<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Petani Milenial Buktikan Sukses Harumkan Kopi ke Dunia</title><description>Petani milenial sukses memetik hasilnya dalam mengembangkan komoditas  perkebunan khususnya kopi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/09/455/2291035/cara-petani-milenial-buktikan-sukses-harumkan-kopi-ke-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/10/09/455/2291035/cara-petani-milenial-buktikan-sukses-harumkan-kopi-ke-dunia"/><item><title>Cara Petani Milenial Buktikan Sukses Harumkan Kopi ke Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/10/09/455/2291035/cara-petani-milenial-buktikan-sukses-harumkan-kopi-ke-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/10/09/455/2291035/cara-petani-milenial-buktikan-sukses-harumkan-kopi-ke-dunia</guid><pubDate>Jum'at 09 Oktober 2020 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/10/09/455/2291035/cara-petani-milenial-buktikan-sukses-harumkan-kopi-ke-dunia-AER1u4fGGg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kopi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/10/09/455/2291035/cara-petani-milenial-buktikan-sukses-harumkan-kopi-ke-dunia-AER1u4fGGg.jpg</image><title>Ilustrasi Kopi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kerja keras petani berbuah manis, salah satunya petani milenial asal Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, kabupaten Pasuruan yang sukses memetik hasilnya dalam mengembangkan komoditas perkebunan khususnya kopi.
Heri Tahan Muji, salah petani milenial yang giat dan tekun melaksanakan program yang diberikan oleh Ditjen perkebunan melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Omzet 72,6% UMKM Turun akibat Pandemi
Heri tahan muji merupakan Anggota kelompok tani Candi mulyo. Kelompok tani Candi Mulyo merupakan Binaan Ditjen Perkebunan pada program Sertifikasi Desa Pertanian Organik berbasis komoditas perkebunan. &amp;ldquo;Saya menanam kopi mulai tahun 2002 sampai sekarang,&amp;rdquo; ujar Heri saat dihubungi di Jakarta, Jumat (9/10/2020)
Heri menuturkan, bahwa dirinya mulai menanam kopi bersama anggota kelompok tani lainnya mulai dari luasan 1 ha dan saat ini telah mencapai 15 ha. Pada awalnya kelompok tani Candi Mulyo ini menjual kopi dalam bentuk buah cery kepada tengkulak dengan harga yang relatif murah yaitu untuk robusta dihargai 5 ribu/kg dan arabika dihargai 8 ribu/kg.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kami menjual kopi dalam bentuk buah cerry karena tidak memiliki pengetahuan serta peralatan pasca panen,&quot; katanu.
Pelan tapi pasti, Heri yang ditugasi oleh Kelompok tani candi mulyo dibagian Pasca panen dan pemasaran kini membuktikan dapat menghasilkan kopi dengan berbagai Jenis olahan mulai dari Natural, Semiwash, fullwash, Wine dan Honey baik robusta maupun arabika. Semua hasil panen kopi anggota kelompok tani dibeli oleh Heri untuk diproses hingga menjadi kopi yang enak dan nikmat.Dalam satu bulan Heri mampu menjual kopi hingga 2500 kg/bulan dengan  omzet rata-rata Rp100 jutaan. Selain itu turut membuka lapangan  pekerjaan bagi ibu-ibu dan pemuda masyarakat sekitar untuk membantu  dalam proses pasca panen mulai dari sortasi buah, fermentasi, Soratasi  biji, sangrai, packing, promosi dan pemasaran.
Heri memberi nama kopinya dengan merek &amp;ldquo;Kopi Lesung Arjuno&amp;rdquo;. Kopi ini  memiliki kualitas premium yang ditanam di lereng gunung arjuno dengan  ketinggian 1300 mdpl menjadikan rasa kopi yang khas dan berkarater. Kopi  lesung dibudidayakan oleh Kelompok Tani Candi Mulyo dan saat ini telah  mendapatkan sertifikat Organik berstandar Eropa.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin  Limpo,menyatakan bahwa Peran petani milenial amat dinanti negara untuk  bisa menciptakan inovasi pertanian dari hulu ke hilir sehingga  menciptakan nilai tambah komoditas pertanian.
&quot;Para petani milenial harus terus didukung agar bisa memacu tumbuhnya petani-petani muda yang baru,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kerja keras petani berbuah manis, salah satunya petani milenial asal Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, kabupaten Pasuruan yang sukses memetik hasilnya dalam mengembangkan komoditas perkebunan khususnya kopi.
Heri Tahan Muji, salah petani milenial yang giat dan tekun melaksanakan program yang diberikan oleh Ditjen perkebunan melalui Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Omzet 72,6% UMKM Turun akibat Pandemi
Heri tahan muji merupakan Anggota kelompok tani Candi mulyo. Kelompok tani Candi Mulyo merupakan Binaan Ditjen Perkebunan pada program Sertifikasi Desa Pertanian Organik berbasis komoditas perkebunan. &amp;ldquo;Saya menanam kopi mulai tahun 2002 sampai sekarang,&amp;rdquo; ujar Heri saat dihubungi di Jakarta, Jumat (9/10/2020)
Heri menuturkan, bahwa dirinya mulai menanam kopi bersama anggota kelompok tani lainnya mulai dari luasan 1 ha dan saat ini telah mencapai 15 ha. Pada awalnya kelompok tani Candi Mulyo ini menjual kopi dalam bentuk buah cery kepada tengkulak dengan harga yang relatif murah yaitu untuk robusta dihargai 5 ribu/kg dan arabika dihargai 8 ribu/kg.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Kami menjual kopi dalam bentuk buah cerry karena tidak memiliki pengetahuan serta peralatan pasca panen,&quot; katanu.
Pelan tapi pasti, Heri yang ditugasi oleh Kelompok tani candi mulyo dibagian Pasca panen dan pemasaran kini membuktikan dapat menghasilkan kopi dengan berbagai Jenis olahan mulai dari Natural, Semiwash, fullwash, Wine dan Honey baik robusta maupun arabika. Semua hasil panen kopi anggota kelompok tani dibeli oleh Heri untuk diproses hingga menjadi kopi yang enak dan nikmat.Dalam satu bulan Heri mampu menjual kopi hingga 2500 kg/bulan dengan  omzet rata-rata Rp100 jutaan. Selain itu turut membuka lapangan  pekerjaan bagi ibu-ibu dan pemuda masyarakat sekitar untuk membantu  dalam proses pasca panen mulai dari sortasi buah, fermentasi, Soratasi  biji, sangrai, packing, promosi dan pemasaran.
Heri memberi nama kopinya dengan merek &amp;ldquo;Kopi Lesung Arjuno&amp;rdquo;. Kopi ini  memiliki kualitas premium yang ditanam di lereng gunung arjuno dengan  ketinggian 1300 mdpl menjadikan rasa kopi yang khas dan berkarater. Kopi  lesung dibudidayakan oleh Kelompok Tani Candi Mulyo dan saat ini telah  mendapatkan sertifikat Organik berstandar Eropa.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin  Limpo,menyatakan bahwa Peran petani milenial amat dinanti negara untuk  bisa menciptakan inovasi pertanian dari hulu ke hilir sehingga  menciptakan nilai tambah komoditas pertanian.
&quot;Para petani milenial harus terus didukung agar bisa memacu tumbuhnya petani-petani muda yang baru,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
