<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Paham soal Risiko, Investasi Bukannya Untung Malah Buntung</title><description>Investasi di pasar modal memang menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289974/tak-paham-soal-risiko-investasi-bukannya-untung-malah-buntung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289974/tak-paham-soal-risiko-investasi-bukannya-untung-malah-buntung"/><item><title>Tak Paham soal Risiko, Investasi Bukannya Untung Malah Buntung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289974/tak-paham-soal-risiko-investasi-bukannya-untung-malah-buntung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/07/622/2289974/tak-paham-soal-risiko-investasi-bukannya-untung-malah-buntung</guid><pubDate>Rabu 07 Oktober 2020 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/07/622/2289974/tak-paham-soal-risiko-investasi-bukannya-untung-malah-buntung-tJuKaobfjw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/07/622/2289974/tak-paham-soal-risiko-investasi-bukannya-untung-malah-buntung-tJuKaobfjw.jpeg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Investasi di pasar modal memang menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi di tengah pandemi virus corona seperti saat ini yang membutuhkan tambahan uang cash.
Namun, yang harus diperhatikan sebelum memulai investasi di pasar modal adalah harus memiliki pengetahuan tentang instrumen investasi beserta risikonya. Sehingga ketika memulai investasi di pasar modal bisa menghasilkan return yang sesuai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harta Budi Hartono Hilang Rp61 Triliun karena Covid-19&amp;nbsp;
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, tanpa pengetahuan yang cukup, investor bisa saja mengalami kerugian. Hal ini juga bisa berdampak pada pasar saham dan keuangan dalam negeri.
&amp;ldquo;Masalahnya kalau tidak memiliki pengetahuan yang cukup kesiapan mental yang enggak cukup dan dia memegang instrumen yang enggak paham  ketika rugi ini menjadi kapok enggak mau investasi. Ini kan repot,&amp;rdquo; ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (6/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Janda Steve Jobs Punya Harta Rp291,9 Triliun, Ternyata Ini Sumber Duitnya
Oleh karena itu lanjut Deni, pemerintah menawarkan alternatif investasi dengan menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Dengan investasi di ORI, investor pemula bisa mendapatkan cuan dengan risiko yang rendah.
Sebab, investasi ORI pemerintah bunganya stabil setiap tahunnya. Ditambah lagi, uang investasi yang ditanam investor juga dijamin oleh pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Makannya pemerintah mencoba menawarkan alternatif investasi yang  relatif aman tapi juga tetap menghasilkan cuan makannya kita lihat untuk  bisa menangkap fenomena ini pemerintah menambah ORI,&amp;rdquo; jelasnya.
Deni menambahkan, saat ini fenomena investasi sudah muncul di  kalangan masyarakat khususnya generasi milenial, Oleh karena itu,  pemerintah pun mengeluarkan tambahan ORI untuk memfasilitasi minat  masyarakat.
&amp;ldquo;Biasanya ORI setahun sekali ini 2020 ini kita keluarkan dua kali  supaya masyarakat memiliki kesempatan untuk berinvestasi di sisi lain  juga kita bisa menambah investor base kita,&amp;rdquo; kata Deni.</description><content:encoded>JAKARTA - Investasi di pasar modal memang menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi di tengah pandemi virus corona seperti saat ini yang membutuhkan tambahan uang cash.
Namun, yang harus diperhatikan sebelum memulai investasi di pasar modal adalah harus memiliki pengetahuan tentang instrumen investasi beserta risikonya. Sehingga ketika memulai investasi di pasar modal bisa menghasilkan return yang sesuai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harta Budi Hartono Hilang Rp61 Triliun karena Covid-19&amp;nbsp;
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, tanpa pengetahuan yang cukup, investor bisa saja mengalami kerugian. Hal ini juga bisa berdampak pada pasar saham dan keuangan dalam negeri.
&amp;ldquo;Masalahnya kalau tidak memiliki pengetahuan yang cukup kesiapan mental yang enggak cukup dan dia memegang instrumen yang enggak paham  ketika rugi ini menjadi kapok enggak mau investasi. Ini kan repot,&amp;rdquo; ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (6/10/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Janda Steve Jobs Punya Harta Rp291,9 Triliun, Ternyata Ini Sumber Duitnya
Oleh karena itu lanjut Deni, pemerintah menawarkan alternatif investasi dengan menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Dengan investasi di ORI, investor pemula bisa mendapatkan cuan dengan risiko yang rendah.
Sebab, investasi ORI pemerintah bunganya stabil setiap tahunnya. Ditambah lagi, uang investasi yang ditanam investor juga dijamin oleh pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOC8yMi80LzEyMjIzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Makannya pemerintah mencoba menawarkan alternatif investasi yang  relatif aman tapi juga tetap menghasilkan cuan makannya kita lihat untuk  bisa menangkap fenomena ini pemerintah menambah ORI,&amp;rdquo; jelasnya.
Deni menambahkan, saat ini fenomena investasi sudah muncul di  kalangan masyarakat khususnya generasi milenial, Oleh karena itu,  pemerintah pun mengeluarkan tambahan ORI untuk memfasilitasi minat  masyarakat.
&amp;ldquo;Biasanya ORI setahun sekali ini 2020 ini kita keluarkan dua kali  supaya masyarakat memiliki kesempatan untuk berinvestasi di sisi lain  juga kita bisa menambah investor base kita,&amp;rdquo; kata Deni.</content:encoded></item></channel></rss>
