<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bio Farma Sebut Ada 8 Jenis Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap III</title><description>PT Bio Farma (Persero) mencatat ada delapan jenis vaksin Covid-19 dari  perusahaan farmasi di dunia yang sudah masuk uji klinis tahap III.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288640/bio-farma-sebut-ada-8-jenis-vaksin-covid-19-sudah-masuk-uji-klinis-tahap-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288640/bio-farma-sebut-ada-8-jenis-vaksin-covid-19-sudah-masuk-uji-klinis-tahap-iii"/><item><title>Bio Farma Sebut Ada 8 Jenis Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288640/bio-farma-sebut-ada-8-jenis-vaksin-covid-19-sudah-masuk-uji-klinis-tahap-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288640/bio-farma-sebut-ada-8-jenis-vaksin-covid-19-sudah-masuk-uji-klinis-tahap-iii</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2020 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288640/bio-farma-sebut-ada-8-jenis-vaksin-covid-19-sudah-masuk-uji-klinis-tahap-iii-m8YPlqeAgo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288640/bio-farma-sebut-ada-8-jenis-vaksin-covid-19-sudah-masuk-uji-klinis-tahap-iii-m8YPlqeAgo.jpg</image><title>Vaksin (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) mencatat ada delapan jenis vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi di dunia yang sudah masuk uji klinis tahap III. Salah satu dari delapan jenis vaksin tersebut merupakan produksi Sinovac Biotech Ltd yang kini menjadi mitra Bio Farma dalam mengembangkan vaksin Covid-19.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir Mengatakan, dalam rangka mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia, pihaknya menggunakan dua strategis baik jangka pendek dan jangka panjang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Colek Sri Mulyani, Sertifikasi Alat Kesehatan Pakai APBN
Untuk jangka pendek, Bio Farma mengambil strategi dengan menggandeng perusahaan Sinovac untuk mempercepat produksi vaksin yang ditargetkan akan distribusikan pada akhir 2020.

&quot;Saat ini sudah ada 8 vaksin yang masuk yang sudah masuk ke tahap III. Dan kita sedang melakukan kerja sama dari salah satu vaksin itu yaitu Sinovac, ini untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek untuk memenuhi keinginan pemerintah untuk memutuskan mata rantai virus ini,&quot; ujar Honesti dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (5/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga; Harga Tes Swab Rp900.000, Menko Airlangga Buat Surat Edaran
Bio Farma tak hanya menggandeng produsen vaksin asal China tersebut. Dalam strategi jangka pendek, Honesti mengatakan, pihaknya juga akan menggandeng sejumlah perusahaan farmasi terkemuka di dunia. Meski begitu, dia belum menyampaikan ihwal identitas sejumlah perusahaan tersebut.

&quot;Untuk jangka pendeknya sendiri, kita juga kita inisiatif untuk melakukan (kerja sama) dengan beberapa produsen vaksin nanti kami informasikan lebih lanjut,&quot; kata dia.

Sementara itu, untuk jangka panjangnya, Bio Farma akan memproduksi vaksin Merah Putih. Pada tahap ini, Bio Farma akan berkolaborasi dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman  yang akan menggunakan strain virus asli Indonesia.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/K27aP1-GRRw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&quot;Vaksin Merah Putih ini diharapkan akan diproduksi pada semester  kedua 2022, bekerja sama dengan lembaga Eijkman yang berperan untuk  penelitian awal sampai dengan pembuatan bibit vaksin,&quot; kata Honesti.

Sementara pada semester pertama 2021, penelitian akan dilanjutkan Bio  Farma dari mulai uji pra klinis, uji Klinis tahap I, II dan III yang  kemudian untuk diregistrasikan ke Badan POM. Dengan demikian,  ditargetkan pada kuartal III dan kuartal IV 2022 vaksin Merah Putih akan  dikomersialkan secara keseluruhan.

&quot;Untuk jangka panjang sendiri, kami juga bekerjasama dengan lembaga  Biomolekuler Eijkman, ada konsorsium bikinan vaksin Merah Putih karena  memang baru kita lakukan komersial pada kuartal III atau IV 2022, jadi  ini kita masukan ke jangka menengah,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) mencatat ada delapan jenis vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi di dunia yang sudah masuk uji klinis tahap III. Salah satu dari delapan jenis vaksin tersebut merupakan produksi Sinovac Biotech Ltd yang kini menjadi mitra Bio Farma dalam mengembangkan vaksin Covid-19.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir Mengatakan, dalam rangka mempercepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia, pihaknya menggunakan dua strategis baik jangka pendek dan jangka panjang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Colek Sri Mulyani, Sertifikasi Alat Kesehatan Pakai APBN
Untuk jangka pendek, Bio Farma mengambil strategi dengan menggandeng perusahaan Sinovac untuk mempercepat produksi vaksin yang ditargetkan akan distribusikan pada akhir 2020.

&quot;Saat ini sudah ada 8 vaksin yang masuk yang sudah masuk ke tahap III. Dan kita sedang melakukan kerja sama dari salah satu vaksin itu yaitu Sinovac, ini untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek untuk memenuhi keinginan pemerintah untuk memutuskan mata rantai virus ini,&quot; ujar Honesti dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (5/10/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga; Harga Tes Swab Rp900.000, Menko Airlangga Buat Surat Edaran
Bio Farma tak hanya menggandeng produsen vaksin asal China tersebut. Dalam strategi jangka pendek, Honesti mengatakan, pihaknya juga akan menggandeng sejumlah perusahaan farmasi terkemuka di dunia. Meski begitu, dia belum menyampaikan ihwal identitas sejumlah perusahaan tersebut.

&quot;Untuk jangka pendeknya sendiri, kita juga kita inisiatif untuk melakukan (kerja sama) dengan beberapa produsen vaksin nanti kami informasikan lebih lanjut,&quot; kata dia.

Sementara itu, untuk jangka panjangnya, Bio Farma akan memproduksi vaksin Merah Putih. Pada tahap ini, Bio Farma akan berkolaborasi dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman  yang akan menggunakan strain virus asli Indonesia.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/K27aP1-GRRw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&quot;Vaksin Merah Putih ini diharapkan akan diproduksi pada semester  kedua 2022, bekerja sama dengan lembaga Eijkman yang berperan untuk  penelitian awal sampai dengan pembuatan bibit vaksin,&quot; kata Honesti.

Sementara pada semester pertama 2021, penelitian akan dilanjutkan Bio  Farma dari mulai uji pra klinis, uji Klinis tahap I, II dan III yang  kemudian untuk diregistrasikan ke Badan POM. Dengan demikian,  ditargetkan pada kuartal III dan kuartal IV 2022 vaksin Merah Putih akan  dikomersialkan secara keseluruhan.

&quot;Untuk jangka panjang sendiri, kami juga bekerjasama dengan lembaga  Biomolekuler Eijkman, ada konsorsium bikinan vaksin Merah Putih karena  memang baru kita lakukan komersial pada kuartal III atau IV 2022, jadi  ini kita masukan ke jangka menengah,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
