<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obat Covid-19 Racikan BUMN Farmasi Siap Digunakan</title><description>Holding BUMN Farmasi yakini PT Bio Farma (Persero) mencatat ada sejumlah  obat-obatan yang telah diproduksi dua anak perusahaannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288690/obat-covid-19-racikan-bumn-farmasi-siap-digunakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288690/obat-covid-19-racikan-bumn-farmasi-siap-digunakan"/><item><title>Obat Covid-19 Racikan BUMN Farmasi Siap Digunakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288690/obat-covid-19-racikan-bumn-farmasi-siap-digunakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/05/320/2288690/obat-covid-19-racikan-bumn-farmasi-siap-digunakan</guid><pubDate>Senin 05 Oktober 2020 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288690/obat-covid-19-racikan-bumn-farmasi-siap-digunakan-ZxHaAi5yAF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/05/320/2288690/obat-covid-19-racikan-bumn-farmasi-siap-digunakan-ZxHaAi5yAF.jpg</image><title>Vaksin (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Holding BUMN Farmasi yakini PT Bio Farma (Persero) mencatat ada sejumlah obat-obatan yang telah diproduksi dua anak perusahaannya, yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF). Obat-obatan tersebut diyakini dapat digunakan untuk menangani pasien Covid-19 di Indonesia.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir Mengatakan, produksi obat-obatan anak holding BUMN farmasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam melakukan percepatan penanggulangan Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Prediksi Harga Vaksin Covid-19 Rp200.000/Dosis
&quot;Dari sisi pencegahan, kedua produsen Farmasi itu dapat penyediaan vaksin atau penanganan melalui pengobatan dan pemberian multivitamin. Serta penyediaan alat kesehatan,&quot; ujar Honesti, Jakarta, Senin (5/10/2020).
Untuk Kimia Farma, saat ini sudah mampu memproduksi obat untuk penanganan Covid-19, yaitu Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid-19. Sementara Indofarma, siap memasarkan obat anti Corona Remdesivir dengan nama dagang Desrem. Obat ini diproduksi Mylan Laboratories Limited atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan United States of America.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Colek Sri Mulyani, Sertifikasi Alat Kesehatan Pakai APBN
Selain Favipivar, kata dia, Kimia Farma dan anak usahanya PT Phapros, Tbk, telah berhasil memproduksi beberapa obat untuk penanganan Covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolone.
Kimia Farma juga memproduksi beberapa multivitamin penambah daya tahan tubuh seperti Vitamin C berupa tablet dan injeksi, Becefort, Fituno dan Geriavita sebagai tambahan produk untuk menjaga daya tahan tubuh.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Sebut Ada 8 Jenis Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap III
Sementara itu, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, jenis obat Favipiravir dapat dipergunakan untuk terapi Covid-19. Bahkan, obat ini sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan secara mandiri.
Obat ini pun telah mendapatkan Nomor Ijin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta akan didistribusikan ke seluruh layanan kesehatan sesuai dengan regulasi Pemerintah.
Selain obat-obatan dan multivitamin, Kimia Farma melalui jaringan ritelnya juga mendistribusikan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer serta melakukan layanan pemeriksaan berupa rapid test atau PCR Test. Alkes tersebut juga merupakan hasil produksi Kimia Farma.
Sementara itu, anggota Holding BUMN Farmasi lainnya seperti Indofarma dan seluruh grup usahanya juga mendukung upaya pemerintah dalam hal penekanan penyebaran Covid-19 di tanah air melalui berbagai jenis produk antara lain, oseltamivir 75 gr Caps yang merupakan antiviral unggulan yang saat ini telah menjadi rujukan sebagai protokol pengobatan Covid-19 di berbagai Rumah Sakit.
Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan, Oseltamivir 75  gr Caps merupakan produk yang telah memiliki sertifikat tingkat  kandungan dalam negeri senilai 40.06 persen. Obat ini telah diproduksi  sendiri oleh Indofarma dengan kapasitas produksi sebesar 4.9 juta Kapsul  per bulannya. Sehingga diharapkan dapat mampu mencukupi kebutuhan  masyarakat Indonesia.
Produk penanganan Covid-19 lainnya adalah Desrem Remdesivir Inj 100  mg, yang merupakan produk antiviral hasil produksi Mylan Laboratories  Ltd, yang akan dipasarkan oleh Indofarma, dalam waktu dekat.
