<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Turun, Pengusaha Kain Songket Turunkan Harga Jualnya</title><description>Kerajinan kain songket khas Palembang terhantam dampak masa pandemi Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/455/2289143/penjualan-turun-pengusaha-kain-songket-turunkan-harga-jualnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/455/2289143/penjualan-turun-pengusaha-kain-songket-turunkan-harga-jualnya"/><item><title>Penjualan Turun, Pengusaha Kain Songket Turunkan Harga Jualnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/455/2289143/penjualan-turun-pengusaha-kain-songket-turunkan-harga-jualnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/06/455/2289143/penjualan-turun-pengusaha-kain-songket-turunkan-harga-jualnya</guid><pubDate>Selasa 06 Oktober 2020 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Bambang Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/06/455/2289143/penjualan-turun-pengusaha-kain-songket-turunkan-harga-jualnya-QouYRyJVrK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan Kain Songket Terhantam Corona. (Foto: Okezone.com/iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/06/455/2289143/penjualan-turun-pengusaha-kain-songket-turunkan-harga-jualnya-QouYRyJVrK.jpg</image><title>Penjualan Kain Songket Terhantam Corona. (Foto: Okezone.com/iNews)</title></images><description>PALEMBANG - Kerajinan kain songket khas Palembang yang diproduksi di kawasan Jalan Kironggo Wiru Santika 30 Ilir terhantam dampak masa pandemi Covid-19. Namun, para pengrajin tetap membuat kain songket dengan menambah varian masker.
Seperti yang dialami salah satu gerai Kiagus Fikri. Sejak masa pandemi Covid-19, gerai miliknya sepi pembeli, bahkan yang sebelumnya bisa melayani langganan asal Malaysia dan Brunei, kini hanya tinggal hitungan jari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Unik, Bisnis Cafe Sambil Edukasi Pengelolaan Sampah
&quot;Penjualannya turun lebih dari 60%, sehingga harus merumahkan sebagian karyawannya. Bahan pemangkasan harga dilakukannya hingga lebih dari 30% demi menjaga asa daya beli masyarakat,&quot; ujarnya, dikutip dari iNews, Selasa (6/10/2020).
Dirinya mengaku sempat putus asa, namun pemilik gerai songket tersebut mencoba bangkit dengan tetap memproduksi songket, namun diselingi dengan memproduksi masker songket dan ternyata cukup membantu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dari Bisnis Percetakan, Hendaru Sukses Setelah Banting Setir Usaha Ikan Koi
Kiagus Fikri bahkan juga meminta bantuan kepada pemerintah melalui Pertamina untuk membantu pemasaran dan menjadikan songket sebagai cinderamata utama perusahaan. Usahanya pun tidak mengkhianati hasil, sehingga perlahan usahanya pun mulai bangkit dan kembali berproduksi.
Dirinya pun berharap badai Covid-19 segera reda sehingga pariwisata bangkit kembali dan berimbas positif bagi pelestarian kain songket khas Bumi Sriwijaya tersebut.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/BVlZefDWds0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>PALEMBANG - Kerajinan kain songket khas Palembang yang diproduksi di kawasan Jalan Kironggo Wiru Santika 30 Ilir terhantam dampak masa pandemi Covid-19. Namun, para pengrajin tetap membuat kain songket dengan menambah varian masker.
Seperti yang dialami salah satu gerai Kiagus Fikri. Sejak masa pandemi Covid-19, gerai miliknya sepi pembeli, bahkan yang sebelumnya bisa melayani langganan asal Malaysia dan Brunei, kini hanya tinggal hitungan jari.
Baca Juga:&amp;nbsp;Unik, Bisnis Cafe Sambil Edukasi Pengelolaan Sampah
&quot;Penjualannya turun lebih dari 60%, sehingga harus merumahkan sebagian karyawannya. Bahan pemangkasan harga dilakukannya hingga lebih dari 30% demi menjaga asa daya beli masyarakat,&quot; ujarnya, dikutip dari iNews, Selasa (6/10/2020).
Dirinya mengaku sempat putus asa, namun pemilik gerai songket tersebut mencoba bangkit dengan tetap memproduksi songket, namun diselingi dengan memproduksi masker songket dan ternyata cukup membantu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dari Bisnis Percetakan, Hendaru Sukses Setelah Banting Setir Usaha Ikan Koi
Kiagus Fikri bahkan juga meminta bantuan kepada pemerintah melalui Pertamina untuk membantu pemasaran dan menjadikan songket sebagai cinderamata utama perusahaan. Usahanya pun tidak mengkhianati hasil, sehingga perlahan usahanya pun mulai bangkit dan kembali berproduksi.
Dirinya pun berharap badai Covid-19 segera reda sehingga pariwisata bangkit kembali dan berimbas positif bagi pelestarian kain songket khas Bumi Sriwijaya tersebut.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/BVlZefDWds0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
