teranyar  Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif Covid-19.Semua sentimen  tersebut mendukung permintaan safe haven dan masih akan mewarnai  perdagangan hari ini. Belum lagi, jika melihat data ketenagakerjaan AS  yang masih menunjukkan adanya sinyal pelambatan.

&quot;Selain itu, kondisi eksternal yang paling berdampak pada pergerakan  nilai tukar rupiah karena adanya instabilitas geopolitik dan perang  Azerbaijan-Armenia,&quot; kutip riset tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
