<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPD Minta Presiden Soroti Proyek Pembangkit Listrik PLN</title><description>DPD mempertanyakan kebijakan PLN di Sumatera Selatan yang menghentikan  proyek konversi pembangkit listrik bahan bakar minyak ke batubara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/320/2289473/dpd-minta-presiden-soroti-proyek-pembangkit-listrik-pln</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/320/2289473/dpd-minta-presiden-soroti-proyek-pembangkit-listrik-pln"/><item><title>DPD Minta Presiden Soroti Proyek Pembangkit Listrik PLN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/320/2289473/dpd-minta-presiden-soroti-proyek-pembangkit-listrik-pln</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/320/2289473/dpd-minta-presiden-soroti-proyek-pembangkit-listrik-pln</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2020 20:17 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/06/320/2289473/dpd-minta-presiden-soroti-proyek-pembangkit-listrik-pln-iv2LWpjOXr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pimpinan DPD menemui Presiden Jokowi (Foto: Dok. DPD)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/06/320/2289473/dpd-minta-presiden-soroti-proyek-pembangkit-listrik-pln-iv2LWpjOXr.jpg</image><title>Pimpinan DPD menemui Presiden Jokowi (Foto: Dok. DPD)</title></images><description>BOGOR - Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mempertanyakan kebijakan PLN di Sumatera Selatan yang menghentikan proyek konversi pembangkit listrik bahan bakar minyak ke batubara. Sementara semua studi dan kesiapan konversi tersebut telah direkomendasi untuk dijalankan.
Pembicaraan tersebut menjadi salah satu topik dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPD RI dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Selasa (6/10/2020) sore.
Baca Juga: Pasok Kebutuhan Smelter Feronikel, Antam Bangun Pembangkit Listrik Sendiri?
 
Rapat konsultasi yang berlangsung 1 jam itu dihadiri Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Wakil Ketua DPD RI Mahyudin berhalangan hadir karena masih bertugas di Kalimantan Timur.
Diungkapkan Sultan, keputusan PLN untuk membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan dengan memanfaatkan energi murah yang tersedia di Sumatera Selatan sudah sangat tepat. Sebagai bagian dari konversi pembangkit tenaga BBM yang mahal, sehingga dapat dilakukan penghematan yang signifikan.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/gHHc51CWRdo&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Untuk itu PLN juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Sumatera 275 kV termasuk gardu induk 275 kV. &amp;ldquo;Tapi dari temuan kami, proses ini sekarang terhenti dan tidak dilanjutkan oleh PLN. Untuk itu kami mohon Bapak Presiden untuk dapat memberi perhatian terhadap hal tersebut,&amp;rdquo; urai Senator asal Bengkulu ini.
Sultan juga menyampaikan masih adanya kebijakan daerah yang diskriminatif dan merugikan pelaku usaha. Dikatakan, dari beberapa temuan, masih ada hambatan ekonomi dan dunia usaha yang terjadi akibat Perda, Peraturan Gubernur dan beberapa diskresi yang dikeluarkan melalui keputusan dinas di daerah.&amp;ldquo;Hal seperti ini, terutama yang merugikan pelaku usaha, tentu  bertentangan dengan semangat Presiden dalam menerbitkan Inpres nomor 7  tahun 2019 tentang percepatan kemudahan berusaha. Karena itu kami minta  Bapak Presiden memberi atensi khusus, terutama kepada Mendagri untuk  memperhatikan hal tersebut,&amp;rdquo; pungkas Sultan.
Dalam pertemuan konsultasi yang berlangsung satu jam itu, Presiden  Jokowi mendukung semua materi konsultasi yang disampaikan pimpinan DPD  RI sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan representasi daerah.  &amp;ldquo;Alhamdulillah Pak Jokowi mendukung semua materi yang kami sampaikan,&amp;rdquo;  tukas LaNyalla.
Selain materi tersebut, dalam rapat konsultasi tersebut, pimpinan DPD  RI juga menyampaikan aspirasi lainnya, di antaranya aspirasi 21  gubernur provinsi penghasil sawit terkait dana bagi hasil, hambatan  pelaksanaan UU tentang produk jaminan halal, hambatan pembentukan prodi  non agama oleh 10 UIN di Indonesia, dan usulan gelar pahlawan untuk  pendiri ormas Islam Al Jam&amp;rsquo;iyatul Wasliyah, serta ambulance laut untuk  daerah kepulauan.</description><content:encoded>BOGOR - Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mempertanyakan kebijakan PLN di Sumatera Selatan yang menghentikan proyek konversi pembangkit listrik bahan bakar minyak ke batubara. Sementara semua studi dan kesiapan konversi tersebut telah direkomendasi untuk dijalankan.
Pembicaraan tersebut menjadi salah satu topik dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPD RI dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Selasa (6/10/2020) sore.
Baca Juga: Pasok Kebutuhan Smelter Feronikel, Antam Bangun Pembangkit Listrik Sendiri?
 
Rapat konsultasi yang berlangsung 1 jam itu dihadiri Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin. Sementara Wakil Ketua DPD RI Mahyudin berhalangan hadir karena masih bertugas di Kalimantan Timur.
Diungkapkan Sultan, keputusan PLN untuk membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan dengan memanfaatkan energi murah yang tersedia di Sumatera Selatan sudah sangat tepat. Sebagai bagian dari konversi pembangkit tenaga BBM yang mahal, sehingga dapat dilakukan penghematan yang signifikan.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/gHHc51CWRdo&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Untuk itu PLN juga merencanakan pembangunan jaringan transmisi interkoneksi Sumatera 275 kV termasuk gardu induk 275 kV. &amp;ldquo;Tapi dari temuan kami, proses ini sekarang terhenti dan tidak dilanjutkan oleh PLN. Untuk itu kami mohon Bapak Presiden untuk dapat memberi perhatian terhadap hal tersebut,&amp;rdquo; urai Senator asal Bengkulu ini.
Sultan juga menyampaikan masih adanya kebijakan daerah yang diskriminatif dan merugikan pelaku usaha. Dikatakan, dari beberapa temuan, masih ada hambatan ekonomi dan dunia usaha yang terjadi akibat Perda, Peraturan Gubernur dan beberapa diskresi yang dikeluarkan melalui keputusan dinas di daerah.&amp;ldquo;Hal seperti ini, terutama yang merugikan pelaku usaha, tentu  bertentangan dengan semangat Presiden dalam menerbitkan Inpres nomor 7  tahun 2019 tentang percepatan kemudahan berusaha. Karena itu kami minta  Bapak Presiden memberi atensi khusus, terutama kepada Mendagri untuk  memperhatikan hal tersebut,&amp;rdquo; pungkas Sultan.
Dalam pertemuan konsultasi yang berlangsung satu jam itu, Presiden  Jokowi mendukung semua materi konsultasi yang disampaikan pimpinan DPD  RI sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan representasi daerah.  &amp;ldquo;Alhamdulillah Pak Jokowi mendukung semua materi yang kami sampaikan,&amp;rdquo;  tukas LaNyalla.
Selain materi tersebut, dalam rapat konsultasi tersebut, pimpinan DPD  RI juga menyampaikan aspirasi lainnya, di antaranya aspirasi 21  gubernur provinsi penghasil sawit terkait dana bagi hasil, hambatan  pelaksanaan UU tentang produk jaminan halal, hambatan pembentukan prodi  non agama oleh 10 UIN di Indonesia, dan usulan gelar pahlawan untuk  pendiri ormas Islam Al Jam&amp;rsquo;iyatul Wasliyah, serta ambulance laut untuk  daerah kepulauan.</content:encoded></item></channel></rss>
