<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hindari 5 Kekeliruan Keuangan agar Terhindar dari Konflik Keluarga</title><description>Tidak sedikit yang berpikir bahwa dengan menikah, pasangan akan menangani semua masalah keuangan dengan baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289740/hindari-5-kekeliruan-keuangan-agar-terhindar-dari-konflik-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289740/hindari-5-kekeliruan-keuangan-agar-terhindar-dari-konflik-keluarga"/><item><title>Hindari 5 Kekeliruan Keuangan agar Terhindar dari Konflik Keluarga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289740/hindari-5-kekeliruan-keuangan-agar-terhindar-dari-konflik-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289740/hindari-5-kekeliruan-keuangan-agar-terhindar-dari-konflik-keluarga</guid><pubDate>Rabu 07 Oktober 2020 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Safira Fitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/07/622/2289740/hindari-5-kekeliruan-keuangan-agar-terhindar-dari-konflik-keluarga-iLSvz6fG0u.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/07/622/2289740/hindari-5-kekeliruan-keuangan-agar-terhindar-dari-konflik-keluarga-iLSvz6fG0u.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Banyaknya kekeliruan pemikiran bagi pasangan yang baru menikah terhadap masalah keuangan, sering menimbulkan rasa kaget hingga menimbulkan konflik di kehidupan keluarga baru.
Tidak sedikit yang berpikir bahwa dengan menikah, pasangan akan menangani semua masalah keuangan dengan baik. Suami cukup dengan mencari penghasilan dan istri cukup mengatur pemakaian sehari-harinya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menabung saat Resesi, 5 Mindset Ini Wajib Dihilangkan&amp;nbsp;
Melihat kasus tersebut tentu hal yang disebutkan tidaklah cukup. Namun, konflik juga bisa dihindari dengan mengubah mindset sebagai berikut seperti yang disebutkan oleh buku Cerdas dan Bijak Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Panduan Bagi Ibu Rumah Tangga oleh Wahyuni Indriyani, Jakarta, Rabu (7/10/2020).
Kekeliruan pertama, para pasangan suami istri yang baru berkeluarga di antaranya karena tidak mengetahui sejarah keuangan pasangannya. Mereka tidak mengetahui bagaimana keadaan keuangan satu sama lain yang dialami sebelum mereka berkeluarga.
Baca Juga: Korban PHK Harus Move On, Yuk Coba Merintis Bisnis
Kondisi tersebut akan menimbulkan pertanyaan atas perilaku-perilaku yang dianggap melenceng oleh pasangannya.
Kekeliruan kedua, tidak memahami budaya atau kebiasaan pasangan akan uang. Misalkan pasangan berasal dari keluarga yang kaya, atau berasal dari keluarga yang suka berhemat. Tentunya saat berkeluarga, dia akan membawa kebiasaan penggunaan uang dari keluarganya ke dalam kehidupan rumah tangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kekeliruan ketiga, saling menyimpan rahasia keuangan. Setiap pasangan berhak memiliki rahasia dalam hubungannya, tapi baiknya tidak dalam urusan keuangan. Semakin banyak yang ditutupi dari pasangan mengenai kondisi keuangan hanya akan membuat rumah tangga seperti menunggu bom waktu.
Kekeliruan keempat, menghindari pembicaraan tentang keuangan. Entah enggan karena malu atau risih, banyak pasangan baru yang menghindari pembicaraan keuangan. Padahal ini merupakan hal yang penting.Perlunya kesepakatan bersama dalam memprioritaskan apa yang paling  penting. Misal dalam hal tagihan, tunggakan kredit, tabungan, utang, dan  sebagainya.
Kekeliruan kelima, menyerahkan urusan keuangan sepenuhnya kepada satu  orang saja (tipe mama bos atau papa bos). Meskipun di sini terlihat ada  saling percaya, namun hal ini bisa berisiko di masa depan.
Mama bos artinya suami menyerahkan seluruh penghasilannya kepada  istri. Selanjutnya istri yang mengelola uang tersebut. Papa bos artinya  suami yang mengatur semua keuangan rumah tangga.
Di sini jika tidak ada komunikasi yang baik maka akan muncul  kesalahpahaman. Sering kali yang muncul adalah suami mengira istri  terlalu boros, atau istri mengira suami terlalu pelit.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyaknya kekeliruan pemikiran bagi pasangan yang baru menikah terhadap masalah keuangan, sering menimbulkan rasa kaget hingga menimbulkan konflik di kehidupan keluarga baru.
Tidak sedikit yang berpikir bahwa dengan menikah, pasangan akan menangani semua masalah keuangan dengan baik. Suami cukup dengan mencari penghasilan dan istri cukup mengatur pemakaian sehari-harinya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menabung saat Resesi, 5 Mindset Ini Wajib Dihilangkan&amp;nbsp;
Melihat kasus tersebut tentu hal yang disebutkan tidaklah cukup. Namun, konflik juga bisa dihindari dengan mengubah mindset sebagai berikut seperti yang disebutkan oleh buku Cerdas dan Bijak Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Panduan Bagi Ibu Rumah Tangga oleh Wahyuni Indriyani, Jakarta, Rabu (7/10/2020).
Kekeliruan pertama, para pasangan suami istri yang baru berkeluarga di antaranya karena tidak mengetahui sejarah keuangan pasangannya. Mereka tidak mengetahui bagaimana keadaan keuangan satu sama lain yang dialami sebelum mereka berkeluarga.
Baca Juga: Korban PHK Harus Move On, Yuk Coba Merintis Bisnis
Kondisi tersebut akan menimbulkan pertanyaan atas perilaku-perilaku yang dianggap melenceng oleh pasangannya.
Kekeliruan kedua, tidak memahami budaya atau kebiasaan pasangan akan uang. Misalkan pasangan berasal dari keluarga yang kaya, atau berasal dari keluarga yang suka berhemat. Tentunya saat berkeluarga, dia akan membawa kebiasaan penggunaan uang dari keluarganya ke dalam kehidupan rumah tangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kekeliruan ketiga, saling menyimpan rahasia keuangan. Setiap pasangan berhak memiliki rahasia dalam hubungannya, tapi baiknya tidak dalam urusan keuangan. Semakin banyak yang ditutupi dari pasangan mengenai kondisi keuangan hanya akan membuat rumah tangga seperti menunggu bom waktu.
Kekeliruan keempat, menghindari pembicaraan tentang keuangan. Entah enggan karena malu atau risih, banyak pasangan baru yang menghindari pembicaraan keuangan. Padahal ini merupakan hal yang penting.Perlunya kesepakatan bersama dalam memprioritaskan apa yang paling  penting. Misal dalam hal tagihan, tunggakan kredit, tabungan, utang, dan  sebagainya.
Kekeliruan kelima, menyerahkan urusan keuangan sepenuhnya kepada satu  orang saja (tipe mama bos atau papa bos). Meskipun di sini terlihat ada  saling percaya, namun hal ini bisa berisiko di masa depan.
Mama bos artinya suami menyerahkan seluruh penghasilannya kepada  istri. Selanjutnya istri yang mengelola uang tersebut. Papa bos artinya  suami yang mengatur semua keuangan rumah tangga.
Di sini jika tidak ada komunikasi yang baik maka akan muncul  kesalahpahaman. Sering kali yang muncul adalah suami mengira istri  terlalu boros, atau istri mengira suami terlalu pelit.</content:encoded></item></channel></rss>
