<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kontribusi Terbesar PDB tapi Peran Manufaktur 10 Tahun Menurun</title><description>Pemerintah akan fokus meningkatkan kualitas industri manufaktur dalam hal pemulihan ekonomi nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290379/kontribusi-terbesar-pdb-tapi-peran-manufaktur-10-tahun-menurun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290379/kontribusi-terbesar-pdb-tapi-peran-manufaktur-10-tahun-menurun"/><item><title>Kontribusi Terbesar PDB tapi Peran Manufaktur 10 Tahun Menurun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290379/kontribusi-terbesar-pdb-tapi-peran-manufaktur-10-tahun-menurun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/08/320/2290379/kontribusi-terbesar-pdb-tapi-peran-manufaktur-10-tahun-menurun</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2020 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/08/320/2290379/kontribusi-terbesar-pdb-tapi-peran-manufaktur-10-tahun-menurun-5hSNjC2G0q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Manufaktur (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/08/320/2290379/kontribusi-terbesar-pdb-tapi-peran-manufaktur-10-tahun-menurun-5hSNjC2G0q.jpg</image><title>Manufaktur (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan fokus meningkatkan kualitas industri manufaktur dalam hal pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, sektor itu berkontribusi besar dalam menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Tanah Air.

Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Chairil Abdini menyebut perlunya industri manufaktur didorong sebagai lokomotif penyerapan bonus demografi, karena terbukti kontribusinya dalam PDB.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Aktivitas Manufaktur Menurun, Apa yang Akan Dilakukan Kemenkeu?
&quot;Meskipun peranannya cenderung turun dalam 10 tahun terakhir, kontribusi industri manufaktur dalam GDP atau PDB masih yang terbesar,&quot; kata Chairil dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Dia menjelaskan, bahwa industri makanan dan minuman, logistik, farmasi masih tumbuh baik meski pangsa pasarnya terus digerus produk-produk impor.

Menurut dia, supaya sektor tersebut bisa menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi, maka kapasitasnya harus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah mengurangi impor barang sejenis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Khawatir PSBB Jakarta Tekan Sektor Industri Manufaktur
&quot;Jika ada kemandirian industri manufaktur tentunya akan terjadi penyerapan tenaga kerja yang luar biasa,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Ekonom dari Universitas Nasional Irma Indrayani meminta kepada pemerintah untuk tak mencemaskan adanya bonus demografi Indonesia yang diperkirakan Bappenas jumlahnya mencapai 64% dari total jumlah penduduk sebanyak 297 juta jiwa pada tahun 2030-2040.
&amp;ldquo;Jepang melesat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ketiga dunia  pada dekade 70-an setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia mengimbau perlunya memanfaatkan peluang di sektor industri untuk  menyerap bonus demografi. Hal ini mengingat sebagian besar latar  belakang pekerja Indonesia masih berpendidikan SD, SMP dan SMA.

&amp;ldquo;Industri padat karya, minim modal, produk retail seperti produk  makanan dan minuman, tekstil, furnitur, logistik, dan transportasi bisa  menjadi pilihan untuk menyerap banyak tenaga kerja,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan fokus meningkatkan kualitas industri manufaktur dalam hal pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, sektor itu berkontribusi besar dalam menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Tanah Air.

Staf Ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas Chairil Abdini menyebut perlunya industri manufaktur didorong sebagai lokomotif penyerapan bonus demografi, karena terbukti kontribusinya dalam PDB.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Aktivitas Manufaktur Menurun, Apa yang Akan Dilakukan Kemenkeu?
&quot;Meskipun peranannya cenderung turun dalam 10 tahun terakhir, kontribusi industri manufaktur dalam GDP atau PDB masih yang terbesar,&quot; kata Chairil dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Dia menjelaskan, bahwa industri makanan dan minuman, logistik, farmasi masih tumbuh baik meski pangsa pasarnya terus digerus produk-produk impor.

Menurut dia, supaya sektor tersebut bisa menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi, maka kapasitasnya harus ditingkatkan. Salah satu caranya adalah mengurangi impor barang sejenis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menperin Khawatir PSBB Jakarta Tekan Sektor Industri Manufaktur
&quot;Jika ada kemandirian industri manufaktur tentunya akan terjadi penyerapan tenaga kerja yang luar biasa,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Ekonom dari Universitas Nasional Irma Indrayani meminta kepada pemerintah untuk tak mencemaskan adanya bonus demografi Indonesia yang diperkirakan Bappenas jumlahnya mencapai 64% dari total jumlah penduduk sebanyak 297 juta jiwa pada tahun 2030-2040.
&amp;ldquo;Jepang melesat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi ketiga dunia  pada dekade 70-an setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia mengimbau perlunya memanfaatkan peluang di sektor industri untuk  menyerap bonus demografi. Hal ini mengingat sebagian besar latar  belakang pekerja Indonesia masih berpendidikan SD, SMP dan SMA.

&amp;ldquo;Industri padat karya, minim modal, produk retail seperti produk  makanan dan minuman, tekstil, furnitur, logistik, dan transportasi bisa  menjadi pilihan untuk menyerap banyak tenaga kerja,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
