<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Karyawan Tak Ada di UU Ciptaker? Cek Faktanya</title><description>Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi Undang-Undang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290300/status-karyawan-tak-ada-di-uu-ciptaker-cek-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290300/status-karyawan-tak-ada-di-uu-ciptaker-cek-faktanya"/><item><title>Status Karyawan Tak Ada di UU Ciptaker? Cek Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290300/status-karyawan-tak-ada-di-uu-ciptaker-cek-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290300/status-karyawan-tak-ada-di-uu-ciptaker-cek-faktanya</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2020 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/08/320/2290300/status-karyawan-tak-ada-di-uu-ciptaker-cek-faktanya-TpUEA6HnUL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Omnibus Law (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/08/320/2290300/status-karyawan-tak-ada-di-uu-ciptaker-cek-faktanya-TpUEA6HnUL.jpeg</image><title>Omnibus Law (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi Undang-Undang. Beberapa elemen buruh menilai regulasi itu tidak akan ada karyawan tetap.
Dalam dokumen UU Ciptaker yang diterima Okezone, pada BAB IV tentang ketenagakerjaan Pasal 56 menjelaskan pada ayat pertama yakni perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hitung-hitungan Pesangon di UU Cipta Kerja
&quot;Lalu ayat kedua yakni perjanjian kerja untuk waktu tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas, (a) jangka waktu, atau (b), selesainya suatu pekerjaan tertentu. Artinya status karyawa  masih ada,&quot; bunyai Pasal 56 UU Ciptaker yang dikutip Okezone, Kamis (8/10/2020).
Kemudian, jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditentukan berdasarkan perjanjian kerja.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube-nocookie.com/embed/22y_jGh8gfU&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Ketentuan lebih lanjut mengenai perjanjian kerja waktu tertentu berdasarkan jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu diatur dengan Peraturan Pemerintah,&quot; bunyi pasal tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi Undang-Undang. Beberapa elemen buruh menilai regulasi itu tidak akan ada karyawan tetap.
Dalam dokumen UU Ciptaker yang diterima Okezone, pada BAB IV tentang ketenagakerjaan Pasal 56 menjelaskan pada ayat pertama yakni perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu atau untuk waktu tidak tertentu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hitung-hitungan Pesangon di UU Cipta Kerja
&quot;Lalu ayat kedua yakni perjanjian kerja untuk waktu tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas, (a) jangka waktu, atau (b), selesainya suatu pekerjaan tertentu. Artinya status karyawa  masih ada,&quot; bunyai Pasal 56 UU Ciptaker yang dikutip Okezone, Kamis (8/10/2020).
Kemudian, jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditentukan berdasarkan perjanjian kerja.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube-nocookie.com/embed/22y_jGh8gfU&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Ketentuan lebih lanjut mengenai perjanjian kerja waktu tertentu berdasarkan jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu diatur dengan Peraturan Pemerintah,&quot; bunyi pasal tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