&quot;Produk yang akan kami pasarkan dalam waktu dekat adalah desrem  remdesivir Ini 100 mg yang telah mendapatkan persetujuan Emergency Use  Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujuioleh BPOM melalui  penerbitan nomor izin edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30  September 2020,&quot; kata dia.
Arief menyebut, desrem remdesivir 100 mg akan mulai dipasarkan pekan  depan. Kemudian untuk ketersediaan stock untuk bulan ini, sudah ada  sebanyak 400.000 vial dengan harga yang tentunya terjangkau oleh  masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Holding BUMN Farmasi yakini PT Bio Farma (Persero) mencatat ada sejumlah obat-obatan yang telah diproduksi dua anak perusahaannya, yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF). Obat-obatan tersebut diyakini dapat digunakan untuk menangani pasien Covid-19 di Indonesia.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir Mengatakan, produksi obat-obatan anak holding BUMN farmasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam melakukan percepatan penanggulangan Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Prediksi Harga Vaksin Covid-19 Rp200.000/Dosis
&quot;Dari sisi pencegahan, kedua produsen Farmasi itu dapat penyediaan vaksin atau penanganan melalui pengobatan dan pemberian multivitamin. Serta penyediaan alat kesehatan,&quot; ujar Honesti, Jakarta, Senin (5/10/2020).
Untuk Kimia Farma, saat ini sudah mampu memproduksi obat untuk penanganan Covid-19, yaitu Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid-19. Sementara Indofarma, siap memasarkan obat anti Corona Remdesivir dengan nama dagang Desrem. Obat ini diproduksi Mylan Laboratories Limited atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan United States of America.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Colek Sri Mulyani, Sertifikasi Alat Kesehatan Pakai APBN
Selain Favipivar, kata dia, Kimia Farma dan anak usahanya PT Phapros, Tbk, telah berhasil memproduksi beberapa obat untuk penanganan Covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolone.
Kimia Farma juga memproduksi beberapa multivitamin penambah daya tahan tubuh seperti Vitamin C berupa tablet dan injeksi, Becefort, Fituno dan Geriavita sebagai tambahan produk untuk menjaga daya tahan tubuh.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Sebut Ada 8 Jenis Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap III
Sementara itu, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, jenis obat Favipiravir dapat dipergunakan untuk terapi Covid-19. Bahkan, obat ini sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan secara mandiri.
Obat ini pun telah mendapatkan Nomor Ijin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta akan didistribusikan ke seluruh layanan kesehatan sesuai dengan regulasi Pemerintah.
Selain obat-obatan dan multivitamin, Kimia Farma melalui jaringan ritelnya juga mendistribusikan alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer serta melakukan layanan pemeriksaan berupa rapid test atau PCR Test. Alkes tersebut juga merupakan hasil produksi Kimia Farma.
Sementara itu, anggota Holding BUMN Farmasi lainnya seperti Indofarma dan seluruh grup usahanya juga mendukung upaya pemerintah dalam hal penekanan penyebaran Covid-19 di tanah air melalui berbagai jenis produk antara lain, oseltamivir 75 gr Caps yang merupakan antiviral unggulan yang saat ini telah menjadi rujukan sebagai protokol pengobatan Covid-19 di berbagai Rumah Sakit.
Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan, Oseltamivir 75  gr Caps merupakan produk yang telah memiliki sertifikat tingkat  kandungan dalam negeri senilai 40.06 persen. Obat ini telah diproduksi  sendiri oleh Indofarma dengan kapasitas produksi sebesar 4.9 juta Kapsul  per bulannya. Sehingga diharapkan dapat mampu mencukupi kebutuhan  masyarakat Indonesia.
Produk penanganan Covid-19 lainnya adalah Desrem Remdesivir Inj 100  mg, yang merupakan produk antiviral hasil produksi Mylan Laboratories  Ltd, yang akan dipasarkan oleh Indofarma, dalam waktu dekat.
&quot;Produk yang akan kami pasarkan dalam waktu dekat adalah desrem  remdesivir Ini 100 mg yang telah mendapatkan persetujuan Emergency Use  Authorization (EUA) di Indonesia dan telah disetujuioleh BPOM melalui  penerbitan nomor izin edar yang sudah diterbitkan pada tanggal 30  September 2020,&quot; kata dia.
Arief menyebut, desrem remdesivir 100 mg akan mulai dipasarkan pekan  depan. Kemudian untuk ketersediaan stock untuk bulan ini, sudah ada  sebanyak 400.000 vial dengan harga yang tentunya terjangkau oleh  masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
