<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bio Farma Prediksi Harga Vaksin Covid-19 Rp200.000/Dosis</title><description>PT Bio Farma (Persero) memproyeksikan harga vaksin Covid-19 yang akan dijual di pasaran berkisar Rp200.000 per dosis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288649/bio-farma-prediksi-harga-vaksin-covid-19-rp200-000-dosis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288649/bio-farma-prediksi-harga-vaksin-covid-19-rp200-000-dosis"/><item><title>Bio Farma Prediksi Harga Vaksin Covid-19 Rp200.000/Dosis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288649/bio-farma-prediksi-harga-vaksin-covid-19-rp200-000-dosis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288649/bio-farma-prediksi-harga-vaksin-covid-19-rp200-000-dosis</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2020 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288649/bio-farma-prediksi-harga-vaksin-covid-19-rp200-000-dosis-iarFeYl8AM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288649/bio-farma-prediksi-harga-vaksin-covid-19-rp200-000-dosis-iarFeYl8AM.jpg</image><title>Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) memproyeksikan harga vaksin Covid-19 yang akan dijual di pasaran berkisar Rp200.000 per dosis. Meski begitu, penetapan harga vaksin secara resmi akan diumumkan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) ihwal vaksin.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir Mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan Kementerian BUMN dan Presiden guna membahas perihal harga vaksin tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Sebut Ada 8 Jenis Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap III
&quot;Asumsi sementara harga (vaksin) Rp200 ribu per dosis, kami sedang berkomunikasi dengan pemerintah. Akan ada Perpres,&quot; ujar Honesti dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Sementara itu, terkait dengan distribusi vaksin Covid-19, Bio Farma menargetkan akan dilakukan pada akhir 2020 atau awal tahun 2021. Di mana, proses vaksinasi sendiri akan dilakukan pada 170 juta orang. Angka itu sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Beredar Harga Vaksin Covid-19 dari Rp60.000 hingga Rp2 Juta
Honesti menyebut, jumlah awal tersebut sesuai dengan standar atau petunjuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai herd immunity. Selain itu, setiap orang akan mendapatkan dua dosis vaksin atau dua kali suntikan, dengan begitu, Bio Farma akan menyediakan 340 vaksin di tahun depan.

&quot;Target 170 juta orang Indonesia untuk memenuhi herd immunity, jadi 1 orang 2 dosis, jadi butuh 340 juta dosis tahun depan,&quot; Katanya.

Proses vaksinasi tersebut merupakan jangka pendek dari langkah strategi holding farmasi BUMN dan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Tak hanya menggandeng produsen vaksin asal China yakni Sonovac.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMy80LzEyMzA0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam strategi jangka pendek, BUMN Farmasi itu juga akan menggandeng  sejumlah perusahaan farmasi terkemuka di dunia. Meski begitu, belum  diketahui secara pasti ihwal identitas sejumlah perusahaan tersebut.

&quot;Untuk jangka pendeknya sendiri, kita juga kita inisiatif untuk  melakukan (kerja sama) dengan beberapa produsen vaksin nanti kami  informasikan lebih lanjut,&quot; kata dia.

Sementara itu, untuk jangka panjangnya, Bio Farma akan memproduksi  vaksin Merah Putih. Pada tahap ini, Bio Farma akan berkolaborasi dengan  Lembaga Biomolekuler Eijkman  yang akan menggunakan strain virus asli  Indonesia.

&quot;Vaksin Merah Putih ini diharapkan akan diproduksi pada semester  kedua 2022, bekerja sama dengan lembaga Eijkman yang berperan untuk  penelitian awal sampai dengan pembuatan bibit vaksin,&quot; kata Honesti.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) memproyeksikan harga vaksin Covid-19 yang akan dijual di pasaran berkisar Rp200.000 per dosis. Meski begitu, penetapan harga vaksin secara resmi akan diumumkan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) ihwal vaksin.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir Mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan Kementerian BUMN dan Presiden guna membahas perihal harga vaksin tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Sebut Ada 8 Jenis Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap III
&quot;Asumsi sementara harga (vaksin) Rp200 ribu per dosis, kami sedang berkomunikasi dengan pemerintah. Akan ada Perpres,&quot; ujar Honesti dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Sementara itu, terkait dengan distribusi vaksin Covid-19, Bio Farma menargetkan akan dilakukan pada akhir 2020 atau awal tahun 2021. Di mana, proses vaksinasi sendiri akan dilakukan pada 170 juta orang. Angka itu sekitar 70 persen dari total penduduk Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Beredar Harga Vaksin Covid-19 dari Rp60.000 hingga Rp2 Juta
Honesti menyebut, jumlah awal tersebut sesuai dengan standar atau petunjuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencapai herd immunity. Selain itu, setiap orang akan mendapatkan dua dosis vaksin atau dua kali suntikan, dengan begitu, Bio Farma akan menyediakan 340 vaksin di tahun depan.

&quot;Target 170 juta orang Indonesia untuk memenuhi herd immunity, jadi 1 orang 2 dosis, jadi butuh 340 juta dosis tahun depan,&quot; Katanya.

Proses vaksinasi tersebut merupakan jangka pendek dari langkah strategi holding farmasi BUMN dan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Tak hanya menggandeng produsen vaksin asal China yakni Sonovac.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMy80LzEyMzA0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam strategi jangka pendek, BUMN Farmasi itu juga akan menggandeng  sejumlah perusahaan farmasi terkemuka di dunia. Meski begitu, belum  diketahui secara pasti ihwal identitas sejumlah perusahaan tersebut.

&quot;Untuk jangka pendeknya sendiri, kita juga kita inisiatif untuk  melakukan (kerja sama) dengan beberapa produsen vaksin nanti kami  informasikan lebih lanjut,&quot; kata dia.

Sementara itu, untuk jangka panjangnya, Bio Farma akan memproduksi  vaksin Merah Putih. Pada tahap ini, Bio Farma akan berkolaborasi dengan  Lembaga Biomolekuler Eijkman  yang akan menggunakan strain virus asli  Indonesia.

&quot;Vaksin Merah Putih ini diharapkan akan diproduksi pada semester  kedua 2022, bekerja sama dengan lembaga Eijkman yang berperan untuk  penelitian awal sampai dengan pembuatan bibit vaksin,&quot; kata Honesti.</content:encoded></item></channel></rss>
